UMP 2020 Naik, Beri Ruang Masyarakat untuk Beli Rumah

UMP 2020 Naik, Beri Ruang Masyarakat untuk Beli Rumah

NERACA

Jakarta - Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8,51 persen untuk tahun depan yang telah diketok pemerintah diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk bisa membeli rumah.

Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik di Jakarta, Rabu (6/11), optimistis kenaikan UMP akan dapat mengerek penjualan properti tahun depan."Saya rasa itu akan menunjukkan 'appetite' (yang bagus untuk masyarakat karena ada kelebihan (pendapatan) dari sebelumnya. Mudah-mudahan kenaikan ini memberikan ruang untuk masyarakat agar uang kelebihannya itu digunakan untuk membeli rumah," kata dia.

Maria mengingatkan kenaikan gaji agar tidak dibarengi dengan peningkatan sikap konsumtif. Pasalnya, ia menyebut orang Indonesia biasanya saat mengalami naik gaji maka pengeluarannya juga bertambah.

Ia juga berharap kenaikan UMP akan dapat mendorong minat masyarakat untuk membeli properti sehingga dapat mendukung program pemerintah seperti penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)."Hopefully ini akan membantu program FLPP pemerintah karena sempat tersendat dengan UMP cukup rendah," imbuh dia.

Maria menambahkan komposisi pemerintahan baru juga diharapkan dapat mendorong perkembangan industri properti juga mendorong konsumen untuk membeli properti."Kalau saya sih yakin 2020 akan jauh lebih baik dari 2019. Makanya kalau dibilang kapan beli rumah ya memang harus sekarang," ujar dia.

Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 sebesar 8,51 persen."Angka ini kan diambil dari inflasi nasional sebesar 3,39 persen ditambah dengan pertumbuhan ekonomi 5,12 persen menjadi 8,51 persen, sesuai dengan PP 78/2015 tentang Pengupahan," kata Direktur Pengupahan Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani ditemui usai pertemuannya dengan buruh yang berunjuk rasa di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (31/10).

Menurut Dinar, tak hanya buruh yang keberatan dengan angka tersebut, asosiasi juga meminta kementerian untuk menurunkan angka 8,51 persen itu."Ada dari asosiasi pengusaha datang kemari untuk minta agar angkanya sekitar 5-6 persen saja, sementara buruh minta 10-15 persen. Jadi 8,51 persen ini sudah jalan tengah," kata dia.

Keinginan buruh agar UMP naik sekitar 10-15 persen, menurut Dinar angka itu tidak berdasar. Dia mengatakan sampai saat ini buruh tidak pernah memberikan dasar dari survei tersebut. Sementara angka yang ditetapkan pemerintah telah berdasarkan survei.

Mengenai permintaan buruh untuk mencabut PP 78/2015, Dinar mengatakan kementerian telah menerima perintah dari Presiden Joko Widodo untuk merevisi peraturan tersebut.

Saat ini pihaknya tengah melakukan dialog dengan berbagai pihak sepeeti pihak pekerja dan pengusaha untuk memberikan masukan atas perbaikian PP 78/2015 tersebut.

"Selama ini banyak pihak yang menyatakan keberatan atas peraturan tersebut, tetapi tidak pernah memberikan ide apa saja yang perlu diubah dari peraturan tersebut. Sekarang kami sedang mengumpulkan bahan-bahannya," kata dia. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

BTN Raup Potensi Kredit Rp4,54 Triliun - Indonesia Properti Expo

BTN Raup Potensi Kredit Rp4,54 Triliun    Indonesia Properti Expo  NERACA Jakarta - BTN berhasil meraup potensi kredit baru hingga…

Prospek Properti Perkantoran Cempaka Putih 2020 Tetap Cerah

Prospek Properti Perkantoran Cempaka Putih 2020 Tetap Cerah NERACA  Jakarta - Prospek bisnis properti perkantoran di kawasan Cempaka Putih Jakarta…

Adhi Persada Gedung Bangun Apartemen di Yos Sudarso

Adhi Persada Gedung Bangun Apartemen di Yos Sudarso    NERACA Jakarta - PT Adhi Persada Gedung, anak usaha BUMN Karya PT…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

BTN Tingkatkan Penyaluran Subsidi Rumah Melalui Tabungan

BTN Tingkatkan Penyaluran Subsidi Rumah Melalui Tabungan    NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk akan meningkatkan penyaluran subsidi rumah…

Ciputra Meninggal, Indonesia Kehilangan Tokoh Pelopor Township

Ciputra Meninggal, Indonesia Kehilangan Tokoh Pelopor Township   NERACA Jakarta - Wafatnya Ciputra, membuat Indonesia kehilangan seorang tokoh yang menjadi salah…

Intiland Terus Kembangkan Kawasan Terpadu Aeropolis Bandara Soetta

Intiland Terus Kembangkan Kawasan Terpadu Aeropolis Bandara Soetta   NERACA Jakarta - PT Intiland Development Tbk (Intiland) terus mengembangkan kawasan terpadu…