Kemenaker Klaim Angka Pengangguran Terendah Sejak Reformasi

NERACA

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI mengatakan angka pengangguran di Tanah Air pada 2019 mengalami penurunan hingga 5,02 persen dan terendah sejak era reformasi hingga kini. "Selama lima tahun terakhir tren angka pengangguran terus menurun dan tahun ini merupakan yang terendah," kata Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kemenaker RI Khairul Anwar di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini tercatat sekitar 133 juta angkatan kerja di Tanah Air. Dari jumlah itu 126 juta sudah bekerja dan hanya sekitar tujuh juta yang belum memiliki pekerjaan atau pengangguran.

Penurunan angka pengangguran tersebut, kata dia, dinilai keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja. "Artinya keberhasilan pembangunan di era Presiden Jokowi betul-betul fokus pada penurunan angka pengangguran, kemiskinan, kesenjangan ekonomi yang turut menjadi barometer pembangunan," ujarnya.

Ia menjelaskan dari jumlah angkatan kerja di Indonesia pada umumnya berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memberikan fasilitas pelatihan kepada masyarakat kategori usia kerja yang berpendidikan SMP ke bawah. "Jadi 58 persen angkatan kerja yang masih berpendidikan rendah itu kita berikan fasilitas pelatihan," katanya.

Tujuannya, setelah mereka mendapatkan fasilitas pelatihan diharapkan dapat ditampung langsung oleh pasar kerja. Selain itu, angkatan kerja juga didorong untuk mandiri atau berwiraswasta. "Dua tujuan inilah yang disasar oleh pemerintah melalui fasilitas pelatihan bagi angkatan kerja berpendidikan rendah di Tanah Air," katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam meminta pemerintah serius tangani peningkatan angka pengangguran. Menurutnya, saat ini tekanan terhadap sektor ketenagakerjaan cukup tinggi. Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru tentang perkembangan sektor ketenagakerjaan menunjukkan jumlah pengangguran yang meningkat menjadi 7,05 juta pada Agustus 2019 dari Februari 2019 yang di angka 6,8 juta.

“Dari sisi persentase, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus mencapai 5,28 persen, naik dari 5,01 persen pada Februari 2019. Jika memerhatikan berbagai indikator, dapat dikatakan sektor ketenagakerjaan tertekan cukup nyata," ujar Ecky.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan, persoalan tersebut diawali dari kegagalan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, sehingga stimulus terhadap ekspansi bisnis juga gagal. Realisasi investasi juga menurun, karena iklim berusaha yang tidak kunjung membaik. “Beberapa rilis lembaga dunia tentang daya saing ekonomi, tidak menempatkan Indonesia sebagai negara yang menarik untuk tujuan investasi," jelas.

Di sisi lain, ekonomi terus bergantung pada kekuatan konsumsi rumah tangga, sehingga aktvitas produktif cenderung terbatas. “Saya khawatir bahwa kondisi ketenagakerjaan ini terus memburuk. Menurut data BPS jumlah angkatan kerja yang bekerja pada Agustus 2019 hanya 126,51 juta yang turun dari 129,36 juta pada Februari 2019. Artinya, ada 2,85 juta tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan selama 6 bulan terakhir," katanya.

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha Berharap Banyak dengan Omnibus Law

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin menyebutkan bahwa para pelaku usaha dan…

Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Menkes Tawarkan Tiga Alternatif

    NERACA   Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menawarkan tiga alternatif untuk mengatasi permasalahan defisit anggaran Badan…

Taiwan Optimis Tingkatkan Penjualan di TIBS 2020

    NERACA   Jakarta - Perhelatan Taiwan International Boat Show (TIBS) akan kembali digelar pada 12-15 Maret 2020 di…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Dunia Usaha Berharap Banyak dengan Omnibus Law

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin menyebutkan bahwa para pelaku usaha dan…

Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Menkes Tawarkan Tiga Alternatif

    NERACA   Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menawarkan tiga alternatif untuk mengatasi permasalahan defisit anggaran Badan…

Taiwan Optimis Tingkatkan Penjualan di TIBS 2020

    NERACA   Jakarta - Perhelatan Taiwan International Boat Show (TIBS) akan kembali digelar pada 12-15 Maret 2020 di…