Optimalisasi Aset, Asuransi Jasindo Gelar Acara Lingkungan

Optimalisasi Aset, Asuransi Jasindo Gelar Acara Lingkungan

NERACA

Jakarta – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) memanfaatkan salah satu gedung lama miliknya yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta. Gedung yang dibangun pada 1920 ini, pernah menjadi kantor Belanda: Kantoorgerbouw West Java (WEVA) Handel Maatschappi.

Menurut Direktur SDM dan Umum PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), Sari Suharso, aset yang sudah lama tak digunakan ini kini dimanfaatkan untuk acara-acara yang berdampak positif bagi masyarakat, salah satunya sebagai tempat kegiatan workshop yang bekerja sama dengan aktivis peduli lingkungan, DemiBumi.

Kegiatan ini sekaligus merupakan upaya optimalisasi gedung milik Asuransi Jasindo di daerah Kota Tua. Menurutnya, gedung tiga lantai yang bernama Gedoeng Jasindo tersebut belum termanfaatkan secara maksimal.“Dengan adanya acara ini, maka gedung tersebut jadi semakin bermanfaat. Masyarakat bisa menikmati gedung tersebut,” katanya, Kamis (5/12).

Workshop bersama DemiBumi digelar selama tiga hari.“Di sana terdapat aneka workshop terkait pengelolaan sampah rumah tangga, dan “do it yourself” pengganti plasticwrap yang dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada lingkungan,” katanya.

Sebut saja workshop cara mengurangi sampah, membuat kompos, ecoskin, ecobath, hingga ecokids, digelar di Gedoeng Jasindo tersebut.

Kegiatan tersebut juga berbarengan dengan rangkaian acara Vital Voices Festival atau Festival Perempuan dalam Film, Seni dan Budaya pada 7 hingga 14 Desember 2019 yang juga diadakan di Gedoeng Jasindo. Festival Perempuan dalam Film merupakan kolaborasi Asuransi Jasindo dengan PFN dan Pesona Indonesia Jaya.

Tak hanya itu, selama acara berlangsung Asuransi Jasindo juga akan menggelar pameran lukisan serta demo melukis serta pameran foto yang menceritakan sejarah Gedoeng Jasindo. Selain itu turut dipamerkan peralatan kantor jaman dahulu seperti mesik tik dan mesin hitung serta polis-polis yang diterbitkan oleh Asuransi Jasindo dari pertama berdiri.

“Untuk para penggemar budaya Jepang, di sana juga akan ada workshop perihal seni membungkus furoshiki. Dijamin seru,” tutupnya. Mohar/Iwan

 

BERITA TERKAIT

Masyarakat Harus Waspada Sebaran Covid - Kuningan Kini Masuk Zona Orange

NERACA   Kumingan - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan terus mengalami fluktuatif, dan saat ini kembali masuk ke zona orange,…

Harga Pupuk Naik, Sejumlah Petani di Kota Sukabumi Mengeluh

NERACA Sukabumi - Sejumlah petani padi di Kota Sukabumi terpaksa harus menghentikan kegiatan produksinya. Hal itu dipicu oleh naiknya beberapa…

Pelaku Usaha Gula Aren Lebak Kembali Bangkit

NERACA Lebak - Pelaku usaha gula aren di Kabupaten Lebak, Banten kembali bangkit setelah diberlakukan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Masyarakat Harus Waspada Sebaran Covid - Kuningan Kini Masuk Zona Orange

NERACA   Kumingan - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan terus mengalami fluktuatif, dan saat ini kembali masuk ke zona orange,…

Harga Pupuk Naik, Sejumlah Petani di Kota Sukabumi Mengeluh

NERACA Sukabumi - Sejumlah petani padi di Kota Sukabumi terpaksa harus menghentikan kegiatan produksinya. Hal itu dipicu oleh naiknya beberapa…

Pelaku Usaha Gula Aren Lebak Kembali Bangkit

NERACA Lebak - Pelaku usaha gula aren di Kabupaten Lebak, Banten kembali bangkit setelah diberlakukan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28…