Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA

Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam kegiatan pengolahan limbah plastik untuk menghasilkan nilai ekonomis. Apalagi, Indonesia saat ini tengah mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai salah satu wujud pendekatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo mengatakan, Coca-Cola menyadari bahwa permasalahan sampah kemasan membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak. “Dalam menjalankan visi World Without Waste, Coca-Cola Indonesia memiliki komitmen berkelanjutan terhadap bisnis yang dijalankan secara positif dan bertanggung jawab. Kami melihat kemasan paska konsumsi merupakan sumber daya bernilai tinggi yang memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan bagi Indonesia pada tahun 2030,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, berbagai program sudah dilakukan oleh Coca-Cola untuk bisa memahami permasalahan manajemen sampah, di tahun 2017 Coca-Cola mengumumkan visi dan misi “World Without Waste” sebagai komitmen dalam penyelesaikan permasalahan kemasan paska konsumi. Di Indonesia, Coca-Cola melakukan kolaborasi serta kajian untuk mendukung program pemerintah dalam menangani sampah kemasan diantaranya dengan melalui program Plastik Reborn 1.0 dan 2.0.

Menurutnya, upaya mempercepat ekonomi sirkular diperlukan kerjasama dari berbagai pihak baik konsumen, masyarakat, pemerintah dan industri. Oleh karena itu, Coca-Cola Indonesia, sebagai anggota Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), menginisiasi Packaging Recovery Organization (PRO) untuk kolaborasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan terutama sebagai salah satu solusi penanganan kemasan paska konsumsi di Indonesia.

Konsep PRO adalah sebuah pendekatan yang telah berhasil dilakukan di beberapa negara, baik negara berkembang ataupun negara maju, seperti misalnya di Meksiko, Afrika Selatan, dan Eropa. PRO telah mampu menghubungkan rantai value chain dalam ekonomi sirkular dengan lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan tingkat pengumpulan dan pendaur ulangan kemasan paska konsumsi.

Sementara KASUBDIT Industri Plastik dan Karet Hilir, Kementerian Perindustrian Rizky Aditya Wijaya menjelaskan, pihaknya mendukung inisiatif PRO sebagai model penanganan kemasan plastik paska konsumsi, “Kami melihat peluang pengembangan industri daur ulang plastik di Indonesia dinilai masih besar, mengingat daur ulang sampah rumah tangga masih berada di level 15,22%,”tuturnya.

Apabila kemasan plastik paska konsumsi dapat dikelola dengan baik dan dioptimalkan maka produksi daur ulang plastik bisa mencapai 2 juta ton per tahun dari kapasitas saat ini yaitu 1,3 juta ton. Dengan daya serap 3,36 juta pekerja dari sektor informal seperti pemulung dan pengepul, industri daur ulang memiliki nilai tambah sebesar Rp 10,575 triliun per tahun dan dinilai mampu menggerakkan perekonomian negara sebagai salah satu jalan menuju ekonomi sirkular.

Diakuinya, di Indonesia tantangan pengolahan kemasan paska konsumsi dimulai dari pengumpulan serta pemilahan/segregrasi di sampah rumah tangga. Berdasarkan indeks Perilaku Ketidakpedulian Lingkungan Hidup yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 yang menyebut 72% orang Indonesia tidak peduli akan sampah. Sementara pertumbuhan infrastruktur dan industri daur ulang tidak sepadan dengan pertumbuhan konsumsi dan pembangunan ekonomi. “Sehingga diperlukan kerjasama dari semua pemangku kepentingan, baik masyarakat, industri dan pemerintah untuk berkolaborasi dalam pengolahan kemasan plastik paska konsumsi (ESR – Extended Stakeholders Responsibility),”tandasnya.

 

 

BERITA TERKAIT

Luncurkan Promo Merdeka - Jakarta Garden City Beri Diskon Kavling dan Rumah Menarik

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75, perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City yang…

Unjuk Gigi di Pasar Internasional - WIKA Kebut Tiga Proyek Luar Negeri Tahun Ini

NERACA Jakarta – Terkena dampak pandemi Covid-19, beberapa proyek konstruksi PT Wiajaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sempat terhenti dan termasuk…

Hartadinata Bagikan Dividen Rp 36,8 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memutuskan untuk membagikan dividen untuk tahun…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Luncurkan Promo Merdeka - Jakarta Garden City Beri Diskon Kavling dan Rumah Menarik

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75, perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City yang…

Unjuk Gigi di Pasar Internasional - WIKA Kebut Tiga Proyek Luar Negeri Tahun Ini

NERACA Jakarta – Terkena dampak pandemi Covid-19, beberapa proyek konstruksi PT Wiajaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sempat terhenti dan termasuk…

Hartadinata Bagikan Dividen Rp 36,8 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memutuskan untuk membagikan dividen untuk tahun…