Kekhawatiran Virus Corona Tekan Laju IHSG

NERACA

Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdaganagan Senin (27/1) awal pekan kemarin, seharian berada di zona merah. Sentimen global seperti kekhawatiran penyebaran virus corona mendominasi sentimen terhadap pergerakan IHSG. Indeks BEI sendiri ditutup melemah 110,9 poin atau 1,78% ke posisi 6.133,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 21,72 poin atau 2,12% menjadi 1.003,79.

Kata analis Panin Sekuritas, William Hartanto, IHSG masih terkena sentimen negatif dari serangan Iran terhadap Kedubes Amerika dan kekhawatiran efek Virus Corona terhadap perekonomian.”Sejak dibuka melemah, IHSG tak beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Secara sektoral, semua sektor terkoreksi dimana sektor industri dasar turun paling dalam yaitu minus 4,47%, diikuti sektor aneka industri dan sektor pertambangan masing-masing minus 3,12% dan minus 2,84%. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau "net foreign buy" sebesar Rp161,16 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 406.466 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,68 miliar lembar saham senilai Rp4,94 triliun. Sebanyak 77 saham naik, 351 saham menurun, dan 101 saham tidak bergerak nilainya. Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 483,7 poin atau 2,03% ke 23.343,5, indeks Hang Seng dan indeks Straits Times libur.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah 3,29 poin atau 0,05% ke posisi 6.240,82. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 0,86 poin atau 0,08% menjadi 1.024,65. Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, pasar saham diperkirakan bereaksi atas dampak penyebaran Virus Corona pada perekonomian global dan bisa berdampak bagi pergerakan IHSG.”Perkiraan pasar global yang mengalami tekanan akibat dari kekhawatiran Virus Corona, menjadi salah satu faktor peluang tekanan bagi IHSG pada pekan ini," ujar Alfiansyah.

Pelaku pasar mencermati perkembangan Virus Corona setelah World Health Organization (WHO) menyebut Corona sebagai kondisi darurat China yang telah menewaskan 26 orang dan dan menginfeksi lebih dari 800 orang pada malam liburan Tahun Baru Imlek.

Virus yang dapat menyebabkan kematian itu bahkan sudah ditemukan di sejumlah negara seperti Singapura, Jepang, Taiwan, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Thailand, Hong Kong, Makau, AS, dan Vietnam. Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei dibuka melemah 392,5 poin atau 1,65% ke 23.434,7, sementara Indeks Hang Seng, dan Indeks Straits Times libur.

BERITA TERKAIT

Adhi Commuter Bidik Dana IPO Rp 2,5 Triliun

NERACA Jakarta –Kembangkan ekspansi bisnisnya di sektor properti yang terintegrasi dengan moda transportasi menjadi fokus utama PT Adhi Commuter Properti…

Dampak Suspensi Saham - Tiphone Mobile dan KSEI Saling Tuduh

NERACA Jakarta –Dinilai melakukan salah prosedur karena penundaan pembayaran bunga ke-4 dan pelunasan pokok atas obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap I…

Genjot Pertumbuhan Bisnis Gudang - Makmur Berkah Bidik Pendapatan Rp 120 Miliar

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi di sektor kawasan industri dan penyewaan gudang, PT Makmur Berkah Amanda…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…

Topang Pendapatan Taksi - Blue Bird Tancap Gas Bisnis Armada Rental

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis, PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus ekspansi dengan menambah armada baru. Dimana tahun ini,…