BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020 - Topang Pertumbuhan Pendapatan

NERACA

Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor logistik berbasis digital. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Melalui bisnis tersebut, dimaksudkan untuk memasarkan produk daging sapi dan produk olahan.

Direktur Utama Estika Tata Tiara, Yustinus Sadmoko mengatakan, pesatnya dinamika perkembangan e-commerce pada era digital harus didukung ekosistem termasuk layanan logistiknya. Pasalnya, di sisi lain perseroan berencana untuk mengembangkan unit bisnis e-commerce untuk melayani segmen bussines to business. “Melalui bisnis baru ini, perseroan berupaya meningkatkan kemampuan logistiknya. Dengan begitu, perseroan menjadi bisnis penggemukkan sapi, pengolahan makanan, dan pengiriman yang terintergrasi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, diversifikasi perseroan dengan mengembangkan bisnis anak usaha dibidang distribusi yang membutuhkan penanganan khusus seperti cold storage menelan nilai investasi mencapai Rp 20 miliar. Di tahun depan, perseroan akan membangun 20 hub distribusi baru, yang diproyeksikan dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan pendapatan.

Yustinus menambahkan, langkah yang dilakukan perseroan ini dipilih mengingat tingginya permintaan warga Indonesia terhadap daging sapi. Menurutnya, jumlah produksi perseroan saat ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan pasar yang besar. "Dengan ekspansi yang kami lakukan, kami yakin tahun depan tidak akan kekurangan supply. Selain itu pada tahun depan kami juga akan berusaha untuk ekspor, namun saat ini masih dalam tahap diskusi," kata dia.

Sementara Direktur Pemasaran Estika Tata Tiara, Grace Adoe menyatakan, perseroan mulai menggarap ranah e-logistic di Indonesia dengan target UMKM dan perusahaan korporasi. Pelibatan UMKM dalam sistem logistik Kibif sangat penting karena 96% pelaku bisnis di Indonesia bergerak di sektor UMKM.“UMKM adalah pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Grace.

Sementara, Chief Investment Officer (CIO) IIF Harold Tjiptadjaja berharap dengan penandatangan kerja sama dapat meningkatan peran swasta dalam pengembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang mengindahkan prinsip-prinsip Social and Environmental untuk pembangunan berkelanjutan. Kemudian untuk mendukung pengembangan bisnis tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 240 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis di bidang pengolahan daging sapi.

Perseroan, menurut Yustinus Sadmoko sangat optimistis pada tahun depan dapat mencapai target revenue sebesar Rp 1,8 triliun atau meningkat 51% dari target tahun ini Rp 1,2 triliun. Perseroan berencana untuk terus berekspansi dengan menambahkan kapasitas produksi, penambahan line produksi baru, dan juga diversifikasi usaha. "Kami akan meningkatkan kapasitas produksi di Cikarang dan Salatiga dari 300 ton per bulan menjadi 1000 ton per bulan. Selain itu kami akan menambahkan line produksi di Subang dan juga pengembangan penyimpanan cold storage. Semua total investasi tersebut sesuai dengan capex kami," jelasnya.

Adapun sumber dana capex akan berasal dari kas internal seperti laba dan sisanya pinjaman perbankan.

BERITA TERKAIT

Dukung Qanun Aceh - Bank BTN Konversi 4 Kantor Syariah

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengonversi 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) konvensional perseroan menjadi KCP Syariah…

Bantu Daya Saing UMKM - HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore

NERACA Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Global Medco Oversubscribed 6 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi global milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mendapatkan respon positif dari pelaku pasar. Dimana…

Kembangkan Kendaraan Listrik - Pemerintah Menaruh Asa Divestasi Saham INCO

NERACA Jakarta – Dukungan pemerintah terhadap PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi 20% divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk…

Tersandung Masalah Hukum - MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson

NERACA Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…