OJK : Industri Keuangan Tumbuh Baik

 

 

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri jasa keuangan tumbuh positif dengan memadainya tingkat permodalan, kondisi likuditas terjaga, serta risiko yang terkendali. Menurut keterangan OJK yang diterima di Jakarta, pertumbuhan sektor jasa keuangan hingga akhir Januari 2020 masih positif, di tambah stabilitas sektor jasa keuangan yang terjaga.

Di industri perbankan, tercatat pertumbuhan kredit 6,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir 2019. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kredit konstruksi yang tumbuh 14,6 persen (yoy) dan kredit rumah tangga yang tumbuh 14,6 persen (yoy). Sejalan dengan itu, kredit investasi meningkat 13,2 persen (yoy) yang menunjukkan potensi pertumbuhan sektor riil ke depan.

"Pertumbuhan kredit ini diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan tercatat rendah yaitu sebesar 2,5 persen dan NPL bersih 1,2 persen," tulis OJK, seperti dikutip akhir pekan kemarin. Sementara, rasio kecukupan permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan mencapai 23,3 persen, dengan rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) 93,6 persen.

Tingkat profitabilitas perbankan yang diukur dari marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) sebesar 4,9 persen, dan rata-rata suku bunga kredit 10,5 persen di akhir 2019. Dari sisi pasar modal, OJK mencatat penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal pada 2019 sebesar Rp166,8 triliun dan 60 emiten baru. Angka ini menjadi pertumbuhan emiten tertinggi di ASEAN dan nomor 7 di dunia. Total dana kelolaan investasi di Pasar Modal di 2019 juga meningkat dari Rp745,77 triliun (2018) menjadi Rp806,86 triliun.

Sementara itu, untuk industry keuangan non bank (IKNB), OJK mencatat beberapa indikator seperti kenaikan premi di produk proteksi komersial, dan jiwa, hingga kemampuan permodalan asuransi secara industry masih terjaga. Menurut data OJK, premi asuransi jiwa terkumpul sebesar Rp179,1 triliun pada 2019 dengan pertumbuhan 4,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kemudian, premi komersial mencapai Rp281,2 triliun atau naik delapan persen (yoy).

"Sementara permodalan industri asuransi masih sangat kuat, terlihat dari permodalan berbasis risiko (Risk-Based Capital/RBC) industri asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 345,35 persen dan 789,37 persen, lebih tinggi dari 'threshold' (ambang batas) sebesar 120 persen," menurut keterangan OJK.

Di luar industri asuransi, OJK mencatat industri perusahaan pembiayaan menumbuhkan realisasi pembiayaan 4,5 persen (yoy) dengan risiko pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) rendah sebesar 2,4 persen gross dan NPF net sebesar 0,45 persen. Demikian juga dengan jumlah pinjaman dibandingkan modal sendiri perusahaan (Gearing Ratio) perusahaan pembiayaan yang sebesar 2,61 kali.

Secara umum, OJK mencatat industri jasa keuangan masih tumbuh positif hingga Januari 2020. Di industri perbankan, tercatat pertumbuhan kredit 6,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir 2019. Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kredit konstruksi yang tumbuh 14,6 persen (yoy) dan kredit rumah tangga yang tumbuh 14,6 persen (yoy).

Sejalan dengan itu, kredit investasi meningkat 13,2 persen (yoy) yang menunjukkan potensi pertumbuhan sektor riil ke depan. "Pertumbuhan kredit ini diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan tercatat rendah yaitu sebesar 2,5 persen dan NPL bersih 1,2 persen," tulis data OJK.

BERITA TERKAIT

Survei BI : Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Triwulan I/2024

    NERACA Jakarta – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa kinerja kegiatan dunia usaha…

BRI Catat Setoran Tunai Lewat ATM Meningkat 24,5%

  NERACA Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) mencatat setoran tunai melalui ATM bank tersebut meningkat sebesar 24,5 persen…

Bank DKI Jadi Penyumbang Deviden Terbesar ke Pemprov

    NERACA Jakarta – Bank DKI menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penyumbang dividen terbesar bagi Provinsi DKI Jakarta sepanjang…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Survei BI : Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Triwulan I/2024

    NERACA Jakarta – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa kinerja kegiatan dunia usaha…

BRI Catat Setoran Tunai Lewat ATM Meningkat 24,5%

  NERACA Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) mencatat setoran tunai melalui ATM bank tersebut meningkat sebesar 24,5 persen…

Bank DKI Jadi Penyumbang Deviden Terbesar ke Pemprov

    NERACA Jakarta – Bank DKI menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penyumbang dividen terbesar bagi Provinsi DKI Jakarta sepanjang…