Dexamethasone Bisa Turunkan Daya Tahan Tubuh

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan masyarakat mengenai salah satu efek jangka panjang penggunaan dexamethasone tanpa resep dokter, yakni bisa menurunkan daya tahan tubuh. Karena itu Kepala BPOM Penny Lukito dalam pernyataan tertulis mewanti masyarakat untuk tak membeli dexamethasone atau obat steroid lainnya secara bebas tanpa resep dokter. Peringatan berlaku baik untuk pembelian obat secara langsung ataupun melalui platform online.

"Untuk penjualan obat deksametason dan steroid lainnya, termasuk melalui online tanpa ada resep dokter dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," tutur Penny dikutip dari laman resmi BPOM.

Selain menurunkan sistem imunitas tubuh, penggunaan dexamethasone jangka panjang tanpa indikasi medis dan resep dokter akan meningkatkan tekanan darah, diabetes, moon face, dan masking effect serta efek samping lain yang berbahaya.

Dexamethasone atau deksametasone merupakan merupakan obat perawatan steroid yang selama ini digunakan untuk mengobati kondisi seperti arthritis, gangguan kekebalan tubuh, reaksi alergi, dan masalah pernapasan.

Peringatan serupa sempat disampaikan dokter spesialis paru Fahmi Alatas. Dokter yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menjelaskan, sifat dexamethasone yang menahan air dalam badan sehingga fungsi filtrasi ginjal berkurang itulah yang bisa memicu moon face--berupa muka bulat seperti bengkak karena mangandung air. Pasalnya, obat dexamethasone yang bersifat menahan air tersebut lambat laun bahkan bisa merusak ginjal.

Fahmi pun mengibaratkan obat ini seperti mata pedang. Sebab selain berfungsi mengatasi masalah peradangan, dexamethasone juga menyimpan efek samping. Yang paling sering terjadi tutur Fahmi, adalah gastritis atau luka pada mukosa lambung yang mengakibatkan muntah darah. Dexamethasone juga bisa menyebabkan pendarahan dalam sistem pencernaan yang ditandai dengan buang air besar berwarna hitam. Penggunaan dexamethasone juga membuat gula darah tidak terkontrol.

Sementara hasil penelitian Universitas OXford menunjukkan penggunaan dexamethasone yang menurunkan kematian hanya terjadi khusus pada pasien Covid-19 yang berat dan telah menggunakan ventilator--alat bantu pernapasan. Sedangkan pada pasien dengan gejala ringan atau sedang atau yang tak dirawat di rumah sakit, obat ini tak bermanfaat. Dexamethasone merupakan golongan steroid yang merupakan obat keras dan terdaftar di BPOM. Namun begitu pembeliannya harus menggunakan resep dokter dan di bawah pengawasan dokter.

"Badan POM RI terus memantau dan menindaklanjuti hasil lebih lanjut terkait penelitian ini serta informasi terkait penggunaan obat untuk penanganan Covid-19 dengan melakukan komunikasi dengan profesi kesehatan terkait seperti WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain," terang Penny dalam keterangan tertulis.

BERITA TERKAIT

Obat Corona REG-COV2 Masuk Tahap 3 Uji Klinis Manusia

Perusahaan farmasi Regeneron mengumumkan sudah memasuki tahap akhir uji klinis manusia terkait obat untuk mengobati dan mencegah infeksi virus corona…

Kejang Usai Vaksinasi Tak Pengaruhi Perkembangan Anak

Kejang terkait demam usai vaksinasi kerap membuat orang tua panik dan enggan melakukan imunisasi. Studi terbaru meneliti efek kejang dengan…

Masih Banyak Masyarakat Cuek Protokol Kesehatan

Sejumlah daerah di Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan sejenisnya selama sekitar tiga bulan di kala pandemi Covid-19.…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Obat Corona REG-COV2 Masuk Tahap 3 Uji Klinis Manusia

Perusahaan farmasi Regeneron mengumumkan sudah memasuki tahap akhir uji klinis manusia terkait obat untuk mengobati dan mencegah infeksi virus corona…

Kejang Usai Vaksinasi Tak Pengaruhi Perkembangan Anak

Kejang terkait demam usai vaksinasi kerap membuat orang tua panik dan enggan melakukan imunisasi. Studi terbaru meneliti efek kejang dengan…

Masih Banyak Masyarakat Cuek Protokol Kesehatan

Sejumlah daerah di Indonesia menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan sejenisnya selama sekitar tiga bulan di kala pandemi Covid-19.…