BRPT Mengandalkan Pendanaan Lewat Utang - Bangun PLTU Jawa 9 dan 10

NERACA

Jakarta – Ekspansi bisnis PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 dengan kapasitas 2x1000 megawatt (MW) telah memasuki tahap finalisasi pendanaan. Pada aksi korporasi tersebut, perseroan akan lebih mengandalkan pendanaan lewat utang.

Kata Direktur Barito Pacific, David Kosasih, pendanaan pembangunan PLTU ini menggunakan skema proyek pada umumnya, yakni dengan menggunakan utang dan ekuitas (modal). Porsi antara utang dengan modal adalah 75% berbanding 25%. “Porsi utang terdiri atas project financing dan pinjaman sindikasi dari beberapa bank. Sementara sisanya didanai dengan modal yang dikontribusi dari dua pemegang saham, yakni kami dan PLN,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

David mengatakan, kontribusi modal BRPT diambil dari kas internal perusahaan. Meski enggan menyebutkan nama bank terkait, terdengar kabar bahwa salah satu bank yang akan membiayai pembangunan PLTU ini adalah Bank Ekspor Impor Korea Selatan atau Korean Exim Bank. Adapun pembangunan ini akan dilakukan oleh PT Indo Raya Tenaga, yang merupakan perusahaan gabungan yang hasil konsorsium PT Indonesia Power (anak usaha PT PLN) dengan Grup Barito Pacific.

BRPT menguasai 49% saham PT Indo Raya Tenaga sementara sisanya sebanyak 51% merupakan saham milik PLN. David mengatakan, dana investasi PLTU ini sebesar US$ 3,3 miliar. David mengklaim, pendanaan ini sudah terpenuhi. “Kalau dari sisi Barito sudah fully funded,” pungkasnya.

Adapun konstruksi dari dua PLTU ini rencananya akan dilakukan tahun depan. Sementara jadwal operasional dari kedua PLTU ini direncanakan pada 2023 – 2024. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, menyatakan lembaga keuangan public asal Korea Selatan, Korean Exim akan berpartisipasi dalam proses financial closing. Proses tersebut ditargetkan terealisasi pada awal Januari 2020. PLTU Suralaya 9 dan 10 ini diperkirakan membutuhkan sekitar 7 juta ton batubara per tahun. Selain proyek PLTU, Barito secara grup juga akan fokus pada proyek pada anak-anak usaha.

BERITA TERKAIT

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…

Raup Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik - Coca Cola Inisiasi Packaging Recovery Organization

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik, produsen minuman kemasan Coca Cola Indonesia sangat aktif dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…