Inovasi Dalam CSR Diperlukan Sambut New Normal

Di tengah pandemi Covid-19, keberadaaan peran swasta sangat dibantukan untuk membantu penanganan corona. Maka melihat kondisi tersebut, peran tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) tentu harus disesuaikan dengan kondisi keadaan yang ada. Berangkat dari hal tersebut mencari strategi CSR saat New Normal terus dirancang dan salah satunya melalui diskusi seminar yang dihadiri oleh 300-400 peserta ini mengangkat  tema sebagai berikut:  The Key Strategies of CSR to Support Business Continuity in New Normal.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya mengatakan pentingnya hubungan antara CSR dengan Bumi dan ilmu pengetahuan. “Di sini, kita bisa bertanya satu hal. Yakni, apa yang bisa dilakukan untuk Bumi dan bangsa?” kata dia di Jakarta, Senin (29/6).

Saat ini, pandemi virus corona atau Covid-19 telah terjadi. Hanya saja kita semua tetap harus bekerja dan berinovasi. Termasuk, tidak goyah dalam mengintensifkan isu penting tentang Bumi, melalui CSR. Isu seperti itu membutuhkan aksi nyata dari semua pihak. Adalah sangat perlu untuk menyelaraskann hidup dengan alam. “Pada prinsipnya, semua orang bisa berbuat nyata untuk mengatasi isu tentang Bumi. Termasuk melalui aktivitas CSR. Sekecil apa pun akan berperan dalam menyelamatkan Bumi,” papar Menteri Siti Nurbaya.

Ketua Dewan Juri Top CSR 2020, Mas Achmad Daniri mengatakan, beberapa poin penting dalam melaksanakan CSR di saat Covid-19. Pertama kali,  program CSR harus dimulai dari karyawan sebuah perusahaan. “CSR sering terlalu fokus ke konsumen, sebenarnya hal itu harus dimulai dari ‘rumah’ atau internal perusahaan,”ungkapnya.

Selanjutnya, Daniri menjelaskan bahwa pelibatan pemangku kepentingan dalam CSR tersebut, tentu diperlukan. Dalam hal ini, CSR melibatkan karyawan dan konsumen. Manfaat sosial, juga berarti manfaat bagi sebuah perusahaan. Daniri menambahkan bahwa Covid-19 telah mengubah cara berbisnis perusahaan. Pada prinsipnya, new normal adalah tatanan hidup manusia untuk menjalani kehidupan, pekerjaan, interaksi, dan menyesuaikan diri dengan menetapkan protokol Covid-19. Penerapan new normal adalah bagian dari menjalani kehidupan sebelum vaksin virus corona ditemukan.

Sementara anggota Dewan Juri Top CSR 2020, sekaligus Direktur Corebest Indonesia, Nurdizal M. Rachman menjelaskan, sejumlah kunci CSR untuk mendukung kelangsungan bisnis di new normal. Yakni bahwa dalam perumusan inisiatif CSR strategis, sebuah perusahaan perlu memerhatikan sejumlah hal. Antara lain, dampak Covid-19 kepada masyarakat, dan kepada aktivitas bisnis. Dengan memertimbangkan dampak tersebut, CSR suatu perusahaan akan mengurangi dampak negatif  new normal ke perusahaan dan masyarakat. “Di samping itu, akan mengoptimalkan perubahan dan nilai-nilai new normal kepada perusahaan dan masyarakat,” papar Nurdizal.

Thendri Supriatno, seorang konsultan CSR, menyebut bahwa dalam masa new normal, perlu ada penyesuaian inisiatif CSR. Hal ini terkait adanya penyesuaian sistem kerja perusahaan dalam seluruh value chain perusahaan, dengan penerapan protokol kesehatan, sebagai tanggung jawab perusahaan kepada pemangku kepentingan.

Direktur Utama Geo Dipa Energi (Persero), Riki Ibrahim menjelaskan bahwa bagi pihaknya kebijakan dan strategi CSR yang terkait dengan bisnis berkelanjutan, sangatlah penting.Itu pun demi memenuhi harapan dan kepentingan para pemangku kepentingan.”Program community development adalah investasi jangka panjang. Juga, membangun kepercayaan publik dan citra perusahaan pun semakin positif,”  kata dia.

Direktur Utama Kideko, M. Kurnia Ariawan, menjelaskan bahwa untuk periode 2013-2018, pihaknya telah mengeluarkan dana investasi sosial senilai Rp 12,8 miliar. Ada berbagai bentuk investasi sosial tersebut, antara lain: pertanian terpadu, Gerakan Sadar Mandiri, dan lain-lain. Disampaikan Kurnia, dalam gerakan sadar mandiri, ada pelatihan kepada kaum perempuan yang menjadi warga binaan.  Ada efek sustainability yang muncul, seperti peningkatan pendapatan menjadi Rp 6 juta per bulan. Gerakan ini pun memanfaatkan tanaman liar yakni purun.

 

BERITA TERKAIT

Duta Anggada Realty Rugi Rp 260,76 Miliar

Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp260,76 miliar atau memburuk dibandingkan akhir 2018 yang mencatatkan…

Berkah WIB, Investor Soloraya Tumbuh

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor Perwakilan Solo mencatat jumlah investor pasar modal di Soloraya terdongkrak karena Waktu Indonesia Berinvestasi…

Mandiri Sekuritas Salurkan Bantuan APD

Peduli penanganan pandemi Covid-19, PT Mandiri Sekuritas kembali menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan untuk para dokter…

BERITA LAINNYA DI

Duta Anggada Realty Rugi Rp 260,76 Miliar

Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp260,76 miliar atau memburuk dibandingkan akhir 2018 yang mencatatkan…

Berkah WIB, Investor Soloraya Tumbuh

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor Perwakilan Solo mencatat jumlah investor pasar modal di Soloraya terdongkrak karena Waktu Indonesia Berinvestasi…

Mandiri Sekuritas Salurkan Bantuan APD

Peduli penanganan pandemi Covid-19, PT Mandiri Sekuritas kembali menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan untuk para dokter…