Berperan Melawan Misinformasi - Whatsapp Beri Pelatihan Literasi Digital Perempuan

Di era digital saat ini, segala sesuatunya bisa dilakukan dengan mudah, efisen dan cepat. Begitu juga dengan informasi, dalam hitungan detik bisa menyebar ke seluruh penjuru. Hanya saja, kemudahan akses informasi yang begitu cepat di era digital saat ini menimbulkan masalah atau potensi perpecahan bagi mereka yang mudah menelan informasi tanpa disharing terlebih dahulu. Apalagi musim pemilihan kepala daerah (Pilkada), begitu banyak berita hoaks yang bermunculan.

Riset dari Universitas Gaja Mada (UGM) menemukan bahwa sebagian besar perempuan Indonesia menerima misinformasi melalui tiga jenis grup di WhatsApp, yaitu grup teman/alumni sekolah, grup keluarga, dan grup profesional. Topik misinformasinya meliputi isu terkait politik, gosip, agama, dan kesehatan. Riset tersebut menemukan bahwa mayoritas perempuan dalam grup memilih untuk diam mengenai misinformasi karena mereka tidak merasa nyaman atau kurang mengetahui cara yang tepat untuk menanggapi isu-isu tersebut secara efektif. 

Berangkat dari upaya memberdayakan perempuan Indonesia meningkatkan literasi digitalnya, Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM bekerja sama dengan WhatsApp menyelenggarakan sejumlah pelatihan literasi digital untuk perempuan di empat lokasi: Tangerang Selatan, Mamuju, Tomohon, dan Makassar.

Clair Deevy, Direktur Kebijakan APAC, WhatsApp dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan Indonesia dengan meningkatkan kemampuan literasi digitalnya untuk secara aktif melawan misinformasi di lingkungan mereka dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. “Kami senang bekerja sama dengan Novi Kurnia dan timnya dari UGM melalui sebuah riset bermanfaat yang menghasilkan program inisiatif pelatihan literasi digital untuk perempuan Indonesia,”ujarnya.

Menurutnya, memberdayakan masyarakat melalui edukasi adalah salah satu cara paling efektif untuk menangkal permasalahan misinformasi yang viral. Sebagai tambahan untuk edukasi, WhatsApp terus berupaya untuk berinvestasi dalam perubahan produk yang dirancang untuk menyelesaikan tantangan publik ini.

Kata Novi Kurnia, Ketua tim riset UGM, seiring dengan terjadinya pergeseran terhadap peran tradisional perempuan Indonesia dari seorang istri dan ibu menjadi figur yang lebih aktif di ranah publik, perempuan kini memiliki peranan penting dalam melawan misinformasi digital jika dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan yang tepat. “Inilah mengapa kami bekerja sama dengan WhatsApp untuk menyelenggarakan pelatihan literasi digital di beberapa kota yang diidentifikasi rentan terhadap misinformasi politik oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum,”ujarnya. 

Perjalanan literasi digital di empat kota akan dimulai pada Juli 2020 dan akan fokus melatih perempuan berumur 23-58 tahun dari berbagai macam latar belakang, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawati perusahaan swasta, guru, pengusaha, dan ibu rumah tangga. Pemilihan peserta dilihat dari keaktifan perempuan di komunitas dan juga pada grup WhatsApp.

Sementara pihak Whatsapp sendiri melakukan perubahan produk untuk menangkal misinformasi, diantaranya membatasi jumlah penerima pada fitur meneruskan pesan (forward) menjadi 5, yang terbukti dapat mengurangi jumlah pesan yang diteruskan dalam WhatsApp sebanyak 25%.

Menambahkan label ‘diteruskan’ (forwarded) berbentuk satu buah panah pada pesan yang telah diteruskan. Whatsapp juga menambahkan label 'banyak diteruskan’ (Highly forwarded) berbentuk dua buah panah pada pesan yang telah diteruskan sebanyak lebih dari empat kali. Selain itu, Whatsapp baru saja memperkenalkan pengaturan privasi grup yang memberikan semua pengguna kemampuan untuk mengontrol grup mana yang ingin mereka terima, dan menghindari pengguna untuk ditambahkan ke grup yang tidak diinginkan.

BERITA TERKAIT

Ajak Konsumsen Peduli Lingkungan - Gojek Serap Jejak Karbon Lewat Penanaman Pohon

Tidak hanya sekedar menjadi transportasi massa, Gojek juga menjadi bagian yang peduli pada lingkungan dan bahkan mengajar para mitranya dan…

Bersama Gerakan Turun Tangan - PPA Donasi Bantuan Paramedis dan Petugas TPU

Dalam rangka membantu tenaga medis dalam memerangi pandemi Covid-19, Gerakan TurunTangan dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Tbk menyalurkan bantuan…

Tingkatkan Mutu Pendidikan SMK - Indocement Beri Sertifikasi Kompetensi Pengelasan

Peduli pada peningkatan mutu pendidikan, produsen semen PT Indocement Tunggal Perkasa memberikan sertifikasi kompetensi teknik pengelasan kepada sejumlah guru SMK swasta di…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ajak Konsumsen Peduli Lingkungan - Gojek Serap Jejak Karbon Lewat Penanaman Pohon

Tidak hanya sekedar menjadi transportasi massa, Gojek juga menjadi bagian yang peduli pada lingkungan dan bahkan mengajar para mitranya dan…

Bersama Gerakan Turun Tangan - PPA Donasi Bantuan Paramedis dan Petugas TPU

Dalam rangka membantu tenaga medis dalam memerangi pandemi Covid-19, Gerakan TurunTangan dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Tbk menyalurkan bantuan…

Tingkatkan Mutu Pendidikan SMK - Indocement Beri Sertifikasi Kompetensi Pengelasan

Peduli pada peningkatan mutu pendidikan, produsen semen PT Indocement Tunggal Perkasa memberikan sertifikasi kompetensi teknik pengelasan kepada sejumlah guru SMK swasta di…