Diskominfo Sukabumi Catat 709 Pengaduan Masyarakat Masuk ke e-Lapor dan e-Super - Sepanjang 2019

Diskominfo Sukabumi Catat 709 Pengaduan Masyarakat Masuk ke e-Lapor dan e-Super

Sepanjang 2019

NERACA

Sukabumi - Sepanjang tahun 2019 sebanyak 709 pengaduan, masukan dan pemikiran yang disampaikan masyarakat ke Pemkot Sukabumi. Sebanyak 295 aduan masuk ke e-Super dan 101 aduan masuk ke Sukabumi Participated Responder (e-Super). Selebihnya melalui aplikasi media sosial seperti facebook, instagram dan youtube.

“Kebanyakan laporan tentang infrastruktur PU, lalu pengaduan untuk Dishub seperti PJU dan gorong-gorong dan Perumda Air Minum DAM, ini tiga besar terbanyak,” ungkap Kepala Bidang Pengelola Informasi Publik dan Statistik Diskominfo Kota Sukabumi Tantan Sontani usai kegiatan Penyerahan Anugrah Pengelola Pengaduan Super - Lapor, disalah satu Hotel Jalan Siliwangi Kota Sukabumi, Rabu (19/2).

Jika dilihat dari jumlah penduduk Kota Sukabumi yang mencapai 370 ribu jiwa, jumlah pengaduan tergolong sedikit. Namun, Tantan mengatakan, diperlukan penelitian untuk mencari tahu masih kecilnya pengaduan yang masuk. “Bisa saja tahu tapi pura-pura tidak tahu, ada yang tidak tahu tapi tidak mau tahu. Bisa juga ada yang tahu e-Super tapi memilih diupload di medsos. Tapi trennya turun naik, tergantung isu yang sedang hangat. Misalnya penerimaan CPNS atau musim kemarau itu biasanya pengaduan yang masuk cukup tinggi,” ujarnya.

Program e-Lapor merupakan kebijakan pemerintah pusat yang terkoneksi dengan seluruh kota dan kabupaten. Sementara e-Super merupakan program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dan Andri S Hamami. Diskominfo sebagai admin sementara yang menindaklanjuti adalah SKPD. Sejak Aplikasi super diluncurkan 17 desember 2018 lalu, aplikasi ini semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Setiap aduan yang masuk kami teruskan ke SKPD yang merealisasikan aduan. Hasil pemantaun kami respon dari SKPD cukup cepat. Ada yang dalam satu hari sudah direspon walaupun berdasarkan SOP maksimal 3 hari. Kalau lebih lebih dari 3 hari, maka diaplikasi akan ada tanda merah. Ini sekaligus rapot SKPD yang lambat merespon,” kata dia.

Sementara itu juara 1 untuk kategori penghargaan, koordinasi dan diseminasi pengelolaan pengaduan diarih oleh Disdukcapil, juara ke 2 Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa, dan juara 3 Kecamatan Warudoyong.

"Sedangkan untuk kategori tindaklanjut di lapangan, juara 1 Dinas Perhubungan, juara 2 Dinas Satpol PP dan juara 3 Dinas PUPRPKPP. Dan untuk kategori respon dalam menjawab pengaduan, juara 1 diraih Dinas Kesehatan, juara 2 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan juara 3 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Penghargaan tersebut langsung diserhakn oleh Walikota Sukabumi langsung," pungkas Tantan. Arya

BERITA TERKAIT

KLHK Sosialisasi Gerakan Bersih Cuci Tangan, Bagikan Sabun, dan Penyemprotan Disinfektan - Peduli Covid-19

KLHK Sosialisasi Gerakan Bersih Cuci Tangan, Bagikan Sabun, dan Penyemprotan Disinfektan Peduli Covid-19 NERACA Jakarta - Kolaborasi seluruh eleman masyarakat…

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19 NERACA Jakarta - Di tengah merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang…

RS Darurat Wisma Atlet Siapkan 32 Unit Hunian

Jakarta-Brigjen TNI Dr. Agung H selaku Dansatgas  Kesehatan Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran-Jakpus, memberikan keterangan pers pada Jum'at…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona

Produsen Kosmetik MS Glow Gelontorkan Rp 2 Miliar Bantu Atasi Virus Corona NERACA Jakarta - Wabah pandemi virus Corona (Covid-19)…

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation

Epson Rilis 2 Printer Textile Dye-Sublimation  NERACA Jakarta – PT Epson Indonesia meluncurkan dua buah printer Textile Dye-Sublimasi 64", yaitu…

#JANGAN MUDIK#

   #MediaLawanCovid19 kembali meluncurkan konten edukasi bersama bertajuk “Jangan Mudik” pada Minggu (29/3) pagi ini. Kampanye besar kedua ini dilakukan…