Arwana Bidik Penjualan Keramik Tumbuh 10% - Bisnis Properti Masih Positif

NERACA

Jakarta – Masih berpeluang tumbuhnya industri properti di tahun ini bakal menggerek permintaan keramik dalam negeri. Pertimbangan inilah yang menjadi alasan PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) sebagai emiten produsen keramik untuk mematok target bisnis lebih agresif lagi. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10%."Kami mematok pertumbuhan penjualan pada 2020 double digit sekitar 10%,"kata Chief Operation Officer (COO) Arwana Citramulia, Edy Suyanto di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan cukup puas dengan kinerja pada kuartal IV/2019 yang didukung pencapaian selama 9 bulan tahun lalu. Target penjualan sepanjang 2019 senilai Rp2,1 triliun dan laba bersih senilai Rp200 miliar bisa tercapai. Edy menyebutkan, beberapa faktor positif yang dapat mendukung kinerja perseroan antara lain penambahan volume produksi dari ekspansi kapasitas di Plant Ogan Ilir yang rampung pada Juli 2019, permintaan keramik dari program Pemerintah Sejuta Rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan rusunawa, proyek renovasi dan rumah baru swadaya, serta percepatan proyek-proyek infrastruktur pemerintah pada 2020.

Dari sisi laba bersih, perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 25% hingga 30% secara tahunan. Berdasarkan laporan kinerja per 30 September 2019, perseroan membukukan penjualan senilai Rp1,63 triliun atau naik 11,51% dari penjualan di periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,46 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp160,14 miliar atau naik 38,12% secara tahunan.

Jika dilihat spesifik pada kuartal III/2019, perseroan mengantongi penjualan senilai Rp585,21 miliar dan laba bersih senilai Rp58,05 miliar. Penjualan dan laba bersih di kuartal III/2019 ini, masing-masing tumbuh 20,53% dan 25,11% dari kuartal II/2019. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 165 miliar. Arwana Citramulia akan menggunakan belanja modal itu untuk mendukung ekspansi.

Kata Edy Suyanto, belanja modal akan dimanfaatkan untuk ekspansi pabrik baru di Mojokerto dan pembelian mesin digital printing untuk pabrik yang sudah ada. Dimana pendanaan capex masih bersumber dari internal. Disampaikannya, ekspansi pabrik yang dimaksud adalah pabrik granito yang investasinya mencapai Rp 300 miliar. Dengan adanya ekspansi plant 5B Mojokerto, kapasitas Arwana akan naik jadi 3 juta meter persegi per tahun. Ditargetkan pengembangan pabrik akan selesai di akhir tahun ini.

Pada 2019 lalu, perseroan menyelesaikan satu pabrik di Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 4,3 juta meter persegi per tahun. Sehingga total kapasitas produksi yang dimiliki ARNA menjadi 62 juta m2. Penambahan kapasitas pabrik di Sumatra Selatan tersebut membuat emiten keramik ini optimistis penjualannya di tahun 2020 akan bertumbuh hingga 10%.

BERITA TERKAIT

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…