Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Capai 79,24%

NERACA

Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 12 November 2019 telah mencapai Rp165,46 triliun atau 79,24 persen dari target APBN. "Realisasi ini sudah mencapai 79,24 persen dari target Rp208,82 triliun," kata Heru, seperti dikutip Antara, kemarin.

Heru menjelaskan realisasi ini mencakup penerimaan cukai sebesar Rp131,1 triliun atau 79,19 persen dari target, bea masuk Rp31,4 triliun atau 80,76 persen dari target dan bea keluar Rp2,9 triliun atau 67,62 persen dari target. Penerimaan cukai berasal dari hasil tembakau Rp125 triliun atau 78,7 persen dari target, minuman mengandung ethil alkohol Rp5,8 triliun atau 97,85 persen dari target dan ethil alkohol Rp106,53 miliar atau 67,33 persen dari target.

"Penerimaan cukai mengalami pertumbuhan 16,65 persen dibandingkan periode sama tahun 2018," ujar Heru. Meski demikian, penerimaan bea masuk mengalami kontraksi 5,85 persen dan penerimaan bea keluar turun 49,32 persen karena lesunya kinerja perdagangan global. Selain itu, tambah dia, penerimaan bea masuk ikut mengalami tren penurunan karena adanya pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas.

"Dominasi tarif nol persen dan peningkatan FTA menyebabkan rasio bea masuk terhadap total perpajakan relatif menurun," kata Heru. Ia mengaku optimistis realisasi penerimaan bea cukai bisa mendekati target yang ditetapkan karena penerimaan cukai biasanya meningkat tajam pada periode Desember.

BERITA TERKAIT

Program Hukum Humaniter Indonesia Didukung Palang Merah Internasional

    NERACA   JENEWA – Pada Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang diselenggarakan pada 9 hingga 12…

Penerimaan Pajak 2019 Diakui DJP Cukup Berat

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyebutkan pertumbuhan penerimaan pajak 2019 cukup berat…

Pemerintah Pastikan Dorong Pembiayaan dari SBN Domestik di 2020

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman memastikan pemerintah akan mendorong…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Dunia Usaha Berharap Banyak dengan Omnibus Law

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin menyebutkan bahwa para pelaku usaha dan…

Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Menkes Tawarkan Tiga Alternatif

    NERACA   Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menawarkan tiga alternatif untuk mengatasi permasalahan defisit anggaran Badan…

Taiwan Optimis Tingkatkan Penjualan di TIBS 2020

    NERACA   Jakarta - Perhelatan Taiwan International Boat Show (TIBS) akan kembali digelar pada 12-15 Maret 2020 di…