Laba Bersih Distribusi Voucher Anjlok 65%

NERACA

Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan di kuartal pertama 2020 sebesar 1,7% year on year (YoY) menjadi Rp860,7 miliar, seiring perseroan melanjutkan ekspansi jaringan dan melengkapi ekosistem dengan bisnisadded-value-service tambahan, terutama dengan digital financial services. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Namun demikian laba bersih perseroan tercatat  Rp7,3 miliar atau turun 65% dibanding kuartal I 2019, yang tercatat sebesar Rp20,9 miliar. Hal itu disebabkan penurunan dari pemasukan keuntungan di investasi lainnya.  Perseroan menyebutkan, pada priode tersebut jumlah mitra Usaha Kecil Menengah (UKM) naik sebesar 17,6% YoY menjadi 25 ribu outlet, dari 21 ribu di kuartal pertama 2019 (bertambah sebanyak ~200 outlet, year to date), meskipun dengan berbagai tantangan yang ada pada tahun ini. Maka atas pencapaian tersebut, perseroan menyampaikan rasa apresiasinya, terutama kepada para pekerja lapangan atas dedikasi luar biasa mereka kepada pelanggan.

Sementara itu, bisnis digital financial services perseroan (prepaid card top-up, infrastructure-as-a-service, digital payment aggregator, etc) berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan positif; pendapatan bertumbuh 6,3% YoY menjadi Rp1,3 miliar pada 1Q20, dari Rp1,2 miliar di 1Q19. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bisnis model sehat yang diadopsi perseroan dalam fondasi yang dibangun lebih dari satu tahun lalu dalam segi jaringan dan produk (platform) telah membuahkan hasil yang baik.  

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya menekan penularan pandemi Covid-19 telah merubah kebiasaan masyarakat untuk lebih bertransaksi secara digital. Tentu saja, hal ini memberikan berkah bagi perseroan karena mencatatkan pertumbuhan. Di tengah pandemi saat ini, perseroan tetap berekspansi pada ekosistem digital UKM yang tangguh, fokus memperkuat infrastruktur digital melalui integrasi dengan bisnis pihak ketiga, seperti logistik dan rantai pasokan.

Lebih lanjut, platform perusahaan yang ada telah menerapkan strategi ekstensifikasi untuk mengatasi tantangan pandemi dengan memperkenalkan Digicluster, aplikasi pesanan digital Business-to-Business (B2B) dalam bentuk WABA (WhatsApp for Business) yang memanfaatkan mesin DIVA Intelligent Instant Messaging (IIM), dengan Telkomsel (TLKM) dan XL Axiata (EXCL) sebagai permulaan.

Melalui strategi ini, perseroan  akan menggabungkan kluster yang belum tersentuh dan memperluas saluran pasokan perseroan di tengah-tengah situasi pandemi, alhasil memperluas volume cakupan produk digital perseroan. Sebagai informasi, pada April 2020, perseroan berinvestasi di PT Antares Global Teknologi (Bahasa.ai), perusahaan Chatbot AI terdepan di Indonesia melalui entitas anak perseroan. Investasi ini akan memperkuat DIVA Intelligent Instant Messaging (IIM) perseroan, menanamkan pengalaman 360-derajat kepada konsumen, terutama kepada segmen konsumen yang kurang melek teknologi.

Ke depannya, investasi ini juga akan menetapkan basis pengguna yang lebih kuat bagi kedua perusahaan, yang mana sementara ini melayani pasar berbeda: DIVA fokus pada segmen UKM, sementara Bahasa.ai mendukung e-commerce, perbankan dan segmen ritel modern. 

BERITA TERKAIT

Dampak Penerapan PSAK 73 - Rasio Utang IPCC Ikut Membengkak Jadi 0,79 Kali

NERACA Jakarta – Penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) 73 memberikan dampak terhadap gambaran laporan keuangan emiten, mulai perolehan laba…

Danai Proyek MNC Lido City - Lagi, PT MNC Land Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan grup MNC yang merencanakan penambahan modal lewat private placement, rupanya langkah yang sama juga…

Hindari Potensi Rugi Besar - Investor Jangan Panik Dalam Situasi Krisis

NERACA Jakarta-  Berinvestasi di pasar modal harus mempertimbangkan berbagai hal dalam memburu cuan. Namun hal yang patut diperhatikan adalah sikap…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Penerapan PSAK 73 - Rasio Utang IPCC Ikut Membengkak Jadi 0,79 Kali

NERACA Jakarta – Penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) 73 memberikan dampak terhadap gambaran laporan keuangan emiten, mulai perolehan laba…

Danai Proyek MNC Lido City - Lagi, PT MNC Land Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan grup MNC yang merencanakan penambahan modal lewat private placement, rupanya langkah yang sama juga…

Hindari Potensi Rugi Besar - Investor Jangan Panik Dalam Situasi Krisis

NERACA Jakarta-  Berinvestasi di pasar modal harus mempertimbangkan berbagai hal dalam memburu cuan. Namun hal yang patut diperhatikan adalah sikap…