Prudential Minimalisir Volatilitas Investasi Nasabah

 

 

NERACA

 

Jakarta - Industri asuransi melakukan sejumlah strategi untuk meminimalisasi volatilitas investasi nasabah terkait kondisi pasar dalam negeri yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dan tekanan global.

 

Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda di Jakarta, Selasa (16/6) mengatakan,sejak WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi dunia pada pertengahan Maret 2020, pasar modal dunia dan juga Indonesia mengalami koreksi. Pembatasan wilayah berskala besar yang dilakukan pemerintah di sejumlah negara berdampak pada perlambatan ekonomi.

 

Internasional Monetary Fund (IMF) mengoreksi pertumbuhan ekonomi dunia dan Indonesia turun berturut-turut 3 persen dan 0,53 persen, hal tersebut berimbas pada koreksi Indeks Harga Saham pada hampir semua negara, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

 

"Menanggapi kondisi pasar dalam negeri yang terdampak oleh pandemi COVID-19 dan tekanan global, kami melakukan sejumlah strategi untuk meminimalisasi volatilitas investasi nasabah," katanya.

 

Menurut dia, Prudential Indonesia bersama Eastspring Indonesia, perusahaan Manajer Investasi, mengambil langkah untuk mendampingi nasabah dalam menghadapi kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

 

"Dalam mengelola investasi nasabah, khususnya di tengah fase normal baru ini, kami menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dalam memilih saham dan hanya yang memiliki fundamental baik dan pendanaan yang kuat," ujar Novi.

 

Terkait dana investasi saham, perusahaan fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang seperti konsumsi, kesehatan, dan komunikasi yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas.

 

Sedangkan untuk dana investasi obligasi, perusahaan berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dianggap lebih likuid. "Dengan strategi seperti ini, kami berharap dapat meminimalisir risiko dan pada saat yang bersamaan tetap efektif dalam meningkatkan kinerja ketika pasar pulih," katanya.

 

Sementara itu Chief Executive Officer Eastspring Indonesia Alan T. Darmawan menambahkan di tingkat global, sentimen pasar masih akan cenderung negatif dan volatilitas pasar masih tinggi.

 

Pihaknya memprediksi pandemi dapat terkendali tetapi tidak dalam waktu singkat dan ekonomi terus tumbuh, tetapi produktivitas menurun selama beberapa bulan sehingga pertumbuhan melambat.

 

Namun, menurut dia, situasi saat ini hanyalah fluktuasi sementara dan pasar Indonesia akan pulih dalam jangka waktu menengah dan panjang, karena stabilitas fundamental ekonomi makro Indonesia yang relatif stabil.

 

"Di saat seperti ini, justru kami melihat ini merupakan kesempatan bagi Nasabah untuk tetap berinvestasi agar mencapai imbal investasi dalam jangka panjang yang lebih tinggi," katanya.

 

Senada dengan itu Novi menambahkan, volatilitas pasar memang masih tinggi, namun masyarakat diharapkan tetap tenang dan melakukan investasi secara berkala hingga tujuan investasi tercapai.

 

BERITA TERKAIT

OCBC NISP Berdayakan Pengusaha Perempuan

  NERACA Jakarta – Bank OCBC NISP menghadirkan solusi menyeluruh untuk mendukung perempuan Indonesia menjalankan dan mengembangkan bisnisnya dengan maksimal…

DPR Minta Transparansi Soal Merger Bank BUMN Syariah

NERACA Jakarta - Terkait proses penggabungan bank syariah BUMN yang sedang berlangsung saat ini, Kementerian BUMN diminta transparan mempresentasikan roadmap…

Jamsyar Gandeng Bank Sinarmas Dukung Pertumbuhan Bisnis Syariah

NERACA Jakarta - Jamkrindo Syariah menggandeng Bank Sinarmas (Unit Usaha Syariah) dalam mendukung pertumbuhan bisnis syariah serta meningkatkan strategi layanan…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

OCBC NISP Berdayakan Pengusaha Perempuan

  NERACA Jakarta – Bank OCBC NISP menghadirkan solusi menyeluruh untuk mendukung perempuan Indonesia menjalankan dan mengembangkan bisnisnya dengan maksimal…

DPR Minta Transparansi Soal Merger Bank BUMN Syariah

NERACA Jakarta - Terkait proses penggabungan bank syariah BUMN yang sedang berlangsung saat ini, Kementerian BUMN diminta transparan mempresentasikan roadmap…

Jamsyar Gandeng Bank Sinarmas Dukung Pertumbuhan Bisnis Syariah

NERACA Jakarta - Jamkrindo Syariah menggandeng Bank Sinarmas (Unit Usaha Syariah) dalam mendukung pertumbuhan bisnis syariah serta meningkatkan strategi layanan…