Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok - Divestasi Bank Permata

NERACA

Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk (BNLI) setelah banyak dilego oleh beberapa bank yang berminat dan termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), pada akhirnya kalah dengan penawaran yang jatuh ke tangan Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank).

Dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin, PT Astra International Tbk memutuskan untuk mendivestasi seluruh sahamnya di Bank Permata kepada Bangkok Bank atau sekitar 12,49 miliar saham di level harga Rp 1.498 per saham dengan dana yang dikantongi sebesar Rp 18,72 triliun. Transaksi itu dituangkan dalam penandatangan perjanjian jual beli saham bersyarat antara Standard Chartered PLC (Standard Chartered) dan PT Astra International Tbk sebagai penjual masing-masing 44,56% saham PT Bank Permata Tbk kepada Bangkok Bank sebagai pembeli.

Bangkok Bank sepakat mengakuisisi 89,12% saham Permata Bank dari penjual secara tunai. Nilai akuisisi tersebut adalah 1,77 kali dari nilai buku per laporan keuangan terakhir Permata Bank sebelum penyelesaian transaksi. Kata Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto, Bangkok Bank merupakan salah satu bank terbesar di Thailand dan well-capitalised. Hubungan bisnis yang ada saat ini antara Grup Astra dan Permata Bank akan berjalan seperti biasa dan pihaknya akan menjajaki kerja sama bisnis lainnya.

Dia menambahkan, perseroan secara berkala meninjau strategi portofolio investasinya dan mengambil keputusan dengan memperhatikan kepentingan terbaik seluruh pemangku kepentingan.”Keputusan kami terkait Permata Bank telah mempertimbangkan kinerja Permata Bank yang membaik, prospek positif industri jasa keuangan di Indonesia dan strategi kami untuk fokus memperkuat posisi Astra sebagai penyedia jasa keuangan di segmen ritel di Indonesia,” ujarnya.

Perseroan sendiri menyebut, dana hasil jual saham Bank Permat akan digunakan untuk keperluan investasi. Sementara Presiden Direktur Bank Permata, Ridha DM Wirakusumah menyampaikan manajemen dan karyawan menyambut baik pemberitahuan dari para pemegang saham baru Bangkok Bank.”Pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Standard Chartered dan Astra atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada kami sejak tahun 2004. Keduanya telah memainkan peran utama dalam membawa Permata Bank ke posisinya hari ini: bank yang menguntungkan dengan aset dan pertumbuhan yang sehat,"ujarnya.

Permata Bank, pada kuartal III-2019 membukukan laba bersih setelah pajaksebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 121% dari periode yang sama tahun lalu, serta peningkatan kualitas aset, dimana likuiditas dipertahankan pada level optimal."Permata Bank akan terus mengembangkan bisnis kami sebagai bank pilihan bagi semua pemangku kepentingan. Kami percaya kemampuan kami dalam mengembangkan bisnis Retail, Wholesale dan Syariah banking, jaringan distribusi yang luas, serta inovasi teknologi digital terbaik di kelasnya, akan terus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan, dan menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan." tambah Ridha.

BERITA TERKAIT

Dukung Qanun Aceh - Bank BTN Konversi 4 Kantor Syariah

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengonversi 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) konvensional perseroan menjadi KCP Syariah…

Bantu Daya Saing UMKM - HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore

NERACA Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…