Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform - Kejar Pertumbuhan Bisnis

NERACA

Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi bisnis tekstil di tahun 2020 masih prospektif baik untuk pasar domestik ataupun pasar ekspor.”Di pasar ekspor kami juga melihat masih banyak peluang di berbagai negara. Salah satunya adalah segmen uniform untuk pasar korporat. Kami akan mengejar untuk mengisi permintaan di pasar-pasar tersebut,”kata Direktur Utama Trisula International, Kris Santoso Widjojo di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, tahun ini ada sedikit peningkatan target baik dari sisi top line maupun bottom line. Tak hanya itu, lanjut dia, belanja modal pada tahun ini juga tidak akan siginifikan berbeda dibandingkan dengan pada tahun lalu. Menurutnya, masih prospektifnya industri tekstil di topang dari katalis dalam negeri karena perekonomian Indonesia yang tetap tumbuh.

Selain itu, dengan rendahnya inflasi, suku bunga serta penguatan rupiah juga bisa memberikan dampak positif untuk sektor ini. Disamping itu, salah satunya melalui peningkatan kualitas produk dan layanan pengiriman produk. Besarnya potensi pasar juga menjadi tantangan tersendiri untuk mengidentifikasi dengan menawarkan produk yang baik dengan harga yang tepat.”Kami juga tetap mengedepankan efisiensi untuk memastikan margin kami tetap positif,” imbuhnya.

Pada tahun ini, lanjut Kris, perseroan mengharapkan pabrik baru dapat beroperasi dna direncanakan dapat ekspansi sekitar 20% menuju kapasitas maksimal. Hingga pada akhirnya kapasitas akan menjadi double. Pada rencana sebelumnya, perseroan akan menambah kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru di Jawa Tengah. Pada tahap awal, TRIS mengalokasikan investasi senilai Rp50 miliar-Rp100 miliar.

Dirinya menambahkan, kebutuhan lahan untuk pabrik baru sekitar 3 hektare- 5 hektare. Perseroan mulai menjajaki sejumlah wilayah seperti Solo, Boyolali, dan Sragen. Sebelumnya, perseroan telah memiliki 4 fasilitas produksi di Jawa Barat."Pemilihan Jawa Tengah karena sumber tenaga lebih murah dibandingkan dengan Jawa Barat," katanya.

Tercatat kinerja penjualan TRIS hingga kuartal III/2019 tumbuh 9,89% menjadi Rp687,78 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama periode Januari–September 2019, laba bersih persseroan mengalami penyusutan dibandingkan periode yang sama lahun lalu senilai Rp6,13 miliar.“Melihat pencapaian kinerja hingga akhir kuartal III/2019 kami berharap kinerja kami semakin positif pada tahun ini,”ungkapnya.

Saat ini, perseroan memiliki sekitar 4.000 unit mesin produksi. Santoso mengatakan, Trisula International akan memperluas pemasaran dan meningkatkan penjualan produk-produk andalannya di antaranya pakaian corporate (uniform) dan functional wear (pakaian olah raga dan pakaian kerja).

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukses Gelar IPEX ke-20 - BTN Raih Potensi Kredit Baru Rp 4,56 Triliun

Bank BTN berhasil menarik  lebih dari 200.000  pengunjung selama sepekan pameran Indonesia Properti Expotdan (IPEX) sukses membukukan nilai ijin prinsip…

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…