Prospek & Tantangan

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo

November berlalu, Desember menyapa dan begitu pula tahun 2019 akan berlalu dengan penuh harapan datangnya tahun 2020. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk membuat pemetaan terhadap semua persoalan yang muncul dan berkembang selama tahun 2019. Hal ini menjadi penting karena persoalan dan tantangan ekonomi makro di tahun 2020 pastinya akan semakin pelik dan kompleks. Betapa tidak, sisa akhir 2019 diwarnai oleh ancaman resesi global, sementara di sisi lain dampak perang dagang AS-Tiongkok jelas tidak diragukan karena kedua negara superpower ini telah memberikan andil terhadap perekonomian global. Betapa tidak AS tentu dipahami sebagai negara dengan kekuatan ekonomi yang cukup besar dan didukung oleh kekuatan adi daya, sementara di sisi lain Tiongkok juga menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi baru yang disegani.

Fakta lainnya adalah persoalan nilai tukar rupiah yang masih rentan terhadap adanya tekanan akibat faktor eksternal. Betapa tidak, ditengah ancaman resesi maka tentunya ini akan berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar sementara di sisi lain kekuatan nilai tukar rupiah masih labil, terutama dikaitkan dengan tekanan tuntutan faktor eksternal. Oleh karena itu, persoalan nilai tukar harus dicermati agar fluktuasinya selama tahun 2019 kemarin bisa diperkuat pada tahun 2020. Meski demikian, harus diakui bahwa hal ini bukan persoalan yang mudah karena ada banyak faktor yang mempengaruhi nilai tukar suatu mata uang. Setidaknya fundamental domestik harus diperkuat. Padahal pada tahun 2020 akan ada 270 pilkada serentak yang tentunya hal ini berpengaruh terhadap jaminan stabilitas sospol.

Sinergi antara iklim sospol dan perekonomian bukan hal yang baru karena keduanya adalah saling membutuhkan. Iklim sospol yang mantab, aman dan terkendali akan bisa menjadi modal dasar untuk mendukung pembangunan, sementara kondisi perekonomian yang baik secara tidak langsung akan menciptakan stabilitas sospol. Sinergi ini secara tidak langsung akan memberikan stimulus terhadap geliat ekonomi secara nasional dan implikasinya adalah tercipta industrialisasi yang menjanjikan proses produksi dengan kualitas yang lebih baik dan tentu berdaya saing.

Yang justru menjadi persoalan upaya menciptakan iklim sospol yang mantab bukanlah hal yang mudah. Setidaknya selama 2019 terjadi beberapa kali konflik, termasuk misalnya kasus di Papua. Belum lagi kasus terorisme yang secara tidak langsung menjadi ancaman terhadap geliat perekonomian. Oleh karena itu, pemerintah harus maksimal menciptakan iklim sospol demi pencapaian semua target pembangunan nasional. Jadi, tidak ada alasan mengabaikan penciptaan iklim sospol karena ini menjadi nadi bagi pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Review akhir tahun 2019 sejatinya menyisakan dua pertanyaan yaitu bagaimana review yang telah dilakukan dan bagaimana tantangan yang harus dihadapai sementara faktor prospek ke depan menjadi sesuatu yang harus dicapai. Jadi, prospek dan tantangan pada tahun 2020 akan menjadi PR dan tantangan bagi Jokowi – Ma’ruf Amin untuk periode 5 tahun ke depan. Artinya, kinerja tahun 2019 harus menjadi bahan review untuk mampu menjawab semua persoalan dan tantangan ekonomi di tahun 2020.

BERITA TERKAIT

Menggagas Open Registry

Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritime Institute (Namarin)   Frasa asas cabotage bergaung cukup kuat belakangan ini. Pasalnya, prinsip…

Kelola BUMN dengan Akhlak Baik

Oleh: Ahmad Nabhani Wartawan Harian Ekonomi Neraca Upaya bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari kerugian finansial menjadi fokus utama…

Pembersihan BUMN

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Pengungkapan penyelundupan berdalih onderdil sepeda motor membuat gempar…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Rupiah Simbol Kedaulatan yang Harus Dihargai

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri Kedaulatan dan nasionalisme adalah harga mati. Berbangsa dan bernegara di negeri ini wajib…

Menggagas Open Registry

Oleh: Siswanto Rusdi Direktur The National Maritime Institute (Namarin)   Frasa asas cabotage bergaung cukup kuat belakangan ini. Pasalnya, prinsip…

Kelola BUMN dengan Akhlak Baik

Oleh: Ahmad Nabhani Wartawan Harian Ekonomi Neraca Upaya bersih-bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari kerugian finansial menjadi fokus utama…