Realisasi Penerimaan Bea Cukai Palembang Surplus

Realisasi Penerimaan Bea Cukai Palembang Surplus

NERACA

Palembang - Bea Cukai Palembang mencatatkan penerimaan negara sebesar Rp90.512.550.800 selama 2019 yang melebihi target awal sebesar Rp90.008.190.000 atau berhasil surplus 102,78 persen.

Kepala Kantor Bea Cukai Palembang, Abdul Harris, Kamis (16/1), mengatakan realisasi target diperoleh dari capaian bea masuk sebesar Rp88.747.773.800, bea keluar sebesar Rp3.683.177.000 dan penerimaan cukai Rp81.600.000."Pada 2020 ini target penerimaan tetap kami tingkatkan, tapi besarannya sementara belum kami terima dari pusat," ujar Abdul Harris.

Selain penerimaan negara, jumlah kasus yang ditangani Bea Cukai Palembang selama 2019 juga meningkat signifikan yakni sebanyak 437 kasus atau naik 132 persen dari 2018 sebanyak 331 kasus.

Ada 437 kasus itu teridiri dari 268 kasus melalui kiriman barang pos, 113 cukai hasil tembakau, 33 kasus impor barang penumpang, 18 kasus impor umum petikemas, 2 kasus ekspor, 2 kasus impor MMEA, dan 1 kasus cukai MMEA lokal.

"Beberapa kasus besar yang pernah kami ungkap yakni penyelundupan benih lobster, penyelundupan 5.700 telpon pintar dan importasi minuman alkohol," tambah Harris.

Dari kasus yang ada, 4 kasus ditingkatkan ke penyidikan, yakni 2 berkas untuk tegahan handphone, 1 berkas ekspor benih lobster dan 1 berkas cukai MMEA palsu tanpa pita cukai.

"Tidak hanya penerimaan negara saja yang kami tingkatkan, tapi sektor pengawasan juga kami tingkatkan mengingat wilayah pengawasan Bea Cukai Palembang meliputi seluruh Sumatera Selatan," kata Harris.

Pada sektor pengawasan pihaknya mengandalkan pos-pos dan kejelian intelejen dalam mengawasi wilayah Sumsel dengan karakteristik perairan yang cukup sulit dimonitor karema keterbatasan biaya serta petugas. Ant

BERITA TERKAIT

Hunian Milenial Lengkap dan Terjangkau di Bogor

Jakarta-Sebuah apartemen hunian milenial lengkap dengan pelayanan Smart Living yang disediakan Suwardana Park hadir di perhelatan properti terbesar nasional, Indonesia…

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

MWC NU Cicurug : Tangkal Segala Bentuk Paham Radikalisme

MWC NU Cicurug : Tangkal Segala Bentuk Paham Radikalisme KABUPATEN SUKABUMI NERACA Sukabumi – Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWC…

Asuransi Jasindo Siap Menjawab Reformasi OJK di Tahun 2020

Asuransi Jasindo Siap Menjawab Reformasi OJK di Tahun 2020 NERACA Jakarta - Seiring dengan maraknya permasalahan yang terjadi pada sejumlah…

Universitas Trisakti Sukses Gelar Jazz Song of Earth Festival

Universitas Trisakti Sukses Gelar Jazz Song of Earth Festival NERACA Jakarta - Universitas Trisaksi Jakarta, telah sukses menyelenggarakan event Lomba…