Pekan ini, Harga Sebagian Cabai-Cabaian di Sukabumi Turun - Cabai Rawit Dibandrol Rp70 Ribu per Kilogramnya

Pekan ini, Harga Sebagian Cabai-Cabaian di Sukabumi Turun

Cabai Rawit Dibandrol Rp70 Ribu per Kilogramnya 

NERACA

Sukabumi - Komoditas cabai rawit merah pekan ini alami penurunan harga, yang sebelumnya komoditi tersebut terus alami penaikan harga dari akhir tahun 2019 hingga awal pekan Februari 2020. Berdasarkan hasil monitoring harga bahan pokok penting (Bapokting) yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindutrian (Diskop, UMKM, Dagrin) Kota Sukabumi di Pasar Tipar Gede dan Pasar pelita, saat ini harganya berada dikisaran Rp70 ribu per kilogramnya. 

"Iya cabai rawit merah saat ini turun harga menjadi Rp70 ribu dari Rp90 ribu, atau turunya sekitar Rp20 ribu per kilonya," ujar Kabid Diskop, UMKM, dagrin Kota Sukabumi Heri Sihombing kepada Neraca, Rabu (12/2).

Turunya harga cabai rawit merah diikuti juga oleh cabai merah lokal, cabai rawit hijau dan bawang putih. Sedangkan yang terpantau alami penaikan harga tambah Heri, hanya cabai merah keriting dari Rp48 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogramnya."Kalau cabai merah lokal turunya sekitar Rp10 ribu, atau dari semula Rp80 ribu menjadi Rp70 ribu per kilonya, kemudian cabai rawit hijau menjadi Rp30 ribu dari Rp32 ribu per kilonya, dan untuk bawang putih semula Rp55 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogramnya," terang Heri.

Penurunan terhadap beberapa komoditi, bisa saja jalur distibusi yang sudah mulai lancar. Atau kata Heri, bisa saja barangnya melimpah, sedangkan permintaan menurun."Selain itu juga bisa diakibatkan menyuplai komoditi tersebut tergolong banyak, dan demand (permintan) tetap," ujarnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan terus lakukan pengawasan terhadap semua bapokting. Hal ini tentunya untuk mengantisipasi adanya kelangkaan bapokting. terutama terhadap cabai-cabaian yang sewaktu-waktu bisa kembali alami penaikan harga."Kita setiap hari terus turun ke lapangan untuk memantau perkermbangan harga bapokting," ucap Heri.

Sementara itu lanjut Heri, bapokting dan barang strategis lainya tergolong stabil. Seperti beras Ciherang Cianjur masih bertahan Rp11.500 per kilogram, begitu juga dengan beras Ciherang dari Sukabumi masih normal Rp9.400 per kilogramnya. Kemudian daging sapi Rp110 ribu per kilogram, minyak goreng (curah) masih bertahan di angka Rp10 ribu dan gula pasir tetap Rp11 ribu per kilogramnya. begitu juga dengan daging ayam broiler masih diangka Rp33 ribu."Beberapa komoditas lainya masih terpantau stabil," jelasnya.

Heri juga menambahkan, sejauh ini semua stok bapokting dan barang strategis lainya cukup tersedia, serta fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian dalam kondisi aman dan lancar."Saat ini semua ketersediaan bapokting dan bahan strategis lainya relatif aman," pungkasnya. Arya

 

 

BERITA TERKAIT

Layanan Gratis Tanpa Syarat Yayasan Pstore Peduli akan Resmikan Klinik Merakyat

NERACA   Jakarta - Yayasan Pstore Peduli dalam waktu dekat akan meresmikan Klinik Merakyat. Klinik yang akan memberikan layanan kesehatan…

Dirjen PSLB3 KLHK: Hampir 3 Juta Relawan Ikuti World Cleanup Day (WCD) di Daerahnya

NERACA Jakarta - Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati mengatakan,…

Great Giant Livestock Berkomitmen Berikan Gizi Terbaik - di Masa Pandemi Covid-19

NERACA   Jakarta - Pandemi Covid-19 hingga kini telah menginfeksi jutaan orang didunia dan Indonesia sendiri sebanyak 200 ribu lebih…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Layanan Gratis Tanpa Syarat Yayasan Pstore Peduli akan Resmikan Klinik Merakyat

NERACA   Jakarta - Yayasan Pstore Peduli dalam waktu dekat akan meresmikan Klinik Merakyat. Klinik yang akan memberikan layanan kesehatan…

Dirjen PSLB3 KLHK: Hampir 3 Juta Relawan Ikuti World Cleanup Day (WCD) di Daerahnya

NERACA Jakarta - Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati mengatakan,…

Great Giant Livestock Berkomitmen Berikan Gizi Terbaik - di Masa Pandemi Covid-19

NERACA   Jakarta - Pandemi Covid-19 hingga kini telah menginfeksi jutaan orang didunia dan Indonesia sendiri sebanyak 200 ribu lebih…