Aturan Uang Muka 30% Ancam Pertumbuhan Industri Kaca Mobil

NERACA

Jakarta - Aturan Bank Indonesia (BI) terkait dengan kenaikan uang muka (down payment-DP) kendaraan bermotor hingga 30% membawa dampak negatif pada industri otomotif secara keseluruhan, termasuk pada industri kaca film kendaraan. Paling tidak, hal itu terlihat dari target pertumbuhan kaca film pada PT Jaya Kreasi, perusahaan produsen dan distributor produk kaca film Llumar.

Akibat kebijakan baru tersebut, sebagai salah satu produsen kaca film terbesar di Indonesia, Jaya Kreasi menurunkan target pertumbuhan hingga 20% sepanjang 2012. "Tahun lalu, pertumbuhan kita bisa sampai 80%, akan tetapi pada tahun ini, kita hanya menargetkan hanya akan tumbuh 60% dikarenakan aturan baru dari Bapepam terkait dengan batas minimum DP pada kendaraan," ungkap Presiden Direktur PT. Jaya Kreasi, Fendi saat ditemui di Hotel Pullman Jakarta, Jumat (4/5).

Secara otomatis, lanjut Fendi, aturan baru tersebut mempengaruhi penjualan aksesoris termasuk penjualan kaca film. "Tahun lalu, kita bisa tumbuh dua kali lipatnya dikarenakan pertumbuhan mobil di Indonesia cukup pesat dan terus berkembang, namun aturan baru ini, membuat kita mengoreksi pertumbuhan menjadi 60%. Kami pikir, tumbuh 60% merupakan hal yang cukup bagus," tambahnya.

Meskipun begitu, tambah Fendi, perseroan masih tetap optimis melihat pertumbuhan industri mobil Indonesia cukup baik. "Didukung dengan cuaca Indonesia yang tropis, inilah yang menjadi daya dukung kami untuk bisa menjual produk kami dengan baik. Mengingat produk kami adalah satu-satunya kaca film yang mendapatkan lisensi dari skin care foundation sebagai kaca film yang sehat terhadap kulit dan mengurangi terkenanya kanker kulit," tukasnya.

Selain itu, dia juga mengaku, tahun lalu bisa memasang kaca film pada 150 ribu unit mobil. Komposisinya adalah 30 ribu untuk mobil baru dan 120 ribu untuk use car. Lebih jauh dia menjelaskan, fokus usahanya ada di dua sektor yaitu untuk building dan otomotif. "Komposisi building 10% dan otomotif 90%," katanya.

Menurut dia, Indonesia belum seperti negara-negara lain yang menggunakan kaca film yang sehat pada setiap bangunannya. "Nantinya kita akan berikan edukasi agar Indonesia mau berganti menjadi kaca yang sehat pada bangunannya," urainya.

Sementara itu, Global Director Automotive Films, Mark Gershenson menjelaskan tumbuhnya industri otomotif yang ditandai dengan penjualan mobil hingga 250 ribu pada kuartal I-2012 sehingga diprediksikan terjual 1 juta unit sepanjang tahun 2012 ini membuka peluang pertumbuhan industri kaca film. Menurut dia, Llumar Indonesia mendapat apresiasi dari induk perusahaan di Amerika, Solutia's Performace Film atas keberhasilannya membukukan penjualan tertinggi sepanjang 2011. Pencapaian itu hampir dua kali lipat atau 80% dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, JKI diganjar Award Yop Sales Growth dan Top Pre Delivery Inspection (PDI) Pentration se Asia Pacific.

Menurut Mark, penjualan LLumar di kawasan Asia Pasifik telah menyumbang hingga sepertiga dari total penjualan secara global. Indonesia termasuk salah satu negara yang berhasil mencapai pertumbuhan terbesar dan diprediksi akan terus bertumbuh. "Dimana dalam kurun waktu lima tahun ke depan (2016), kawasan Asia Pasifik akan sebagai penyumbang setengah dari penjualan global LLumar. Karena itu kawasan ini sangat penting bagi kami," kata Mark.

BERITA TERKAIT

Aturan yang Kondusif Dorong Peningkatan Ekspor Pertanian

      NERACA   Jakarta - Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kinerja ekspor…

Aturan IMEI, Ponsel Dikenakan Pajak?

Jakarta - Pemerintah terus menggodok aturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) sebelum kebijakan tersebut mulai diterapkan. Terbaru, pemerintah berkoordinasi…

Targetkan Kredit Tumbuh 14% - BJTM Dorong Pertumbuhan Kredit Korporasi

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit 12-14%, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) akan mendorong pertumbuhan kredit korporasi.”Dengan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Manufaktur Harus Berani Lakukan Terobosan

NERACA Jakarta – Sektor industri manufaktur dinilai perlu memperbanyak terobosan di tengah ketatnya persaingan dengan pelaku usaha di kawasan Asia…

PPnBM Kendaraan Diusulkan Berdasarkan Emisi Karbon

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian telah mengusulkan agar Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) kendaraan ditentukan berdasarkan emisi karbon sebagai…

Kemenperin Revitalisasi Sentra IKM di Sulawesi Tengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian sedang berupaya merevitalisasi sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Sulawesi Tengah khususnya di Kota…