Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini dilakukannya agar ketika kelak berkeluarga nanti, tidak lagi susah mencari rumah. Apalagi, dalam waktu dekat dirinya bakal menikah dan berencana tinggal dir rumah sendiri tanpa lagi numpang di rumah mertua. “Saya berencana beli rumah sambil berinvestasi, sekalipun masih single saat ini,”tuturnya.

Menurutnya, memiliki rumah sendiri adalah kebutuhan semua orang. Namun, karena harga rumah cukup mahal dan terus naik setiap tahun, membeli rumah tidaklah semudah yang dibayangkan. Oleh karena itu, agar tidak menjadi penyesalan perburuannya membeli rumah idaman sudah dilakukan setahun lalu. Kali ini berbekal dari informasi kegiatan pameran Indonesia Properti Expo (IPEX), dirinya mendapatkan rumah yang diimpikannya di kawasan Citramaja, Lebak Banten.

Dengan penghasilan Rp 8 juta perbulannya, rumah yang dibandrol Rp 210 juta masuk dalam hitungannya.”Saya mengajukan kredit kepemilikan rumah di Bank Tabungan Negara dan alhamdulilah disetujui. KPR yang saya miliki punya tenor 15 tahun dan bulanan Rp 4 juta. Ini saya lakukan demi investasi masa depan,”ceritanya.

Meskipun dirinya mendapatkan tawaran rumah dinas dari institusinya dengan biaya sewa bulanan yang murah, Nuril yang bertugas di Kepolisian Perairan tidak mau terlena dengan tawaran tersebut. Apalagi, banyak cerita pahit rekan kerja atau seniornya yang menyesal di usia tuanya tidak memiliki rumah seiring harga rumah yang naik tiap tahunnya.

Hal senada juga diceritakan Salim (27) yang memutuskan untuk membeli hunian kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi di Rangkasbitung, Banten. Dua tahun sejak menikah 2013 silam, Salim resmi terdaftar sebagai debitur KPR subsidi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan pendah (MBR) dengan penghasilan pokok maksimal Rp4 juta/bulan. Menurutnya, memiliki rumah pribadi berarti melucuti 'kewajiban' sekaligus mengurangi beban hidupnya. “Kalau sudah punya rumah sendiri lebih tenang ketimbang ngontrak,”tuturnya.

Kini, Salim menempati rumah sederhana tipe 36/84 berukuran 6x6 meter dengan luas tanah 109 meter persegi. Hunian tersebut memiliki fasilitas standar antara lain dua ruang kamar, satu kamar mandi, dan ruangan tengah. "Daripada mengontrak saya lebih baik mencicil rumah lewat KPR subsidi. Kasarnya, tinggal menambah sedikit pengeluaran sudah punya rumah sendiri," kata Salim.

Diceritakannya, untuk mendapat hunian sederhana dengan tipe 36/84 itu, dirinya mengeluarkan modal hingga Rp12,3 juta. Uang sejumlah itu, dia bayarkan sebagai uang muka rumah sepaket dengan tanah kosong seluas 11 meter persegi. Sementara biaya kredit Rp734.000/bulan dengan masa angsuran selama 15 tahun serta bunga 5%.

Sementara Ratna Hidayah (23) pekerja muda yang baru memasuki dunia kerja atau fresh graduate dengan penghasilan pas-pasan di kisaran Rp 4 -5 juta atau di atas upah minimum provinsi tidak mau ketinggalan untuk membeli rumah. Diakuinya dengan tingkat pendapatan sebesar itu, memiliki properti sebenarnya bukan hal yang mustahil. “Ketimbang penghasilan habis untukpengeluaran gaya hidupsemata sepertihangout,travelingdan sebagainya, akan lebih baik bila saat muda mulai menimbang membeli rumah,”jelasnya.

Dirinya menuturkan, kini informasi membeli rumah tidak lagi sesusah apa yang dibayangkan anak muda, khususnya milenial. Pasalnya, berbekal inovasi produk yang diluncurkan PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang mampu mengkomunikasikan akan kebutuhan layanan perumahan bagi milenial dinilai tepat. Tengok aplikasi BTN Properti Mobile yang dapat dinikmati kaum milenial di Indonesia. Di antaranya, aplikasi tersebut memiliki fitur 4D Tour Services yang membuat penggunanya dapat melihat unit rumah tanpa harus ke lokasi. Fitur lain yang ditawarkan yakni tracking pengajuan kredit secara real time sehingga dapat mengetahui status permohonan kredit. “Lewat aplikasi ini, beli rumah semudah membeli pulsa dengan kemudahan fasilitas yang ada, transaksi dan pengajuan KPR bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, “ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, Bank BTN juga menawarkan fasilitas booking/ fee payment melalui e-channel lewat aplikasi ini. Melalui aplikasi tersebut, pengguna juga dapat melihat kondisi fasilitas umum di sekitar unit rumah. Calon debitur juga bisa mengajukan permohonan KPR secara online melalui aplikasi BTN Properti Mobile Apps ini dan juga melalui situs www.btnproperti.co.id. Adapun, dalam situs tersebut, calon debitur bisa memilih hunian dari 507.445 unit properti milik ± 1800 developer.

Kurangi Backlog Perumahan

Kehadiran aplikasi yang diluncurkan BTN merupakan komitmen perseroan dalam memudahkan generasi milenial mememiliki rumah dan juga menjawab permasalahan di Indonesia mengenai defisit atau backlog perumahan. Apalagi, pemerintah tengah menyiapkan tiga program yang menguntungkan bagi generasi millennial, masyarakat berpenghasilan rendah, dan ASN.

Persoalan defisit atau backlog perumahan masih terjadi di Indonesia. Dalam menyelesaikan persoalan ini, pemerintah mulai berupaya menyelesaikannya melalui program satu juta rumah. Tahun ini setidaknya ada tiga program yang disiapkan pemerintah. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, terdapat 81 juta jiwa generasi milenial yang belum memiliki rumah dan menjadi pasar potensial perumahan. Generasi milenial merupakan generasi yang lahir pada tahun 1980 sampai awal 2000-an. Saat ini jumlahnya sekitar 30 persen dari total penduduk Indonesia dan diperkirakan terus bertambah.

Berdasarkan hasil riset Ditjen Penyediaan Perumahan, generasi milenial mengutamakan rumah layak huni berkualitas berupa apartemen atau hunian sewa. Utamanya di pusat kota yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum dan memiliki kemudahan dalam akses internet.

Khalawi mengatakan, program rumah bagi generasi milenial ini diarahkan ke rumah vertikal atau rumah sederhana bersubsidi. Terdapat tiga klaster milenial yang dikaji. Klaster pertama adalah milenial pemula yang berusia 25-29 tahun, baru bekerja atau masih mencari pekerjaan, dan belum menikah. Klaster kedua adalah milenial berkembang yang berusia 30-35 tahun dan sudah berkeluarga. Klaster ketiga adalah milenial berusia di atas 35 tahun yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan kemajuan finansial.”Klaster pertama akan disiapkan rumah sewa vertikal yang dekat dengan simpul transportasi. Klaster kedua berupa hunian tipe 36 dengan 2 kamar tidur. Sementara klaster ketiga, silakan beli sendiri menyesuaikan dengan selera dan gajinya,” ujar Khalawi.

Mendukung program pemerintah, BTN relaunching Program KPR Gaeesss For Millenials dengan tampilan baru yang lebih menarik dan dapat diakses lewat aplikasi BTN Properti Mobile. Bank BTN juga tidak mengikat para debitur dengan membebaskan mereka dari pengendapan dana. Perseroan juga menawarkan fasilitas berupa memasukkan biaya proses akad kredit KPR ke plafon kredit. Selain itu, program ini pun dapat di-bundling dengan KPR Zero yang meliburkan pembayaran pokok selama 2 tahun. KPR Gaeesss For Millenials ini pun bisa dinikmati tidak hanya di ibu kota, tapi juga di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury mengatakan, perseroan melihat potensi besar dari generasi milenial yang belum memiliki rumah di Indonesia.“Sebagai pemimpin pasar KPR di Tanah Air, kami akan terus berinovasi untuk menyediakan hunian yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Kali ini kami berinovasi dengan menyajikan aplikasi BTN Properti Mobile yang memberikan berbagai kemudahan berbasis teknologi bagi generasi milenial yang tech-savvy,”ujarnya.

Disampaikannya, KPR PR Gaees memberikan banyak kemudahan, mulai dari awal pengajuan aplikasi KPR (kredit pemilikan rumah) atau KPA (Kredit pemilikan apartemen), dan biaya yang terjangkau untuk uang muka, provisi dan administrasi. Adapun, sejak resmi ditawarkan pada Oktober 2018 hingga November 2019, Bank BTN sukses mencatatkan penyaluran KPR Gaeesss senilai Rp9,3 triliun. Nilai tersebut setara penyaluran untuk 27.593 unit hunian bagi kalangan milenial. “Kami membidik dengan relaunching KPR Gaeesss For Millenials dan launching aplikasi BTN Properti Mobile dapat meningkatkan penyaluran KPR tersebut mencapai kurang lebih Rp11 triliun,” kata Pahala.

Untuk menggarap kaum milenial, Bank BTN juga memiliki berbagai produk dan layanan perbankan berbasis teknologi seperti mobile banking dan internet banking. Perseroan juga menjadi bagian dari LinkAja untuk mempermudah transaksi menggunakan uang elektronik di ponsel. Sementara itu, hingga akhir November 2019, secara total Bank BTN mencatatkan penyaluran KPR secara keseluruhan mencapai Rp190,15 triliun. Posisi tersebut tercatat naik 11,2% secara tahunan dari Rp171 triliun per November 2018.

BERITA TERKAIT

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…