We The Health Bantu Kualitas Kesehatan Masyarakat

Indonesia saat ini sedang berhadapan langsung dengan masa transisi New Normal. Masyarakat sedang beradaptasi untuk menjalani aktivitas secara normal namun tetap memperhatikan berbagai tindakan pencegahan agar kondisi badan tetap prima dan terhindar dari segala penyakit, khususnya virus corona yang masih meningkat.

Covid-19 telah mengubah cara hidup berbagai pihak, mulai dari pekerja, murid, orang tua hingga pemerintah. Banyak pihak mulai melakukan berbagai cara untuk melancarkan proses perubahan ke arah New Normal. Untuk itu, diperlukan sinergi dan dukungan dari seluruh pihak mulai dari pemerintah, swasta, tenaga kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri. Sinergi ini dibutuhkan agar seluruh elemen dapat bergotong royong menghadapi pandemi ini.

Maka berangkat dari kepedulian untuk berbagai informasi tentang kesehatan di tengah pandemi, Jovee & Lifepack menggelar konfrensi kesehatan digital pertama di Indonesia, “Melihat kondisi saat ini yang sedang memasuki masa transisi atau disebut era normal baru, kami tergerak melakukan sesuatu. Jovee & Lifepack, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang digital health berinisiasi mengadakan konferensi kesehatan digital pertama di Indonesia yaitu We The Health,” kata Natali Ardianto, CEO Jovee & Lifepack di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, tujuan dari acara We The Health ini adalah ingin membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia agar terus lebih baik. We The Health merupakan konferensi kesehatan digital sebagai sebuah wadah yang menyediakan informasi seputar isu kesehatan dengan narasumber berpengalaman di bidangnya. Narasumber yang dipilih akan memberikan informasi terkait kondisi normal baru. Dukungan dari banyak pihak pun hadir untuk gelaran kali ini. Termasuk dari Kementerian Kesehatan RI.”Menteri Kesehatan mengatakan bahwa dia berharap bahwa inovasi-inovasi yang telah dikembangkan mampu membangun ekosistem digital yang terintegrasi dan mampu meningkatkan efektivitas kinerja, efisiensi dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar dr Slamet, MHP, Staf Ahli Menteri bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kementerian Kesehatan RI.

Rico Mardiansyah Koordinator Aplikasi kesehatan SehatPedia dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa perkembangan kesehatan digital di Indonesia selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan.“Hal tersebut dipengaruhi semakin mudahnya masyarakat mengakses internet. Hasil survei dari asosiasi penyelenggara jasa internet di Indonesia, penetrasi pengguna internet di Indonesia ternyata jumlahnya itu sangat-sangat besar 171 juta jiwa dari total penduduk,” ujar Rico.

Indonesia, kata Rico, memiliki potensi dalam pengembangan teknologi kesehatan digital. Teknologi ini dapat memudahkan masyarakat mendapatkan akses kesehatan dengan lebih mudah.“Berkaitan dengan hal tersebut maka penting bagi kita bersama-sama pemerintah, swasta, serta seluruh stakeholder lainnya melakukan pengembangan secara kolaboratif,”jelasnya.

Hal ini sejalan dengan harapan Natali bahwa inovasi-inovasi digital di bidang kesehatan dapat menjadi jembatan pengetahuan dan koneksi untuk membantu setiap orang yang membutuhkan informasi dan juga layanan kesehatan yang sesuai di tengah kebutuhan saat ini.

 

 

 

BERITA TERKAIT

PBRX Serap Rights Issue Rp 802,21 Miliar

Emiten garmen dan tekstil, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melaporkan telah merealisasikan dana perolehan Penawaran Umum Terbatas (PUT) III dengan…

Dana Kelola Reksadana Juni Tumbuh 1,68%

Pada Juni 2020, dana kelolaan reksadana atau assets under management (AUM) mencapai Rp 504,62 triliun di bulan Juni. Jumlah tersebut…

Pendapatan Apexindo Terkoreksi 15,96%

Di kuartal pertama 2020, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) membukukan pendapatan sebesar US$ 18,26 juta atau turun 15,96% (yoy)…

BERITA LAINNYA DI

PBRX Serap Rights Issue Rp 802,21 Miliar

Emiten garmen dan tekstil, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melaporkan telah merealisasikan dana perolehan Penawaran Umum Terbatas (PUT) III dengan…

Dana Kelola Reksadana Juni Tumbuh 1,68%

Pada Juni 2020, dana kelolaan reksadana atau assets under management (AUM) mencapai Rp 504,62 triliun di bulan Juni. Jumlah tersebut…

Pendapatan Apexindo Terkoreksi 15,96%

Di kuartal pertama 2020, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) membukukan pendapatan sebesar US$ 18,26 juta atau turun 15,96% (yoy)…