Gandeng Kerjasama SCMA - MNCN Kembangkan Produksi Konten Lokal

NERACA

Jakarta – Kembangkan bisnis kontel lokal, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) menggandeng kerjasama dengan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Nantinya produksi konten tersebut bisa ditayangkan di masing-masing layanan platform over-the-top (OTT). Adapun skema investasi dan kepemilikan kerjasama tersebut adalah fifty-fifty.”Mengenai MoU ini, intinya kami dari kedua belah pihak sudah sepakat untuk mengadakan kerjasama dan berkolaborasi strategis untuk menghadapi tantangan ke depan,” kata David Fernando Audy, President Director MNCN di Jakarta, kemarin.

David menyebutkan, poin utama dalam kerjasama tahap awal ini lebih mengedepankan kolaborasi memproduksi konten.“Poin yang kami rasa penting untuk dikolabirasikan adalah mengenai content production atau co-production kalau istilah di industri kami,” tutur David.

Dia mengungkapkan, memproduksi konten untuk ditayangkan pada platform OTT membutuhkan investasi yang cukup besar, sehingga MNCN dan SCMA yang berada di bawah Asosiasi Televisi Swasta Indonesia, disingkat dengan (ATVSI) memutuskan untuk membuat konten secara bersama-sama.”Kami mengetahui, memproduksi konten ini membutuhkan cost yang tidak murah. Jadi, kami melihat bahwa ada hal-hal yang bisa dikolaborasikan. Kerjasama ini juga terbuka untuk stasiun-stasiun televisi lain, seperti TransTV, Metro TV atau TV One,”jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kerjasama pembuatan konten antara MNCN dan SCMA ini nantinya bisa ditayangkan di masing-masing platform original OTT. “Daripada kami bikin sendiri-sendiri yang cost-nya mahal, lebih baik kami bikin bersama. Tetapi, bisa kami gunakan di paltform milik RCTI maupun platform OTT milik SCMA,” beber David.

Pada dasarnya, jelas David, kerjasama MNCN dengan SCMA memiliki semangat nasionalisme agar perusahaan nasional Indonesia menjadi pemenang di pasar dalam negeri. “Kami tidak ingin menjadikan Indonesia hanya sebagai target penjualan pasar dunia, tetapi tetap kuat sebagai negara dengan perusahaan nasionalnya yang dominan,” tandasnya.

Sementara President Director SCMA, Sutanto Hartono menambahkan, kerjasama memproduksi konten untuk layanan di platform OTT merupakan kerjasama yang cukup sederhana, sehingga tidak akan mempengaruhi struktur kepemilikan di masing-masing perusahaan."Tetapi ke depannya, kalau memang ada peluang sinergi, maka tidak menutup kemungkinan bagi kami untuk mendirikan satu perusahaan joint venture yang khusus mengerjakan content production, misalnya branded content. Kerjasama yang sekarang ini bisa menjadi tahap awal terhadap kemungkinan tersebut," papar Sutanto.

 

BERITA TERKAIT

Hadirkan Teknologi Plasmacluster - Sharp Buktikan Efektif Turunkan Risiko Coronavirus

Mudahnya penyebaran virus corona melalui udara atau karena kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik, mendorong PT…

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Hadirkan Teknologi Plasmacluster - Sharp Buktikan Efektif Turunkan Risiko Coronavirus

Mudahnya penyebaran virus corona melalui udara atau karena kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik, mendorong PT…

Peringkat KIK EBA Garuda Direvisi Jadi BB

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01…

Keuangan Syariah Tumbuh Positif - OJK Catat Total Saham Syariah Rp 3.013 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, geliat industri keuangan syariah masih tumbuh positif  dan termasuk pasar modal syariah. Hal…