Baznas Berdayakan Peran Peternak Sapi di Jakarta - Bantu Peningkatan Gizi Anak Sekolah

Meskipun warga Jakarta sebagian besar bukan peternak sapi, namun komitmen Baznas (Bazis) DKI Jakarta untuk memberdayakan warga Jakarta dan meningkatkan nilai ekonomi akan dilakukan dengan berbagai program yang bentul tepat dan dibutuhkan warganya. Sebut saja salah satunya peningkatantaraf ekonomi peternak sapi perah di Pondok Rangon, melalui Program Bagi Susu dan Madu (Basuma) yang ditujukan untuk anak-anak sekolah dasar di kawasan ibu kota.

Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta, KH Dr Ahmad Luthfi Fathullah mengatakan, peternakan sapi perah di Pondok Rangon Jakarta Timur merupakan peternakan sapi terakhir yang masih bertahan di Jakarta hingga sekarang ini. Menurutnya, Program Basuma bertujuan meningkatkan gizi para penerus bangsa, utamanya anak-anak usia antara 2 sampai 9 tahun yang tinggal di kampung-kampung yang masuk prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.”Program ini ditujukan bagi anak-anak usia PAUD hingga SD. Dalam tiga bulan pertama, program ini ditargetkan menyasar 500 siswa SD di 20 kampung,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikan Ahmad Luthfi, susu segar yang dibagikan kepada anak-anak sekolah tersebut dipasok dari usaha peternakan sapi perah di Pondok Rangon, sementara madu diambil dari kelompok peternak madu di Yogyakarta yang merupakan mustahik dari kelompok peternak lebah binaan Baznaspusat."Ini sekaligus sebagai upaya pemberdayaan usaha peternakan sapi perah yang dikelola petani serta madu dari peternak lebah," katanya.

Eksistensi Baznas dalam pemberdayaan masyarakat tidak pernah berhenti. Di akhir tahun 2019, kemarin Baznas mengembangkan 500 Warung Zmart di Jakarta sebagai penjual eceran (retail). Keberadaan Warung Zmart itu berfungsi untuk pemberdayaan masyarakat golongan penerima zakat (mustahik). Pada program tersebut, Baznas memberikan bantuan modal, perlengkapan dagang, renovasi dan branding warung senilai Rp 5 miliar untuk 500 warung mustahik.

Kata Kiai Luthfi, program Zmart sasarannya masuk dalam kategori dhuafa. Dimana program tersebut menyasar kampung sehingga akan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat pemberdayaan dari zakat. Selain itu, kemitraan dengan BAZNAS pusat akan memperkuat program karena memiliki pengalaman yang sama dalam memberdayakan mustahik."Tentunya, hal ini akan sangat terasa untuk mengurangi angka kemiskinan," ungkapnya.

Sementara itu Duta Basuma, Fery Farhati Ganis mengatakan, dengan program tersebut anak-anak akan mendapat asupan gizi yang cukup yang harapannya akan lahir generasi penerus yang semakin baik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri terus berupaya untuk mengentaskan permasalahan stunting atau gizi buruk di Ibu Kota.

Program ini turut diinisiasi oleh PUAN (Pergerakan Perempuan Barisan Nusantara) dengan melibatkan stakeholder dari beberapa organisasi guru dan perempuan, yaitu HIMPAUDI (Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia) PKK, IGTKI (Ikatan Guru TK Islam), IGRA (Ikatan Guru Raudatul Athfal) dan IGABA (Ikatan Guru Aisiyah Bustanul Athfal) serta FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah).

Gizi Buruk

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pernah bilang, gizi merupakan faktor paling penting dalam masa pertumbuhan anak. Kasus kekurangan gizi di Indonesia, khususnya di Jakarta, merupakan permasalahan mendasar yang perlu segera ditangani dengan baik.Bentuk pencegahan penyakit kekurangan gizi memerlukan keterlibatan dari berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat.

Dengan demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dapat terus dilakukan agar bisa mengentaskan masalah ini.”Jakarta menyambut baik dan mendukung Kampanye Nasional Pencegahan Stunting. Masalah stunting ini adalah satu dari sekian banyak deretan masalah ketimpangan. Jadi, kita ingin dari pemerintah pusat juga ada dukungan, kita bereskan sama-sama faktor yang menyebabkan kemiskinan lintas generasi. Jika hari ini di Jakarta ada 27% kasus stunting, untuk berikutnya lagi, Jakarta sudah bebas stunting,” ujarnya.

Menurutnya, prevalensi stunting di perkotaan memang lebih rendah dibanding di pedesaan. Adapun jumlah prevalensi penderita gizi buruk di perkotaan jumlahnya mencapai 32%, sedangkan pedesaan mencapai 42%. Dia berharap tumbuh perilaku dan kesadaran dari dalam keluarga terutama para orang tua terhadap makanan sehat dan bergizi untuk anak-anak, khususnya dalam 1.000 hari pertama kehidupannya.”Angka ini harus kita kurangi dan, harusnya di Jakarta sudah tidak ada lagi anak yang stunting. Para orangtua harus lebih serius melihat makanan dan asupan yang diberikan kepada anak-anak, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan, karena di situlah sebenarnya kuncinya,” tambah Anies.

Seperti diketahui, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan kebutuhan gizi anak. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia dua tahun tidak tercukupi.

BERITA TERKAIT

Perangi Sampah Plastik - Yasunli Donasikan Ratusan Tumbler Untuk Anak Sekolah

Merayakan hari jadinya ke-40, PT. Yasunli Abadi Utama Plastik (Yasunli) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur pembuatan plastik…

Fokuskan Penanganan Bencana - Lagi, Sharp Gelar Bakti Untuk Negeri di Lebak

Sebulan pasca bencana banjir yang menghantam Jabodetabek dan sekitarnya, beberapa daerah terdampak banjir masih berada dalam proses pemulihan. Salah satu…

Bantu Sejahterakan Masyarakat 56 Desa - Astra Telah Salurkan Total Bantuan Rp 4 Miliar

Konsistensi PT Astra International Tbk dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) tidak pernah absen.…

BERITA LAINNYA DI CSR

Dorong Kontribusi Peran Pemuda - Talenta Muda Ditantang Bangun Ekosistem Digital

Kemajuan bangsa Indonesia di era digital tidak terlepas dari peran generasi muda sebagai digital native. Mereka menjadi agen perubahan untuk mewujudkan…

Bangun Budaya Membaca - Pelaku Usaha Diajak Salurkan CSR Bangun Perpustakaan

Mencerdaskan anak bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, tetapi juga ada peran tanggung jawab dunia…

Bantu Bencana Banjir Jabodetabek - Gojek Sukses Galang Donasi Masyarakat Rp 1 Miliar

Atasnama kemanusiaan, Gojek sebagai perusahaan platform teknologi super app terdepan karya anak bangsa selalu hadir untuk membantu sesama yang tertimpa…