Cuma Rp12.500, E-Commerce Ini Bisa Impor Barang dari Luar Negeri

Cuma Rp12.500, E-Commerce Ini Bisa Impor Barang dari Luar Negeri

NERACA

Jakarta - Tak hanya kemudahan yang ditawarkan ditengah era digital, namun efisiensi biaya yang sangat kompetitif juga sangat berdampak pada platform e-commerce. Kesempatan itu juga ditawarkan oleh startup yang bergerak dalam bidang layanan jasa logistik melalui platform Kirimin.co.id. cuma dengan biaya mulai Rp12.500,- sudah bisa mengirim barang dari luar negeri.

"Ini satu-satunya platform yang menawarkan biaya yang sangat murah, cuma Rp.12.500,- sudah bisa mengirimkan barang dari China sampai Indonesia," ungkap Founder Kirimin.co.id sekaligus sebagai CEO PT Kirana Exim Internasional, Marco Halim, melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (10/12).

Target Pasar pengguna Kirimin.co.id lebih menyasar kepada Personal Shopper ataupun pengiriman pribadi, dengan model bisnis B2C daan.C2C. Oleh karena itu berat barang yang akan dikirim, paling rendah 100 gram tanpa batas maksimal. Namun untuk nominal harga diatas 1.500 dollar AS, tidak merekomendasikannya. Hal ini karena pungutan pajak yang dikenakan berbeda.

Dalam sistem Kirimin.co.id terdapat beberapa keunggulan lain, diantaranya terdapat fungsi Consolidate dan Unconsolidate. Untuk pelaku bisnis Dropship bisa memanfaatkan fungsi ini karena pengiriman barang dari gudang yang berasal dari negara luar bisa langsung ke konsumen.

Kemudian, pengguna jasa Kirimin.co.id tanpa harus ribet menunggu barang sampai kemudian mengirimkannya lagi ke konsumen.

Selain itu, adanya fungsi kalkulator pelaku bisnis bisa mengetahui biaya pengiriman terlebih dahulu sebelum membeli atau melakukan pengiriman.Karena didalam fungsi kalkulator terdapat perhitungan yang sangat transparan dimulai dari perhitungan berat dan dimensi yang sesuai fisik.

Tak hanya itu, sistem transparansi perhitungan Pajak bea masuk barang serta sampai dengan asuransi dan pengiriman last mile.

Kendati masih mempelajari regulasi disejumlah mancanegera, Marco menegaskan, kedepannya akan terus mengembangkan pangsa pasar ekspor."Seiring dengan program pemerintah Indonesia yang tengah menggalakkan program ekspor, kita juga akan meningkatkan layanan ekspor. Tapi sebelum kita mau kirimin barang ke luar, harus pelajarin regulasi di negara-negara tersebut dan itukan susah, makanya kita pelajari dulu yang impor," tambah Marco Halim.

Ditambahkan Marco, kendati Kirimin.co.id baru beroperasi sejak tiga bulan lalu, namun sudah ada 600 member bergabung dengan jumlah 1.300 transaksi atau order untuk pengiriman barang. 

Tahun 2020 dengan membuka pasar ekspor, ditargetkan mampu untuk mengakomodir kebutuhan logistik para pebisnis UMKM.

Sejauh ini, para pengguna atau member Kirimin.co.id mengaku sangat puas karenakan dalam sistem terdapat live tracking yang bisa dimonitoring posisi barang sudah diterima pihak gudang sampai paket tersebut diterima consignee.

Jasa pengiriman logistik Kirimin.co.id selain membantu para diaspora juga sebagai ajang menjaga hubungan keluarga yang ada di Indonesia melalui pengiriman sesuatu dalam jumlah kecil.

Selain itu, Kirimin.co.id juga menyasar para ekspatriat yang bekerja di Indonesia. Khususnya bagi mereka yang sedang membutuhkan jasa logistik untuk mengirimkan barang dari luar negeri ataupun sebaliknya.

"Kalau kita bisa lakukan ekspor, berarti orang Indonesia bisa kirim ke luar negeri, dan orang asing yang ada di Indonesia juga bisa kirim ke luar negeri," ujarnya.

Kemudian, platform Kirimin.co.id yang dikembangkan sejak 2018 silam juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah negara lain seperti Australia, Amerika, China, Hong Kong, Korea Selatan dan Thailand.

Tahun depan, Kirimin.co.id juga bakal ekspansi ke pasar lain seperti Jepang, Filipina Taiwan, Singapura dan Malaysia. Dan merambah sampai negeri eropa seperti Inggris dan German."Kita sebenarnya enggak ada batasan. Tapi kalau jumlahnya sangat banyak harus pakai regulasi bisnis, karena pajaknya akan lebih murah dan perhitungannya sudah B2B," pungkas Marco Halim. Mohar

 

 

BERITA TERKAIT

Kunci Pemda Gerakkan Ekonomi Daerah di Tengah Covid-19

NERACA Jakarta - Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan kolaborasi antar pengusaha, pemerintah dan masyarakat adalah kunci agar Bogor tidak kembali…

Masyarakat Harus Waspada Sebaran Covid - Kuningan Kini Masuk Zona Orange

NERACA   Kumingan - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan terus mengalami fluktuatif, dan saat ini kembali masuk ke zona orange,…

Harga Pupuk Naik, Sejumlah Petani di Kota Sukabumi Mengeluh

NERACA Sukabumi - Sejumlah petani padi di Kota Sukabumi terpaksa harus menghentikan kegiatan produksinya. Hal itu dipicu oleh naiknya beberapa…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Kunci Pemda Gerakkan Ekonomi Daerah di Tengah Covid-19

NERACA Jakarta - Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan kolaborasi antar pengusaha, pemerintah dan masyarakat adalah kunci agar Bogor tidak kembali…

Masyarakat Harus Waspada Sebaran Covid - Kuningan Kini Masuk Zona Orange

NERACA   Kumingan - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan terus mengalami fluktuatif, dan saat ini kembali masuk ke zona orange,…

Harga Pupuk Naik, Sejumlah Petani di Kota Sukabumi Mengeluh

NERACA Sukabumi - Sejumlah petani padi di Kota Sukabumi terpaksa harus menghentikan kegiatan produksinya. Hal itu dipicu oleh naiknya beberapa…