Sarimelati Kencana Raih Penjualan Rp 2,94 Triliun - Berkah Menjamurnya Gerai Pizza Hut

NERACA

Jakarta – Masih terjaganya daya beli masyarakat menjadi sentimen positif terhadap pencapaian kinerja PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA). Pasalnya, emiten pengelola restoran Pizza Hut ini berhasil membukukan penjualan hingga kuartal tiga sebesar Rp 2,94 triliun atau tumbuh 14% dibandingkan priode yang sama tahun lalu.

Direktur Keuangan Sarimelati Kencana, Frederick Estrada Cadlaon menjelaskan, pertumbuhan penjualan didukung oleh segmen restoran dan pesan antar. Kenaikan penjualan seiring dengan bertambahnya jumlah outlet sepanjang tahun berjalan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hingga akhir 2018, perseroan ini telah memiliki outlet sejumlah 451 unit tersebar di Jabodetabek, Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Indonesia Timur. Sejak awal tahun hingga November 2019, terdapat tambahan outlet baru sebanyak 50 unit. Dengan demikian, total jumlah gerai hingga November 2019 sebesar 501 gerai.”Kondisi makro juga lebih stabil pada tahun ini dan cukup kondusif,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, masih positifnya pertumbuhan penjualan masih dikontribusikan besar dari Jakarta yakni 41,81% terhadap total penjualan, diikuti Jawa dan Bali sebesar 30,39%, Sumatra 13,65%, Sulawesi 6,59% dan Kalimantan sebesar 5,80%. Adapun, wilayah timur berkontribusi 1,76% terhadap penjualan. Ya, tumbuhnya penjualan juga ikut mengerek pertumbuhan laba bersih perseroan sebesar 47% secara tahunan. Dimana perseroan berhasil meraup laba senilai Rp 149,24 miliar.

Perseroan mengungkapkan, kenaikan laba bersih yang signifikan terutama ditopang pertumbuhan penjualan bersih dan beban bunga yang turun signifikan. Beban bunga dan keuangan turun 72,46%, dari Rp28,47 miliar per kuartal III/2018 menjadi Rp7,84 miliar per kuartal III/2019. Perseroan juga melakukan efisiensi dalam operasional perusahaan sehingga biaya operasional perseroan tercatat meningkat 13,3%, lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan penjualan bersih.”Kenaikan laba terutama karena kenaikan penjualan dan penurunan dari beberapa biaya kami, salah satunya di beban bunga bank yang turun signifikan sangat besar lebih dari 72%," imbuhnya.

Kemudian dalam mamacu pertumbuhan bisnis kedepan, Direktur Operasional Sarimelati Kencana Jeo Sasanto menambahkan, perseroan tengah mengembangkan rencana ekspansi untuk merambah ke daerah-daerah baru, terutama di luar Jawa. Disampaikannya, perseroan memang melihat potensi besar di sejumlah area baru. Meski belum dapat menyebutkan namanya, perseroan telah mengantongi beberapa kota yang menjadi kandidat untuk ekspansi di tahun depan."Ada beberapa kandidat yang sudah kami datangi dan memang terlihat potensial. Setiap tahun kami selalu mencari kota baru yang potensi," katanya.

Salah satu yang bakal menjadi fokus perseroan, yakni memperbesar pasar di luar Jawa, terutama wilayah timur. Jeo menambahkan perseroan belum lama ini membuka outlet baru di Tarakan, Sorong, Purwakarta, dan Dumai. Hasilnya, kata dia, cukup memuaskan. Jeo menjelaskan perkembangan ekonomi cukup bagus di Indonesia Timur seiring pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

Oleh karena itu, dengan merek Pizza Hut yang sudah kuat dan akses yang lebih mudah, perseroan meyakini mampu memperbesar pasar di area-area baru ini."Jawa Bali tetap dominan. Tetapi ada sedikit perkembangan, ternyata Indonesia Timur menjanjikan potensi yang cukup besar dan area-area baru itu masih banyak,"ungkapnya.

Lebih lanjut, perseroan optimistis dapat mencapai pertumbuhan penjualan sebesar 13%-15% secara tahunan dan margin laba bersih 4%-5%. Penjualan pada kuartal IV ini bakal didorong oleh momentum liburan akhir tahun."Desember menjadi sales yang cukup tinggi bagi restoran karena pada akhir tahun itu ada liburan. Biasanya liburan akan banyak menghabiskan waktu di luar rumah," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…