Pengembangan UMKM Tanah Air Melalui Program Sektor Unggulan

Pengembangan UMKM Tanah Air Melalui Program Sektor Unggulan

NERACA

Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau dikenal Corporate Social Responsibility (CSR), pada tahun 1980 Astra mendirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dengan misi mengembangkan UMKM di tanah air. Yayasan kedua yang didirikan Astra ini bertujuan untuk memandirikan UMKM, sehingga bisnis yang dijalankannya dapat naik kelas dan berkelanjutan (awet).

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kepala Departemen Value Chain YDBA Rahmat Handoyo mengatakan YDBA mengimplementasikan secara khusus program sektor unggulan. Sektor unggulan adalah program yang berfokus pada kumpulan UMKM dalam industri sejenis yang tumbuh dan berkembang dengan terjaminnya ketersediaan sumberdaya bahan baku (input) serta mampu sustain dalam proses pemasarannya.”Keadaan tersebut diikuti dengan komitmen UMKM untuk menguatkan kapasitas manajemen usahanya dan meningkatkan sarana produksinya,” kata dia, Rabu (12/12).

Tujuan Sektor Unggulan adalah (1) Mengajak UMKM yang tergabung dalam sektor unggulan untuk naik kelas dalam bisnisnya. Misal dari skala home industry masuk ke supply chain industri besar; (2) Merawat agar pencapaian itu (naik kelas) bisa berlangsung terus (awet).

“Sejak digulirkan pada tahun 2014, YDBA telah membentuk 14 sektor unggulan yang tersebar di berbagai cabang YDBA di Indonesia. Dua diantaranya terletak di wilayah Kalimantan Timur, yaitu sektor unggulan perikanan di Sangatta, Kalimantan Timur dan padi organik di Bontang, Kalimantan Timur,” tambah dia.

Sektor Unggulan Perikanan, Sangatta

Perikanan air tawar menjadi salah satu sektor yang memiliki pasar besar di Sangatta, Kutai Timur. Melalui Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Banua Etam / cabang YDBA di Sangatta, YDBA membentuk sektor unggulan perikanan pada 4 November 2016. Sektor Unggulan yang diberi nama “Berdikari” ini melibatkan 10 UMKM pembibitan dan pembesaran ikan air tawar dari Desa Sangatta Selatan, Sangatta Utara, Swaga Bara dan Teluk Lingga.

Berbagai program diikuti oleh komunitas Berdikari, seperti benchmark ke Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Dejeefish di Sukabumi dan Biofloc-165 farm di Depok, pendampingan teknis dan managemen, serta fasilitasi pemasaran produk perikanan. Seluruh program diselenggarakan dengan tujuan memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi bagi UMKM tersebut. Berkat program ini, selama lebih dari 1 tahun, para UMKM telah meningkat kompetensinya dalam usaha pembibitan maupun pembesaran perikanannya. Manfaat secara ekonomi, pendapatan para UMKM pada tahun 2017 meningkat sebesar 17,5% dibanding tahun 2016.

Sektor Unggulan Padi Organtik, Bontang

Sektor unggulan padi organik dibentuk YDBA melalui LPB Pama Bessai Berinta / Cabang YDBA di Bontang, Kalimantan timur. Dibentuknya sektor unggulan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap metode bertani padi secara konvensional oleh para petani. Bila metode ini tetap dipertahankan, dampaknya akan sangat buruk terhadap kesuburan tanah dan keberlangsungan usaha pertanian dalam jangka panjang.

Dengan melibatkan 11 UMKM, pada 27 April 2017 sektor unggulan ini diresmikan untuk dikembangkan. Berkolaborasi dengan expert sebagai ayah angkat, yaitu Yayasan Aliksa Organik SRI Consultant, berbagai kegiatan diberikan kepada 11 UMKM tersebut, antara lain Pelatihan dan Pendampingan Intensif Budidaya Padi dengan Metode System of Rice Intensification (SRI), Pelatihan Pembukuan Sederhana, Basic Mentality, Training of Trainer Calon Pemandu SRI Organik dan pogram lainnya. Saat ini, jumlah UMKM yang tergabung dalam sektor unggulan padi organik sebanyak 26 UMKM yang tersebar di Desa Danau Redan, Desa Suka Damai, Desa Suka Rahmat dan Desa Teluk Pandan.

Musmulyadi, salah satu anggota sektor unggulan padi organik menyampaikan manfaat dari program ini“Ketika bertani dengan metode konvensional, mahluk hidup yang seharusnya menjadi teman justru menjadi lawan. Namun, dengan bertani secara organik, kita menjadikan mahluk hidup yang dianggap lawan itu tetap sebagai kawan,” ujar dia. Mohar

BERITA TERKAIT

Agresif Investasi di Sektor Energi - Tahun Ini, WIKA Targetkan Laba Rp 3,01 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring pertumbuhan target kontrak baru di tahun 2019, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menargetkan pertumbuhan…

Mansek Unggulkan Saham Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta- PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan sektor manufaktur memiliki prospek paling positif tahun ini. Hal ini didasarkan beralihnya fokus ekonomi…

Keterampilan Tenaga Kerja di Sektor Industri Terus Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian sedang gencar memacu keterampilan atau kemampuan dari tenaga kerja industri di Indonesia sesuai kebutuhan era…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Legislator Kritisi Pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan Jabar

Legislator Kritisi Pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan Jabar NERACA Bandung - Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar) Didin Supriadin mengkritisi…

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih - Sampai Desember 2018

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih Sampai Desember 2018 NERACA Sukabumi - Besaran klaim santunan kecelakaan…

Turis Lokal dan Asing Ramai Kunjungi TM Thamrin City

Turis Lokal dan Asing Ramai Kunjungi TM Thamrin City NERACA Jakarta - Trade Mall Thamrin City Jakarta kini semakin ramai…