Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor - Wujudkan Perusahaan Sehat

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi pertama menguat 2% ke posisi Rp 510 per lembar. Penguatan saham maskapai penerbangan plat merah ini sudah terjadi empat hari. Kondisi ini tidak lepas dari sentimen dan gebrakan yang lakukan Menteri BUMN, Erick Thohir yang merombak seluruh jajaran direksi atas kasus penyelundupan spartpart Harley Davidson.

Kini sentimen positif itupun masih bertahan, seiring dengan penunjukan direksi baru secara sementara untuk mengisi kekosongan. Plt. Direktur Utama yang merangkap Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Fuad Rizal mengatakan, jajaran pelaksana tugas maupun pelaksana direktur diberikan tugas oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjaga operasional perseroan hingga RUPSLB pada 22 Januari 2019.

Perseroan saat ini tengah fokus dalam menyiapkan layanan penerbangan, baik untuk penumpang maupun pengiriman barang, dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru.”Untuk kegiatan operasional, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan pihak terkait,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, pihaknya telah menyiapkan rencana kerja 45 hari ke depan setelah perubahan direksi. Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham mengatakan, perseroan telah menyebarkan surat edaran ke seluruh cabang untuk melakukan ramp check persiapan operasional, ground services, dan juga sistem IT yang mendukung. Tambahan penerbangan juga disiapkan perseroan untuk memenuhi permintaan ke beberapa rute yang ramai pada momen Natal dan Tahun Baru, seperti ke Labuan Bajo, Bali, Surabaya, Yogyakarta, dan sebagainya.”Kami juga memberikan potongan harga sampai dengan 30%--40% sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berlibur," katanya.

Sementara Joseph Tendean, Plh. Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia menyebutkan, perseroan menjaga operasional aliran kargo dalam persiapan peak season, termasuk Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Hari Raya Natal dan Tahun Baru, juga Tahun Baru Imlek awal tahun depan. Tidak hanya itu, pengiriman kargo untuk kegiatan ekspor juga dijaga agar tidak terganggu. "Ke depan tantangan untuk kargo adalah bagaimana kami kembangkan yang berbasis e-commerce dan juga berorientasi ekspor dan maritim," sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga menyiapkan armada dan kru agar dapat melayani masyarakat dengan baik. Plh. Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal Manumpak menyebutkan perseroan juga bakal merekstrurisasi beberapa rute, terutama yang selama ini awak kabin diharuskan terbang pulang-pergi, akan dikembalikan fasilitas menginap di stasiun yang berada di luar negeri."Kami akan tetap menjaga keamanan dan kualitas penerbangan Garuda ke depan," katanya.

Kemudian dalam jangka lebih panjang, perseroan akan merekstrurisasi fokus bisnis, yaitu dengan memperkuat penerbangan domestik sebagai backbone perusahaan. GIAA juga fokus ke negara-negara Timur Tengah, Asia, dan Jepang, serta Korea Selatan. Hal ini dimaksudkan untuk membuat perusahaan lebih sehat dan pilihannya, perseroan juga membekukan rute penerbangan ke London setelah dievaluasi profitabilitasnya.

Sepanjang 9 bulan tahun ini, Garuda Indonesia membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$122,42 juta atau berbalik dari rugi bersih US$114,08 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menargetkan dapat meraup laba bersih senilai US$70 juta pada akhir 2019. Target tersebut membalikan posisi rugi bersih yang dicatatkan perseroan pada 2018 senilai US$175 juta.

Pendapatan usaha GIAA tercatat senilai US$3,54 miliar atau naik 9,97% dari US$3,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha perseroan mayoritas bersumber dari penerbangan terjadwal.

BERITA TERKAIT

Dukung Qanun Aceh - Bank BTN Konversi 4 Kantor Syariah

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengonversi 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) konvensional perseroan menjadi KCP Syariah…

Bantu Daya Saing UMKM - HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore

NERACA Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…