Petambak Demak Sukses Budidaya Kakap Putih di Air Payau

NERACA

Semarang - Petambak di Kabupaten Demak berhasil membudidayakan ikan kakap putih di tambak air payau. Hal tersebut, ditandai dengan sukses panen kakap putih dengan produksi mencapai 3 ton per ha. Seperti diketahui, kakap putih merupakan komoditas ikan laut ekonomis tinggi, dimana dalam perkembanganya komoditas ini juga berhasil dikembangkan secara masal di tambak air payau.

Ketua Kelompok Windu Jaya Satu Ahmad Hidayat di Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung, mengatakan, semua pembudidaya merasa senang dan puas dengan hasil panen kakap putih ini. Menurutnya, ini akan jadi alternatif usaha yang menjanjikan.

Awalnya, Ahmad, menerima bantuan benih ikan kakap sebanyak 20.000 ekor yang diterima dari BBPBAP Jepara dipelihara di kolam pendederan hingga usia dua bulan dengan berat hingga 200-an gram per ekor, baru dipindahkan ke kolam seluas lima hektare untuk pembesaran.

Selain mengeluarkan biaya untuk pembelian pakan buatan pabrik saat masih dipelihara di kolam pendederan, ia juga mengeluarkan biaya untuk pembelian ikan rucah atau ikan kecil-kecil dari tempat pelelangan ikan (TPI) sebagai upaya menekan biaya pakan.

“Upaya lain untuk menekan biaya pakan, yakni dengan menyiapkan pakan alami di kolam, berupa ikan berukuran kecil mulai dari jenis ikan nila maupun mujair,” jelas Ahmad.

Hasilnya, kata Ahmad, dalam jangka waktu lima bulan sudah bisa dipanen secara parsial dengan berat ikan setiap ekornya mencapai satu kilogram.

"Saya perkirakan total ikan yang bisa dipanen berkisar 3 ton lebih sehingga masih menguntungkan, karena biaya operasional dari pembelian pakan pabrik, ikan rucah hingga biaya pemeliharaan selama lima bulan berkisar Rp 50 jutaan, sedangkan hasilnya dengan harga jual Rp 55.000 per kg bisa mencapai ratusan juta," ujar Ahmad.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, memilih Kabupaten Demak sebagai kawasan uji coba budidaya kakap putih di tambak. Bentuk dukungan yang telah diberikan yakni benih kakap putih sebanyak 200.000 ekor, disamping melakukan transfer teknologi budidaya secara intensif kepada para pembudidaya.

Melihaqt hal ini, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menyambut baik kesuksesan uji coba budidaya kakap putih yang dikembangkan di Kabupaten Demak tersebut. Slamet mengatakan, bahwa KKP saat ini tengah mendorong komoditas kakap putih sebagai salah satu andalan komoditas ekspor Indonesia.

"Kita lagi gencar gencarnya untuk menggenjot nilai ekspor perikanan budidaya, dimana kakap putih akan jadi andalan ke depan. Selain di laut, kami saat ini juga menginisiasi sentra pengembangan kakap putih di tambak seperti di Pinrang, Sulawesi Selatan dan yang terbaru, kita akan dorong juga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah," ungkap Slamet.

Namun, Slamet tidak menampik adanya kekhawatiran dampak wabah Covid-19 sebagai pandemik global yang akan mempengaruhi kinerja ekspor dalam negeri. Namun, Slamet optimis, hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, produksi di hulu tetap jalan paling tidak untuk memenuhi konsumsi dalam negeri. Disamping menurutnya, Pemerintah akan memperkuat market intelejen untuk mencari kemungkinan ekspansi tujuan ekspor di luar negara tujuan ekspor utama.

"Memang ada indikasi terganggunya ekspor akibat wabah Covid-19 ini. Kita berdoa saja tidak berlangsung lama. Saya masih cukup optimis, kalau sektor berbasis pangan ini tetap akan punya peluang besar ke depan," jelas Slamet.

Sementara itu, Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo yang juga hadir di Desa Sidorejo untuk melihat hasil panen ikan kakap putih mengaku senang dengan hasil yang dicapai petambak ikan di Desa Sidorejo.

Apalagi, Sugeng mengatakan kakap putih merupakan komoditas yang baru dikembangkan dengan tujuan bisa mengangkat perekonomian petambak ikan.

Harapannya, keberhasilan budidaya kakap putih itu ditularkan kepada petambak lainnya sehingga bisa ikut menikmati hasil budidaya ikan kakap putih.

Untuk ketersediaan benih kakap putih, kata Sugeng, BBPBAP Jepara akan memperbanyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat petambak. Benih kakap putih yang tersedia saat ini berkisar 50.000-an ekor dan masih bisa diperbanyak lagi.

BBPBAP Jepara dalam memberikan bantuan benih memprioritaskan petambak yang memang memiliki keseriusan dalam budidaya ikan tersebut dan bertanggung jawab.

"Hal terpenting, petambak yang mendapatkan bantuan bibit ikan mengikuti standar operasional prosedur dalam pemeliharaannya. Hasilnya, Ahmad berhasil membudidayakan dan sudah dipanen secara parsial," pungkas Sugeng.

BERITA TERKAIT

Covid-19 Meluas,Pemerintah Menjaga Produktivitas Industri

NERACA Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri dapat beperan aktif dalam upaya penanganan virus korona (Covid-19)…

Cegah Penyebaran COVID-19, Pertamina Sterilkan Tabung LPG

NERACA Semarang - Dalam rangka mencegah penyebaran infeksi Virus Corona (Covid-19), PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region IV wilayah…

Petani Milenial Siapkan Layanan Antar Produk Pangan

NERACA Jakarta - Virus Covid-19 telah menjangkit ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah pun sudah mengimbau masyarakat untuk menjalankan protokol…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Tepung Jagung Olahan Tembus Pasar Israel

NERACA Cilegon - Pangsa pasar produk olahan berupa tepung jagung atau corn starch hasil industri di Cilegon berhasil tembus pasar…

Pemerintah Upayakan Kebijakan Khusus Bagi Koperasi

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mengakui bahwa pihaknya sedang mengupayakan ada kebijakan khusus bagi koperasi terkait…

Ribuan Ton Impor Bawang Siap Masuk ke Indonesia

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mengakui jumlah volume RIPH bawang putih dan bombai yang telah diterbitkan…