Laba Bersih Batavia Finance Tumbuh 10,05%

NERACA

Jakarta – Di 2019 kemarin, PTBatavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) mencatatkanlaba bersih Rp74,85 miliar atau naik 10,05% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp68,019 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Perusahaan pembiayaan ini menyebutkan,total penghasilan sepanjang tahun2019 sebesarRp430,92 miliar atau naik tipis dibanding periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesarRp430,24 miliar. Tapi, beban usahatercatat Rp333,63 miliar atau turun 3,63% di banding tahun 2018 sebesar Rp346,22 miliar. Pada sisi ekuitas tercatat Rp819,32 miliar ataunaik 6,22% dibanding akhir tahun 2018 sebesar Rp771,42 miliar.

Sementara kewajibanperseroantercatatsenilaiRp1,002 triliun atau mengalami penyusutan 5,11%dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat senilai Rp1.056 triliun. Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp1.821 triliunatauturunm tipis dibandingakhirtahun 2018 yang tercatat Rp1,827 triliun. Untuk kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp20,74 miliar atau turun 53,2 % dibanding akhir tahun 2018 tercatat Rp44,4 miliar.

Tahun lalu, perseroan mendapatkan fasilitas kredit kendaraan bermotor dan fasilitas uncommited dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp400 miliar. Direktur BPFI, Markus Dinarto Pranoto mengatakan, pinjaman tersebut dimanfaatkan untuk mengucurkan pembiayaan, khususnya ke segmen mobil bekas. Fasilitas kredit ini berlangsung selama 2 tahun.

Sejatinya, kerja sama antara kedua belah pihak telah berlangsung sejak 10 tahun yang lalu. Markus mengungkapkan, total pinjaman yang telah disepakati sejak 2009 mencapai Rp3 triliun. Menurutnya, funding memang masih menjadi tantangan bagi setiap perusahaan pembiayaan. Dengan adanya pendanaan ini juga mencerminkan masih adanya kepercayaan bank terhadap multifinance setelah industri diterpa kasus gagal bayar tahun lalu.

Hingga saat ini, pendanaan BPFI masih didominasi oleh modal sebesar 45%, sekitar 30% dari obligasi, dan pinjaman bank sebanyak 24%. Dengan demikian, Markus optimistis bahwa perseroan dapat mencapai target pembiayaan senilai Rp1,4 triliun -- Rp1,5 triliun hingga akhir 2019, tumbuh 17% dibandingkan realisasi pada 2018. Sampai Juli 2019, pembiayaan BPFI tercatat sekitar Rp900 miliar, tumbuh 111% (year on year/yoy). Salah satu yang membuatnya optimistis adalah 80% portofolio BPFI yang masih didominasi oleh pembiayaan mobil bekas. Di samping itu, sebanyak 17% alat berat dan 3%--5% pembiayaan properti.

Dia mengungkapkan, rata-rata pertumbuhan profit BPFI mencapai 30% setiap tahunnya. Namun, dia mengakui tahun kemarin agak melambat karena faktor pemilihan umum. Kemudian untuk mendorong pembiayaan, BPFI juga ekspansi dengan membuka dua cabang baru di Jawa Tengah September 2019 dan dua di Indonesia timur. Hingga 30 Juni 2019, perusahaan memiliki satu kantor pusat, 66 kantor cabang dan dua kantor perwakilan.

BERITA TERKAIT

Mayora Indah Raup Cuan Rp 1,98 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2019 kemarin, dirasakan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).…

Geliat Bisnis Pelabuhan - Times Line Cetak Laba Bersih Rp 92,99 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Perusahaan Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line mencatatkan kinerja yang positif sepanjang…

Danai Pengembangan Bisnis - ROTI Suntik Modal Anak Usaha di Filipina

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menambahkan modal dasar ditempatkan dan disetor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…