Kementan: Stok Bawang Putih Cukup Hingga Maret 2020 - KERAN IMPOR BUAH DAN SAYUR DARI CHINA AKAN TETAP DIBUKA

Jakarta-Pemerintah menjamin stok bawang putih saat ini sekitar 133.000 ton hingga Maret 2020 cukup aman. Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi menyatakan keran impor buah dan sayur dari China akan tetap dibuka, meski wabah Corona sedang menggerogoti hampir seluruh aktivitas di negeri Tirai Bambu itu.

NERACA

Menurut Agung, wabah Corona tidak berpengaruh pada impor buah-buahan dari China, seperti apa yang disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. "Enggaklah, kan pak Mendag udah bilang bahwa itu enggak pengaruh. Kementan itu pasti berdasarkan Kemenkes, Kemendag, yang tahu kan dia. Selama ini enggak ada masalah," ujarnya saat ditemui usai pembukaan gelaran Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai murah di Jakarta, Minggu (9/2).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan itu menyatakan, stok bawang putih saat ini sekitar 133 ribu ton. Dia menjamin stok bawang putih hingga Maret 2020 aman. "Catatan saya 133 ribu ton. Masih cukup dari stok impor kemarin. Masih cukup sampai Maret," ujarnya.

Dia mengakui, melejitnya harga bawang putih memang disebabkan masalah pada distribusi, sehingga stok aman di tiap pasar terganggu. Namun, dirinya enggan mengelaborasi apakah penyebab terganggunya disebabkan oleh impor dari China yang terhambat.

"Impor sudah masuk, sekarang ada di importir semua. Masalah cuaca bisa jadi karena transportasi (untuk distribusi pangan) terganggu. Pokoknya hari ini pemerintah menekan mereka untuk distribusikan dengan harga normal," imbuhnya.

Sementara, peluang menambah pasokan bahan pokok impor di sela kurangnya stok ini masih jadi pertimbangan pemerintah, karena menurut pemerintah kebutuhan impor Indonesia sendiri rendah, hanya 600 ribu ton per tahun.

Untuk menjaga stabilitas harga dan stok bahan pokok, Badan Ketahanan Pangan melakukan operasi pasar (OP) bawang putih dan cabai murah. Di 22 pasar di seluruh Jakarta, masyarakat bisa membeli bawang putih cuma seharga Rp 30 ribu per Kg dan cabai Rp 25 ribu per Kg. "Kita kerjasama dengan importir untuk mengguyur pasar-pasar di DKI, bawang putih kita guyur stok 20 ton sehari, cabai 10 ton sehari. Ini nambah kekurangan (stok)," ujarnya.

Menurut Agung, yang justru harus dikhawatirkan apakah wabah virus corona tersebut mengganggu panen buah di China atau tidak, karena jika tidak ada panen, maka tentu tidak ada produksi dan itu bisa berdampak ke kebutuhan impor negara-negara lain termasuk Indonesia.

"Yang dikhawatirkan kan begini, di sana lagi kena wabah ada enggak yang panen? Ada enggak produksinya? Nah itu yang dimasalahkan. Itu yang kemudian akan mengurangi jumlah yang kita butuhkan," tutur dia.

Agung mengakui, tidak hanya kegiatan impor namun ekspor juga akan terhambat jika Corona tidak segera diatasi. Oleh karenanya saat ini, Kementan akan konsentrasi memproduksi benih dan meningkatkan produksi dalam negeri. "Kita sekarang masih konsentrasi memproduksi benih, kalo kita sudah memproduksi benih cukup kita tanam sendiri yasudah enggak perlu lagi," ujarnya seperti dikutip merdeka.com.

Pada bagian lain, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi memastikan naiknya harga bawang putih saat ini tidak ada kaitannya dengan kondisi eksternal seperti virus corona. Menurut dia, kenaikan itu terjadi karena masalah permintaan tak sebanding dengan kebutuhan dalam negeri. "Virus corona yang ada di Wuhan itu sebenarnya tidak ada pengaruh apa-apa. Ini masalah supply demand kemudian kebutuhan market," ujarnya.

Menurut Arief, kuota impor bawang putih ke China sendiri terakhir dilakukan pada 31 Desember 2019 lalu. Sehingga kenaikan terjadi saat ini tidak ada hubungannya dengan virus asal China tersebut. Yang terpenting dalam kondisi saat ini bagaimana caranya pemerintah bisa mengatur supply demand dan pasokan daripada bawang putih itu sendiri. Dengan begitu, permintaan dalam negeri bisa sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Wajib Tanam

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar pemerintah terus memberlakukan kewajiban tanam bawang putih untuk seluruh importir. Paling tidak dari Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) dikeluarkan pemerintah para importir wajib tanam 5%.

Food Station sendiri sejauh ini sudah merealisasikan wajib tanam bawang putih dengan lahan sekitar 170 ha yang berlokasi di daerah Temanggung, Wonosobo dan Jambi. "Jadi kta tanam di beberapa tempat di ketinggian baik untuk bawang putih. Karena bawang putih kan subtropis punya produk jadi sebenernya hanya bisa ditaman di ketinggian di tertentu," ujarnya.

Berdasarkan info pangan Jakarta, harga rata-rata untuk bawang putih di beberapa pasar tradisional di Jakarta terpantau tinggi yakni mencapai Rp 58.055 per Kg, naik sekitar Rp 2.289 dari perdagangan Sabtu (8/2).

Di daerah seperti Pemprov Sumut mengingatkan distributor bawang putih tidak menahan stok agar harga tidak naik signifikan. Ini diperlukan setelah tidak masuknya untuk sementara komoditas itu dari China.

"Satuan tugas Pemprov Sumut semakin meningkatkan pengawasan agar distributor tidak memanfaatkan pasokan yang terbatas setelah terhentinya impor dari China sejak virus corona menyebar," ujar Kepala Disperindag Sumut Zonny Waldi seperti dikutip Antara Medan, Jumat (7/2). Menurut dia, kalangan pengusaha, distributor dan pedagang nakal yang menahan bawang putih maka akan diberi sanksi.

Zonny yang didampingi Sekretaris Disperindag Sumut, Fitra Kurnia, menyebutkan harga bawang putih memang sudah bergerak naik, dari sekitar Rp26.000 per kg, akhir pekan ini menjadi Rp48.000 - Rp50.000 per kg. "Untuk menekan naiknya harga bawang putih itu, tim Pemprov Sumut sudah melakukan berbagai langkah mulai menginstruksikan pelepasan stok, memantau harga dan mencari langkah alternatif terganggunya pasokan dari China itu," ujarnya.

Zonny Waldi tidak menyebutkan berapa kebutuhan bawang putih di Sumut. Namun diakui pasokannya sebagian besar dari China meski izin impornya dari pusat. Menurut dia, Pemprov Sumut bekerja sama dengan Bank Indonesia berusaha mengembangkan bawang putih di beberapa daerah.

Sebelumnya, Anggota komisi III DPR-RI Arteria Dahlan meminta Kapolri untuk menurunkan anggotanya ke pasar dan gudang-gudang importir. Sebab harga jual bawang putih sudah sangat tinggi dan jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp32.000 per kg

"Sudah brutal ini, HET Rp32.000 per kilogram tapi dijual Rp50.000 sampai Rp70.000 per kilonya. Kapolri agar mengaktifkan atau mengefektifkan kembali Satgas Pangan, tangkap itu kartel, para mafia bawang putih," ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

Dia meminta agar kepolisian segera turun ke lapangan dan periksa ke gudang-gudang. "Kalau mereka alasan tidak tahu gudangnya, saya yang antar ke gudangnya adanya di mana. Nanti bisa ketahuan apakah ada penimbunan, apakah benar ada indikasi kartel bermain kembali saat ini," tutur Arteria. bari/mohar/fba

BERITA TERKAIT

TIM SATGAS COVID-19 ATUR KEBIJAKAN BERSKALA BESAR - Presiden: Karantina Wilayah Wewenang Pusat

Jakarta- Presiden Jokowi menegaskan karantina kesehatan termasuk karantina wilayah merupakan keputusan Pemerintah Pusat. Daerah tidak bisa memutuskan hal tersebut. "Saya…

Sempat Stop Transaksi, IHSG Masih Tertekan Covid-19

NERACA Jakarta – Sentimen negatif Covid-19 masih menjadi tekanan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG). Dimana sejak awal perdagangan IHSG…

MUDIK GRATIS LEBARAN DIBATALKAN - Presiden: K/L Berkinerja Buruk Siap Kena Sanksi

Jakarta-Presiden Jokowi akan memberi sanksi ke kementerian/lembaga (k/l) dan pemerintah daerah (pemda) yang berkinerja buruk. Sanksi berupa teguran tertulis, publikasi…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

KEPPRES STATUS DARURAT KESEHATAN TERBIT - Presiden Siapkan Perppu Antisipasi Defisit APBN

Jakarta-Presiden Jokowi akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait pelebaran defisit anggaran menjadi 5,07% dalam UU APBN 2020. Selain…

Rekomendasi Bank Dunia Atasi Dampak Covid-19

NERACA Jakarta - Bank Dunia merekomendasikan enam langkah dalam mengatasi dampak wabah Virus Corona baru atau COVID-19 terhadap perekonomian, khususnya…

TIM SATGAS COVID-19 ATUR KEBIJAKAN BERSKALA BESAR - Presiden: Karantina Wilayah Wewenang Pusat

Jakarta- Presiden Jokowi menegaskan karantina kesehatan termasuk karantina wilayah merupakan keputusan Pemerintah Pusat. Daerah tidak bisa memutuskan hal tersebut. "Saya…