CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi CATCHPLAY+ - Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020

CATCHPLAY Perbarui Mereknya Menjadi “CATCHPLAY+”

Umumkan Penayangan Eksklusif Film Bebas Februari 2020

NERACA

Jakarta - Layanan konten hiburan digital Asia Pasifik, CATCHPLAY, memperbarui mereknya menjadi "CATCHPLAY+" di semua wilayah layanan termasuk Indonesia, Taiwan dan Singapura. Distributor film dan penyedia konten yang berbasis di Taiwan ini meluncurkan layanan konten digitalnya Maret 2016 di Taiwan dan kemudian diperluas ke Indonesia dan Singapura. Saat ini CATCHPLAY+ telah menjadi salah satu penyedia konten dan layanan digital premium terkemuka di Asia Tenggara dengan 4,2 juta pengguna dan jaringan distribusi yang mapan.

Mitra distribusi konten dan penyedia layanan digital CATCHPLAY+ meliputi sejumlah operator telekomunikasi dan TV berbayar terkemuka di Indonesia termasuk Telkom Indonesia, First Media, XL Home, produsen TV pintar MiTV, LG, Sony TV dan platform e-commerce Tokopedia, Shopee, Gojek selain merek makanan legendaris Indonesia cepat saji Bakmi GM. Inisiatif penyegaran merek CATCHPLAY+ menjanjikan peningkatan besar pada konten dan pengalaman pengguna.

“Dengan menyegarkan merek kami ke CATCHPLAY+, kami juga mengumumkan komitmen kami untuk menyediakan lebih banyak jenis konten berkualitas tinggi. Selain deretan film blockbuster internasional dan lokal kami yang kuat, pengguna juga akan menemukan serial drama, acara TV, dan dokumenter terkemuka, banyak tersedia secara eksklusif di CATCHPLAY+ di samping peningkatan pengalaman untuk pengguna yang cerdas," kata Daphne Yang, Chief Executive Officer dari CATCHPLAY Group, Rabu (11/12).

Pada tahun 2019, CATCHPLAY+ mulai memperkenalkan serial drama kepada para penggunanya di Asia termasuk serial TV asli Taiwan, The World between Us dan The Making of An Ordinary Woman, yang menduduki peringkat dua teratas dalam peringkat di pasar berbahasa Mandarin.“Kami beruntung bisa membawa The World between Us dan The Making of An Ordinary Woman menjadi perhatian dunia. Keberhasilan tersebut mendorong kami untuk berkomitmen untuk memberikan lebih banyak konten orisinal melalui produksi atau kerjasama produksi untuk memberikan kepada pelanggan kami konten yang lebih unik," ungkap Daphne.

Daphne Yang menambahkan, keterlibatan CATCHPLAY+ secara mendalam dengan industri produksi konten lokal juga menjadi fokus.“Kami sangat senang mengumumkan kemitraan digital eksklusif kami dengan Miles Films pada film blockbuster Indonesia terbaru, BEBAS,” tambah dia.

Film BEBAS yang diproduksi oleh Mira Lesmana dan disutradarai oleh Riri Riza, yang merupakan versi Indonesia dari film Korea 2011 yang sangat sukses, Sunny, telah menarik ratusan ribu penonton dan menjadi box office serta mendapat ulasan yang sangat baik sejak pemutaran perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 3 Oktober lalu. Film BEBAS akan segera tersedia di CATCHPLAY+ secara eksklusif mulai Februari 2020.

Selain itu, melanjutkan tradisi menawarkan film-film blockbuster Hollywood eksklusif terbaru, CATCHPLAY+ akan terus menawarkan judul-judul eksklusif di Indonesia, seperti Rambo: Last Blood, Angel Has Fallen, John Wick: Chapter 3 Parabellum, dan blockbuster studio terbaru, seperti Gemini Man, Joker, IT: Chapter 2, Fast & Furious: Hobbs & Shaw dan banyak lagi. Ratusan jam serial drama dan acara TV juga akan ditambahkan ke CATCHPLAY+ termasuk Temple, sebuah serial drama 8 episode terbaru Mark Strong, khusus untuk Indonesia.

Daphne Yang menegaskan, perbedaan terbesar CATCHPLAY+ dari platform OTT (TV on Demand) Asia lainnya adalah kontennya yang dipilih dengan baik dan pengalaman BEBAS iklan bagi pengguna.“Saat ini ketika menyangkut layanan konten on-line, kami percaya banyaknya jam bukanlah hal yang diinginkan pengguna. Orang memiliki begitu banyak pilihan, karenanya, mereka membutuhkan konten pilihan terbaik yang sepadan dengan waktu mereka,” kata dia.

"Kami tidak berpikir pengalaman menonton pengguna kami harus dikompromikan demi pendapatan iklan. Karena itu, kami adalah platform yang sepenuhnya BEBAS iklan," lanjut dia.

Mira Lesmana, Produser dan Penulis Naskah film BEBAS mengatakan saat ini banyak layanan konten digital yang menayangkan film-film Indonesia. Hal itu, membuat merasa senang."Tentu saja kami senang karena pertumbuhan ini membuka jalur distribusi yang semakin besar dan beragam bagi filmmaker untuk menjangkau lebih banyak penonton. Saya senang sekali film BEBAS sebentar lagi akan dapat ditonton di CATCHPLAY+, platform yang jaringannya secara signifikan terus berkembang luas," ujar Mira Lesmana.

Riri Riza, Sutradara film BEBAS menyatakan kegembiraannya film BEBAS akan tayang di CATCHPLAY+."Saya senang sekali film BEBAS akan tayang di CATCHPLAY+. Tidak sabar menantikan tanggapan dari penontonnya. Semoga sama terhiburnya seperti penonton di bioskop; menonton sambil bernyanyi dan bergoyang," ujar Riri Riza.

Didirikan pada 2007, CATCHPLAY+ adalah salah satu perusahaan konten film paling mutakhir di Asia Pasifik dengan keterlibatan luas di seluruh rantai nilai konten hiburan. Bisnisnya berkembang dari distribusi film, agregasi konten, operasi saluran film linier hingga produksi bersama dan pendanaan termasuk keterlibatan dalam proyek internasional, Revenant, Assassin's Creed oleh Hollywood Studio New Regency, dan Silence oleh sutradara Martin Scorsese. Pada bulan Maret 2016, CATCHPLAY+ memulai debut layanan digitalnya di Taiwan diikuti dengan peluncurannya di Indonesia dan Singapura pada tahun yang sama. Saat ini layanan ini tersedia  di tiga pasar melalui web, unduhan aplikasi dari Android PlayStore, AppStore dan melalui kemitraan dengan operator terkemuka termasuk IndiHome, Telkomsel, First Media, XL Home, Xiaomi smartTV di Indonesia dan StarHub di Singapura. CATCHPLAY+ bangga memberikan pengalaman pengguna dan pemilihan konten terbaik bagi pecinta film oleh pecinta film. Mohar

 

BERITA TERKAIT

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…