Laba Bersih Astrindo Nusantara Melesat 277% - Ditopang Volume Angkutan Batubara

NERACA

Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatat laba bersih di kuartal tiga 2019 yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$ 12,9 juta. Laba tersebut naik 277% dari sebesar US$ 3,42 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, kenaikan laba perusahaan eksplorasi migas tersebut, berasal dari pendapatan yang naik menjadi US$ 48 juta dari sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 11 juta. Sedangkan beban pokok pendapatan tercatat meningkat US$ 9,7 juta dari beban pokok US$2,93 juta, namun laba bruto naik menjadi US$ 38,4 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 8,1 juta.

Selain itu, beban lain-lain bersih turun menjadi US$ 7,34 juta dari beban lain-lain bersih US$ 9,28 juta, laba sebelum beban pajak penghasilan menjadi US$ 31 juta dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang US$1,18 juta. Di sisi lain, laba neto yang diraih tercatat sebesar US$ 20,4 juta dari lab neto tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 2,56 juta di tahun sebelumnya.

Adapun total aset perseroan hingga periode 30 September 2019 mencapai US$ 1,31 miliar atau naik dari total aset yang tercatat senilai US$ 1,23 miliar per periode 31 Desember 2018 lalu. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar US$ 64 juta dan laba US$ 23 juta. Sementara untuk target di 2020, Sekretaris Perusahaan BIPI Kurniawati Budiman pernah bilang, hampir sama dengan 2019 dan harapannya pencapaian Astrindo bisa melebihi target tersebut. “Semua tergantung pada tingkat produksi pelanggan-pelanggan,”ujarnya.

Namun, sayang Kurniawati belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai target di 2020 sebab peningkatan akan mengikuti pengguna jasa pelabuhan. Adapun di 2020 mendatang segmen sewa pelabuhan bakal kembali paling banyak berkontribusi ke pendapatan perusahaan. Kurniawati menyatakan target di akhir 2019 ini merupakan cerminan proyeksi dari apa yang sudah diraih sampai dengan kuartal III 2019 serta proyek Astrindo yang sudah beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Dirinya menjelaskan, melesatnya pertumbuhan laba perseroan di kuartal tiga tahun 2019 karena meningkatnya volume penanganan batubara pelanggan utama Astrindo. Selain itu karena biaya beban bunga dan restrukturisasi pinjaman yang dilakukan pada akhir 2018. Adapun sejauh ini, serapan capex Astrindo diperkirakan sekitar US$ 200.000.

Kurniawati menyatakan serapan belanja modal di kuartal tiga tahun ini masih rendah karena lebih diarahkan untuk pemeliharaan. Adapun belanja modal akan bertambah saat proyek sudah berjalan yang diperkirakan berkisar US$ 2,5 miliar besarnya. Upaya Astrindo untuk meningkatkan likuiditas penyerapan belanja modal, Kurniawati menjelaskan Astrindo harus menyelesaikan due diligence dan feasibility study hingga sembilan proyek infrastruktur di Kalimantan dan Sumatera bisa beroperasi. BIPI berharap proyek ini mulai on stream di semester I 2020.

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…