Fast Food Lanjutkan Gelar Rights Issue Saham - Raih Izin Stock Split

NERACA

Jakarta -Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST) menyetujui rencana pemecahan harga nomimal saham (stock split) dari Rp100 menjadi Rp50. Sehingga jumlah saham perseroan akan menjadi 3,8 miliar saham. “Kalau stock, kita perlu likuiditas, sebab saat ini saham kita hanya 1,9 miliar lembar saham dan kalau double akan mencapai 3,9 miliar saham atau hampir 4 miliar lembar saham.”kata Direktur FAST, Justinus Dalimin Juwono di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, pemecahan nilai saham dengan rasio satu banding dua tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan likuiditas perdagangan efek perseroan di bursa. Nantinya, pelaksanaan stock split akan dilakukan dalam kurun waktu 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB. Kemudian usai melakukan stock split, lanjut Justinus, perseroan akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau right issue, dengan melepas saham baru sebanyak-banyaknya 350 juta saham.“Dananya akan digunakan untuk ekspansi gerai KFC dan pembukaan merek dagang waralaba baru Taco Bell,” kata dia.

Menurutnya, manajemen merencanakan, sepanjang tahun ini akan membuka 20 hingga 30 gerai KFC baru dan memperbaiki 100 gerai lama KFC. Disebutkan untuk kebutuhan dana ekspansi itu, perseroan membutuhkan dana senilai Rp450 miliar. Disamping itu, lanjut dia, perseroan telah mendapatkan hak merek dagang dari waralaba Taco Bell. Pada tahap awal perseroan akan membuka lima gerai Taco Bell di sekitaran Jabodetabek.“Bulan April ini kami akan buka lima gerai Taco Bell dengan biaya investasi Rp5 miliar hingga Rp7 miliar per gerai,” jelas dia.

Adapun dana pembukaan lima gerai Taco Bell itu, kata dia, akan berasal dari kas internal. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan penjualan tumbuh 14, 1% atau menjadi senilai Rp8 triliun. Maka untuk memenuhi target tersebut, perseroan merencanakan pembangunan toko mencapai 25 buah, terdiri dari 20 gerai baru dan 5 KFC Box. “Pembangunan gerai tersebut akan dikombinasikan dari capex yang dialokasikan tahun depan sebesar Rp 550 miliar dan rights issue yang sedang kami persiapkan,”kata Direktur PT Fast Food Tbk, Shivashish Pandey.

Rencananya, pembangunan 25 gerai baru tersebut mulai direalisasikan pada setiap kuartal di tahun 2020. Menurut Shivashish, hal tersebut tergantung dari business development perseroan. Pembangunan gerai pada tahun 2020 lebih rendah dibandingkan pembangunan gerai pada tahun lalu yang diproyeksikan mencapai 65 gerai, sebanyak 35 untuk gerai baru dan sebanyak 30 untuk KFC Box. Hal tersebut disebabkan karena perseroan ingin fokus ke gerai-gerai yang sudah ada dan ingin merenovasi untuk meningkatkan brand image.

Disampaikan Shivashish, target penjualan tahun 2020 tumbuh 14,1% juga ditopang adanya tambahan 65 gerai pada tahun 2019 dan adanya renovasi beberapa gerai perseroan untuk menarik penjualan. Disebutkan, perseroan akan melakukan renovasi sebanyak 120-150 gerai di tahun 2020. Perseroan memproyeksikan hingga akhir tahun 2019 penjualan mencapai Rp7,01 triliun atau tumbuh 13,9% secara year-on-year (yoy). Dari sisi laba bersih, perseroan memperkirakan pada akhir tahun nilainya bisa tumbuh 5% secara tahunan. Pada akhir 2018, FAST membukukan laba bersih senilai Rp212,01 miliar.

BERITA TERKAIT

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…

Laba Bersih Alfamart Melesat Tajam 71,11%

NERACA Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan kenaikan laba 2019 sebesar 71,11% menjadi Rp1,11 triliun dari periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Propinsi Ini Paling Rentan Terhadap Covid-19

Masifnya penyebaran virus corona (Covid-19) telah berdampak pada lemahnya perekonomian dalam negeri dan memberikan kekhawatiran para pelaku ekonomi. Berdasarkan Katadata…

Sentimen Stimulus Pemerintah - Laju IHSG Berhasil Balik Arah Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Latinusa Bukukan Untung US$ 2,68 Juta

NERACA Jakarta - Emiten pengolahan pelat timah PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) atau Latinusa membalikkan posisi rugi tahun lalu…