Laba Bersih Waskita Beton Terkoreksi 63,52%

NERACA

Jakarta – Pada kuartal pertama 2020, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp104,5 miliar, turun 63,52% dibanding priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih Rp286,58 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan total pendapatan  usaha di kuartal pertana tahun ini sebesar Rp753,6 miliar, turun 65% dibanding akhir Maret 2019 yang tercatat sebesar Rp2,2 triliun. Tapi beban pokok pendapatan usaha tercatat Rp566,37 miliar atau turun 68,7% dibanding kuartal I 2019 sebesar Rp1,8 triliun. Pada sisi ekuitas tercatat Rp7,21 triliun,  turun 11,31% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp8,13 triliun.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp8,54 triliun atau mengalami peningkatan 6,6% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp8,01 triliun. Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp15,76 triliun, turun 2,3% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp16,14 triliun. Kemudian untuk kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar minus Rp155,12 miliar,  memburuk dibandingkan kuartal I 2019, yang tercatat minus Rp144 miliar.   

Tahun ini, perseroan begitu optimis dapat mencetak kinerja keuangan lebih baik ketimbang tahun lalu. Buktinya, sepanjang tahun ini, Waskita Beton membidik pendapatan mencapai Rp 10 triliun dengan laba bersih Rp 1,1 triliun.  Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast, Siti Fathia Maisa Syafurah seperti dikutip kontan menyebutkan, untuk mengejar target pendapatan tahun ini setidaknya ada beberapa proyek tol yang akan berkontribusi.  “Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM), dan Cimanggis Cibitung (CCTW), Tebing tinggi - parapat, Kuala Tanjung - Inderapura,"jelasnya.

Selain menggenjot proyek jalan tol, Waskita Beton juga terus melakukan penelitian dan meluncurkan produk-produk baru untuk menarik minat investor. Salah satunya adalah spun pile berdiameter 1,2 m dan panjang 50 m yang merupakan produk precast pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Selanjutnya, Waskita Beton juga terus bersinergi dengan anak-anak usaha BUMN lainnya. Awal tahun ini, anak usaha PT Waskita Karya Tbk ini telah melakukan MoU dengan beberapa anak usaha BUMN seperti Pertamina dan Angkasa Pura. Adapun dengan PT Pertamina Trans Kontinental, Waskita Beton bekerja sama untuk proyek bidang perbaikan dan pembangunan pelabuhan di lokasi pekerjaan milik anak usaha PT Pertamina. 

Sedangkan, sinergi kerja sama juga dilakukan dengan PT Angkasa Pura Properti, anak usaha pengelola bandara PT Angkasa Pura I (Persero), untuk proyek pembangunan dan pemeliharaan area bandara. Menurut Siti, progres dari kerja sama tersebut sebatas perjanjian kerjasama. "Baru pada tahap penandatanganan nota kesepahaman," tegasnya.

Kerjasama tersebut juga sebagai upaya Waskita Beton meningkatkan kontrak eksternal. Dari total kontrak baru sebesar Rp 11,9 triliun, WSBP membidik kontrak eksternal sebesar Rp Rp 5,89 triliun.

BERITA TERKAIT

Pendapatan Diperkirakan Turun 75% - Waskita Beton Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Lesunya sektor infrastruktur akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap moloronya pengerjaan proyek yang telah ditargetkan. Selain itu,…

Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa…

Miliki Likuiditas Sehat - SMF Lunasi Obligasi dan Bunga Rp 539 Miliar

NERACA Jakarta – Jaga beban hutang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF siap membayarkan pokok dan bunga obligasi yang…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Pendapatan Diperkirakan Turun 75% - Waskita Beton Menelan Pil Pahit Imbas Pandemi

NERACA Jakarta – Lesunya sektor infrastruktur akibat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap moloronya pengerjaan proyek yang telah ditargetkan. Selain itu,…

Sentimen Global Topang Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham Senin (13/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring naiknya bursa…

Miliki Likuiditas Sehat - SMF Lunasi Obligasi dan Bunga Rp 539 Miliar

NERACA Jakarta – Jaga beban hutang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF siap membayarkan pokok dan bunga obligasi yang…