Jaga Likuiditas, Impack Tunda Bagikan Dividen

NERACA

Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan Luar Biasa, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada seluruh pemegang saham. Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk, Haryanto Tjiptodihardjo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, keputusan perseroan untuk tidak membagikan dividen hasil tahun 2019 adalah demi menjaga kekuatan neraca modal dan menjadi tekad perseroan agar bisa melewati krisis ini dengan baik, serta menjadikan perseroan lebih kuat dan handal di masa mendatang.

Disebutkan, kas konsolidasi perseroan per akhir Mei 2020 sebesar Rp257miliar, nantinya akan digunakan untuk menjaga solvabilitas dan modal kerja. Perseroan, lanjut Haryanto, masih bisa melewati kuartal pertama 2020 dengan kinerja yang cukup baik. Namun di kuartal kedua ini, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kinerja perseroan. Secara konsolidasi, tercatat penjualan perseroan di semester pertama tahun 2020 sekitar Rp750miliar atau naik tipis 10% dibandingkan dengan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp676miliar.

Pihaknya berharap kondisi perekonomian akan berangsur membaik pada semester kedua ini dan Perseroan mematok angka penjualan di paruh kedua 2020 ini sebesar Rp850miliar. ”Kami masih enggan memberikan pedoman laba bersih tahun ini, namun kami berusaha untuk dapat mempertahankan angka laba bersih yang didapatkan pada tahun 2019” imbuh Haryanto.

Tahun ini, lanjutnya, perseroan menggangarkan dana capital expenditure (capex) yang tidak besar. Dimana belanja modal diutamakan untuk tujuan menghasilkan profit dari akuisisi yang telah dilakukan di tahun 2019, serta fokus untuk produk produk baru seperti pipa, talang dan atap ramah lingkungan (PET). Untuk diketahui, selama masa pandemi ini, perseroan juga telah melakukan beberapa tindakan tanggung jawab sosial perusahaan berbagi kasih sekitar Rp3 miliar dan ikut berperan memproduksi APD seperti Face shields, hand sanitizers, sekat proteksi dll.

Perseroan juga telah merilis laporan keberlanjutan perdana (sustainability report) yang merupakan SR report pertama yang dipublikasikan oleh industri bahan bangunan plastik perusahaan terbuka di Indonesia. Kemudian hasil RUSPLB juga menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris perseroan. Dimana perseroan menerima pengunduran diri Cornelius Wielim Pranata sebagai komisaris independen perseroan dan Allend Wibowo sebagai direktur perseroan.

Selanjutnya mengangkat Sugiarto Romeli dan Wira Yuwana selaku direktur perseroan, serta mengangkat Kelvin Choon Jhen Lee selaku komisaris independen perseroan terhitung sejak ditutupnya rapat ini untuk jangka waktu sisa masa jabatan anggota direksi dan komisaris lainnya, yaitu sampai dengan ditutupnya RUPST perseroan pada tahun 2024.

BERITA TERKAIT

Pendapatan Diperkirakan Turun 75% - Waskita Beton Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Lesunya sektor infrastruktur akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap moloronya pengerjaan proyek yang telah ditargetkan. Selain itu,…

Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa…

Miliki Likuiditas Sehat - SMF Lunasi Obligasi dan Bunga Rp 539 Miliar

NERACA Jakarta – Jaga beban hutang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF siap membayarkan pokok dan bunga obligasi yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pendapatan Diperkirakan Turun 75% - Waskita Beton Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Lesunya sektor infrastruktur akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap moloronya pengerjaan proyek yang telah ditargetkan. Selain itu,…

Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa…

Miliki Likuiditas Sehat - SMF Lunasi Obligasi dan Bunga Rp 539 Miliar

NERACA Jakarta – Jaga beban hutang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF siap membayarkan pokok dan bunga obligasi yang…