Platform Bersama e-KYC - Dukcapil Tegaskan Tak Ada Pemberian Data NIK

Era digital yang serba cepat dan agile, industri perbankan dituntut untuk menyediakan layanan berbasis teknologi digital. Layanan digital akan memudahkan nasabah untuk terhubung langsung dengan bank untuk proses transaksi, baik finansial maupun non-finansial. Itu sebabnya, menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, transaksi perbankan ke depan akan lebih banyak dilakukan secara online dan yang menjadi pilarnya adalah data kependudukan.”Ini yang membuat Dukcapil bangga dan berbesar hati. Apalagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memerintahkan seluruh lembaga perbankan melakukan verifikasi know your customer (KYC) berbasis nomor induk kependudukan atau NIK,"kata Zudan saat penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfatan data kependudukan antara Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan PT Jelas Karya Wasantara di Jakarta, kemarin.

Melalui  kerja sama ini PT Jelas  dapat bertindak sebagai penyelenggara platform bersama untuk proses verifikasi e-KYC (Electronic Know Your Customer), termasuk di dalamnya verifikasi data NIK, KTP elektronik, dan foto wajah. Menurut Zudan, platform bersama ini bisa mewadahi bank, koperasi, hingga rumah sakit untuk memverifikasi data nasabah dengan menggunakan data Dukcapil.

Sebelumnya sudah ada dua perusahaan lain yang bekerja sama dengan Kemendagri lewat platform bersama dan ditegaskan tak ada data yang diberikan melalui platform ini. Yang ada hanyalah kerjasama untuk pemanfaatan verifikasi dgn data kependudukan."Yang sudah jalan itu Perbarindo dan Kustodian Sentral Effect Indonesia/KSEI untuk membantu anggota-anggotanya. Yang penting dalam kerjasama ini adalah tidak ada data yang keluar lewat platform ini, tidak ada data yang diungkap. Tidak ada nama, alamat, tgl.lahir, pekerjaan dll yang keluar. Jadi ketika orang memasukkan NIK-nya, kemudian dicocokkan dengan face recognition, maka kesimpulannya NIK tersebut cocok-tidak cocok, betul-tidak betul, sama - tidak sama, jelasnya.

Zudan menegaskan, dalam kerja sama ini tidak ada data yang diberikan kepada pihak lain. Menurutnya, mitra kerja sama hanya diberi akses untuk melakukan verifikasi data."Jadi yang perlu disampaikan adalah tidak ada dalam kerja sama ini yang memberikan data, karena di luar ini ramai. Banyak yang tidak tahu, yang tidak paham, tapi komentar macam-macam. Dan repotnya, komentator itu tidak mau bertabayun pada dirjen dukcapil, tidak mau konfirmasi dulu. Saya tegaskan lagi,  Tidak ada data yg diungkap, tidak ada data yang dibuka. Banyak sekali masyarakat yang perlu kita berikan edukasi, kita berikan literasi, yang diberikan adalah hak akses untuk verifikasi data. Dalam platform bersama juga tidak ada data yang dibuka, tidak ada data yang diungkap, yang ada hanya kesimpulannya saja. Cocok-tidak cocok, benar-tidak benar, matching-tidak matching, sama-tidak sama," tandasnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya perekaman data penduduk agar bisa berguna di semua sektor, dari layanan publik hingga penegakan hukum. Dia percaya, data yang direkam dengan apik akan melindungi seluruh masyarakat.

BERITA TERKAIT

Dirut Sritex Didaulat Jadi Ketua Umum AEI

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, Iwan Setiawan Lukminto terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia…

Saham Sumber Global Energy Masuk UMA

Perdagangan saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terjadi peningkatan harga…

Pefindo Biro Kredit Rombak Pengurus

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Pefindo Biro Kredit memutuskan untuk merombak susunan pengurus dalam rangka memperkuat manajemen…

BERITA LAINNYA DI

Dirut Sritex Didaulat Jadi Ketua Umum AEI

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, Iwan Setiawan Lukminto terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia…

Saham Sumber Global Energy Masuk UMA

Perdagangan saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terjadi peningkatan harga…

Pefindo Biro Kredit Rombak Pengurus

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Pefindo Biro Kredit memutuskan untuk merombak susunan pengurus dalam rangka memperkuat manajemen…