Distan Banten Imbau Petani Percepat Pola Tanam Padi - Antisipasi Kekeringan

Distan Banten Imbau Petani Percepat Pola Tanam Padi

Antisipasi Kekeringan

NERACA 

Serang - Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mengimbau para petani yang masih dalam proses pengolahan sawah atau lahan agar mempercepat pola tanam padi untuk mengantisipasi kekeringan memasuki musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya mengantisipasi angka kekeringan tanaman padi di Banten yang saat ini angkanya sudah mencapai sekitar 9 ribu hektar, lokasi sawah kekeringan tersebut paling banyak di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Serang.

"Meskipun ada yang terkena kekeringan, kami yakinkan tidak akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan di Banten. Walaupun berpengaruh kami yakin masih dibawah 5 persen," tambah dia di Serang, Rabu (3/7).

Ia menyebutkan, lahan atau sawah yang mengalami kekeringan berada pada lokasi-lokasi sawah tadah hujan karena sumber irigasi atau pengairan untuk sawah tersebut tidak ada. Dari jumlah sekitar 9 ribu hektar yang terkena kekeringan tersebut sampai saat ini belum bisa dipastikan berpotensi terhadap gagal panen atau puso.

"Memang awal tanamnya juga mengandalkan air hujan, bukan pada lahan-lahan irigasi teknis. Kekeringannya masih dalam kategori ringan, sedang dan berat. Belum terjadi puso," ujar dia.

Ia berhadap dengan kondisi saat ini para petani bisa memajukan pola tanam, karena masih ada beberapa lokasi yang sumber airnya masih ada dan masih terjadi hujan. Namun demikian, dalam praktiknya di tingkat petani tergantung dalam proses pengolahan tanah untuk bisa mempercepat pola tanam tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat (Perkim) Provinsi Banten, HM Yanuar mengatakan, meskipun di sejumlah daerah di Banten yang mengalami kekeringan dan warga kesulitan mendapatkan air bersih, pihaknya belum menerima permintaan dari masyarakat terkait kebutuhan air bersih untuk daerah yang mengalami kekeringan di Banten.

"Kemarin saya dengar di Pandeglang ada warga yang kesulitan air bersih, tapi belum ada permintaan ke kami. Mungkin masih bisa ditangani oleh pemda setempat," tambah dia.

Ia mengemukakan, jika ada permintaan bantuan air bersih untuk kebutuhan warga yang mengalami kekeringan di daerah tertentu yang disampaikan oleh pemerintah daerah setempat, pihaknya siap untuk membantu menyalurkan air bersih dan berkordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) serta dinas terkait."Ya kalau sudah ada permintaan kita sih siap aja bantu air besih," kata Yanuar. Ant

 

BERITA TERKAIT

Royal Xifu Perluas Gerai di Tengah Pandemi

Jakarta-Melihat kondisi pandemi Covid-19 di berbagai media tidak mempengaruhi pangsa pasar ekonomi dan peluang usaha untuk menciptakan kreasi minuman yang…

Ini Strategi Bisnis, Sona Maesana Saat Pandemi

NERACA Jakarta - Dalam masa pandemi saat ini, seluruh sektor ekonomi di seluruh dunia ikut melemah tak terkecuali Indonesia. Ironisnya…

Sempat Turun Signifikan, Jumlah Nasabah Mekaar PNM Bertahap Meningkat

NERACA Jakarta - EVP Keuangan dan Operasional PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Sunar Basuki mengatakan terjadi penurunan signifikan…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Royal Xifu Perluas Gerai di Tengah Pandemi

Jakarta-Melihat kondisi pandemi Covid-19 di berbagai media tidak mempengaruhi pangsa pasar ekonomi dan peluang usaha untuk menciptakan kreasi minuman yang…

Ini Strategi Bisnis, Sona Maesana Saat Pandemi

NERACA Jakarta - Dalam masa pandemi saat ini, seluruh sektor ekonomi di seluruh dunia ikut melemah tak terkecuali Indonesia. Ironisnya…

Sempat Turun Signifikan, Jumlah Nasabah Mekaar PNM Bertahap Meningkat

NERACA Jakarta - EVP Keuangan dan Operasional PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Sunar Basuki mengatakan terjadi penurunan signifikan…