Pengembang Properti Dinilai Harus Tekankan Faktor Kesehatan

NERACA

Jakarta - Berbagai produk yang dijual oleh pengembang properti pada era pandemi harus bisa menekankan kepada faktor kesehatan agar dapat meningkatkan kinerja sektor properti nasional.


"Pengembang harus menyediakan terobosan dan menciptakan produk yang terjangkau dan memprioritaskan faktor kesehatan dan keamanan, sehingga calon pembeli dan penyewa akan tertarik," kata Head of Advisory Services Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (17/6).


Menurut Monica, konsep produk properti yang menekankan kesehatan selayaknya diterapkan pengembang di berbagai produk propertinya, mulai rumah tapak, apartemen bertingkat, gerai ritel, gedung perkantoran, hingga kawasan industri.


Hal tersebut, lanjutnya, adalah penting karena calon pembeli dan penyewa umumnya akan memperhitungkan analisis cost-benefit dalam rangka mencapai keputusan yang akan diambil oleh masing-masing terkait properti."Ekspektasi yang lebih tinggi dari penyewa dan pembeli perlu diantisipasi pengembang," ucapnya.


Sementara itu, Head of Capital Markets Colliers International Indonesia Steve Atherton berpendapat ketika kinerja pasar sedang melambat dan tertekan, investor properti kerap mencari harga yang murah guna mengambil kesempatan untuk berinvestasi.


Sebelumnya, konsultan properti Jones Lang Lasalle (JLL) menyatakan kalangan bisnis dan perusahaan kini sedang sibuk memodifikasi sejumlah hal tertentu kepada kantor mereka untuk menjaga kondisi usaha mereka dalam situasi normal baru.


"Aktivitas kembali ke kantor akan menjadi langkah bertahap dengan proses multifase yang kemungkinan akan berevolusi ketika ekonomi terbuka kembali," kata Executive Managing Director JLL Asia Pasifik Martin Hinge.

 

Menurut survei oleh JLL, lebih dari 80 persen klien mereka telah mulai mencari alternatif untuk menjaga bisnis mereka tetap berjalan atau melakukan modifikasi tertentu pada kantor mereka.


JLL juga telah meluncurkan laporan terbaru yang menjelaskan antara lain sejumlah prioritas jangka pendek hingga jangka panjang, termasuk solusi perencanaan ruang, pengalaman yang didukung teknologi dan fungsi operasional yang membantu perusahaan menavigasi proses dalam rangka kembali ke kantor.


"Ketika orang-orang kembali ke kantor, prioritas nomor satu klien kami adalah memastikan bahwa mereka kembali ke lingkungan yang aman dan sehat," katanya.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pengembang properti di berbagai daerah dapat segera bangkit dalam rangka meningkatkan pembangunan perumahan bagi warga terutama pada masa normal baru di Tanah Air.


"Kami berharap para pengembang properti di Indonesia bisa bangkit kembali melaksanakan pembangunan rumah untuk masyarakat di seluruh Indonesia saat pelaksanaan new normal di sektor perumahan di Indonesia," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Khalawi menekankan pentingnya sinergi serta kolaborasi antara pemerintah dan pengembang dalam mewujudkan tercapainya program Sejuta Rumah. Hal itu, ujar dia, karena pemerintah dinilai tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan rumah untuk masyarakat sehingga peran aktif pengembang dalam pembangunan perumahan sangat dibutuhkan.

 

Dirjen Perumahan mengakui bahwa pandemi yang melanda saat ini memang berpengaruh pada produksi rumah yang dibangun oleh pengembang. Kemudian, lanjutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat pengembang mengalami hambatan dalam proses pembangunan dan penjualan rumah yang sudah jadi pun terkendala.


"Pelaksanaan Program Sejuta Rumah memang mengalami hambatan pada masa pandemi Covid-19 ini. Namun pemerintah juga tetap berupaya mendorong agar penyediaan rumah untuk masyarakat dapat dipenuhi dengan baik," ujarnya.


Lebih lanjut, Khalawi menerangkan bahwa pemerintah terus mendorong agar sektor properti di Indonesia tetap tumbuh pada new normal ini.


Sementara itu, Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin menyatakan, pihaknya siap mendukung Kementerian PUPR dalam pembangunan perumahan untuk masyarakat. Menurutnya, banyak masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak dengan harga yang terjangkau.


“Kami siap mendukung pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan new normal di bidang perumahan. Kami juga menyalurkan CSR dalam bentuk pembagian masker dan sembako untuk membantu masyarakat menjalankan aktifitas sehari-hari,” katanya. Mohar/Ant

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Era New Normal, Modena Rilis Tiga Dishwasher Terbaru

    Pandemi COVID19 yang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia telah  mengubah pandangan masyarakat dalam melihat aspek…

Grand Inna Malioboro Siap Terapkan Standardisasi Normal Baru

NERACA Yogyakarta - Hotel Grand Inna Malioboro yang terletak di pusat Kota Yogyakarta siap menerapkan standardisasi protokol pencegahan COVID-19 menyambut…

Manajemen PT PP Pastikan Park Hotel Jakarta Siap Beroperasi Lagi

NERACA Jakarta - Manajemen PT PP (Persero) tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka Indonesia, memastikan Park Hotel Jakarta…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Era New Normal, Modena Rilis Tiga Dishwasher Terbaru

    Pandemi COVID19 yang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia telah  mengubah pandangan masyarakat dalam melihat aspek…

Pengembang Properti Dinilai Harus Tekankan Faktor Kesehatan

NERACA Jakarta - Berbagai produk yang dijual oleh pengembang properti pada era pandemi harus bisa menekankan kepada faktor kesehatan agar…

Grand Inna Malioboro Siap Terapkan Standardisasi Normal Baru

NERACA Yogyakarta - Hotel Grand Inna Malioboro yang terletak di pusat Kota Yogyakarta siap menerapkan standardisasi protokol pencegahan COVID-19 menyambut…