Pelaku Pasar Jangan Berlebihan - BEI Yakini Sentimen Corona Jangka Pendek

NERACA

Jakarta – Kepanikan telah menyebarnya wabah virus corona asal China ke beberapa negara di Asia memberikan dampak terhadap industri pasar modal. Dimana pelaku pasar lebih menahan transaksi di pasar sambil menunggu adanya kepastian akan penanganan virus tersebut. Dampak dari virus corona juga dirasakan betul terhadap transaksi pasar modal di dalam negeri.

Kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, wabah virus corona ini berdampak terhadap pasar modal. Dirinyaa berharap wabah virus corona hanya akan menjadi dampak jangka pendek. “Pengaruhnya memang ada, tetapi secara jangka panjang semoga tidak ada,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan, penyebaran virus corona ini tentu berdampak bagi perekonomian China. Namun, dia melihat dari kasus-kasus sebelumnya seperti virus flu burung dan SARS hanya berdampak dalam jangka pendek terhadap pasar modal. Sehingga, Inarno mengimbau pelaku pasar untuk tidak terlalu khawatir berlebih.

Bernadus Wijaya, Vice President Head of Business Development PT Sucor Sekuritas menuturkan, kekhawatiran terkait virus corona memang semakin nyata lantaran korban juga terus berjatuhan. Kondisi ini, lanjutnya diperparah terjadi saat tahun baru Imlek. Di mana Tahun Baru Imlek ini perekonomian di China harusnya lagi kencang-kencangnya.

Wabah virus corona ini mengakibatkan perekonominan tidak berjalan dengan baik dan sudah diprediksikan ekonomi China akan menurun pada kuartal pertama tahun ini. Bercermin dengan kasus sebelumnya, kata Bernadus, saat ada penyebaran virus SARS di China pada 2002 dan dinyatakan bisa disembuhkan, maka indeks kembali naik sebesar 10%.”Itu bisa kita lihat bahwa dengan adanya aksi dari pemerintah China untuk mengatasi virus ini, jika aksinya benar-benar bisa menyembuhkan virus corona, mengatasi wabah ini dengan baik, tentunya indeks akan positif,” ujarnya.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah pernah bilang, pasar saham diperkirakan bereaksi atas dampak penyebaran virus corona pada perekonomian global dan bisa berdampak bagi pergerakan IHSG.”Perkiraan pasar global yang mengalami tekanan akibat dari kekhawatiran virus corona menjadi salah satu faktor peluang tekanan bagi IHSG pada pekan ini,"jelasnya.

Sebaliknya, Direktur Mandiri Sekuritas, Silva Halim mengatakan, masih terlalu dini menyimpulkan penyebaran virus corona bakal mengganggu pergerakan IHSG. Diakuinya dalam sepekan terakhir, investor global terus mencermati pergerakan virus mematikan tersebut. Namun, dia memandang masih terlalu awal jika harus membuat kesimpulan bahwa virus itu akan mengganggu pergerakan pasar saham. 

Dampak virus tersebut ke Indonesia diperkirakan kecil karena secara geografis, lokasi Indonesia dan China terbilang jauh. Selain itu, dia berharap berbagai antisipasi atas penyebaran virus corona dapat dilakukan secara optimal sehingga penyebarannya dapat dikendalikan. “Mungkin terlalu dini ya untuk membahas itu. Ini penyebaran virusnya kan baru mulai pekan lalu. Kami yakin dampaknya lebih ke sana, ke area yang terkena langsung,”jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Hadirkan Teknologi Plasmacluster - Sharp Buktikan Efektif Turunkan Risiko Coronavirus

Mudahnya penyebaran virus corona melalui udara atau karena kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik, mendorong PT…

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Hadirkan Teknologi Plasmacluster - Sharp Buktikan Efektif Turunkan Risiko Coronavirus

Mudahnya penyebaran virus corona melalui udara atau karena kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik, mendorong PT…

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…