AJB Bumiputera 1912 Tetap Jaga Komitmen Pembayaran Klaim

AJB Bumiputera 1912 Tetap Jaga Komitmen Pembayaran Klaim

NERACA

Jakarta - Ketua Umum Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi (NIBA) AJB Bumiputera 1912 Rizky Yudha mengakui, perkembangan kondisi AJB Bumiputera 1912 saat ini tentunya menjadi keprihatinan seluruh pekerja yang telah lama mengabdikan hidupnya disana."Dan sebagai perusahaan perjuangan dan bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia di industri perasuransian, seharusnya Bumiputera juga menjadi keprihatinan pemerintah", ungkap Rizky dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

Bagi Rizky, AJB Bumiputera 1912 kini membutuhkan dukungan semua pihak, bersama-sama pemerintah, DPR juga regulator dan seluruh pemangku kepentingan di internal perusahaan untuk bercermin menghayati sejarah panjang AJB Bumiputera 1912."Sehingga, kita bersama-sama memberikan konsentrasi lebih, guna mengatasi persoalan AJB Bumiputera 1912 agar tidak berlarut-larut”, tukas Rizky.

Rizky menambahkan, Serikat Pekerja NIBA AJB Bumiputera 1912 dengan 1.900 anggota dan bersama 10 ribu agen yang tersebar di kantor pusat dan 308 cabang, berkomitmen mengimplementasikan kebersamaan yang tulus melayani seluruh pemegang polis dengan sebaik-baiknya. Tentunya, dengan berkordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk penjadwalan klaim dan realisasinya."Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas keterlambatan dalam pembayaran klaim pemegang polis. Insyaa Allah, SP akan menjaga komitmen perusahaan”, tegas Rizky.

Terkait pembayaran klaim, Rizky menjelaskan, Bumiputera pada 2018 telah membayarkan klaim kepada pemegang polis dengan total sekitar Rp3,9 triliun. Sementara di 2019 sampai dengan September 2019, total sekitar Rp2,1 triliun, dan selanjutnya tetap berkomitmen menyelesaikan klaim kepada Pemegang Polis.

"Dengan empat juta orang pemegang polis yang tersebar di seluruh Indonesia, maka Bumiputera merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional yang terbesar dan terus hadir di tengah persaingan dengan perusahaan swasta, BUMN dan swasta asing lainnya selama 107 tahun", papar Rizky.

Bahkan, sepanjang 25 tahun atau seperempat abad ke belakang, Bumiputera telah membayarkan klaim sebesar Rp76, 5 triliun kepada pemegang polis dan mampu menghimpun premi sebesar Rp89 triliun.

Lebih dari itu, sepanjang beroperasi lebih dari satu abad di negeri ini, Bumiputera telah mendapatkan puluhan penghargaan bergengsi dari berbagai pihak. Seperti, Top Brand Award (Kategori Life Insurance) lebih dari 10 tahun, Top Agent Award (TAA) dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) setiap tahunnya, Superbrand (Kategori Insurance), Indonesia Insurance Consumer Choice Award, Indonesia Digital Popular Brand Award, Unit Link Award, dan lain-lain. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Langkah Strategis BIN Mengoptimalisasikan Peran Bakohumas - KAWAL KEBIJAKAN PEMERINTAH

Langkah Strategis BIN Mengoptimalisasikan Peran Bakohumas KAWAL KEBIJAKAN PEMERINTAH NERACA Jakarta - Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Zaelani mengatakan,…

Calon Hakim Konstitusi Setuju MK Diawasi Pihak Eksternal

Calon Hakim Konstitusi Setuju MK Diawasi Pihak Eksternal   NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo…

Kemenkumham Sederhanakan Proses Bisnis Pendirian Badan Usaha

Kemenkumham Sederhanakan Proses Bisnis Pendirian Badan Usaha   NERACA Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akan menyederhanakan proses bisnis (business…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Langkah Strategis BIN Mengoptimalisasikan Peran Bakohumas - KAWAL KEBIJAKAN PEMERINTAH

Langkah Strategis BIN Mengoptimalisasikan Peran Bakohumas KAWAL KEBIJAKAN PEMERINTAH NERACA Jakarta - Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Zaelani mengatakan,…

Calon Hakim Konstitusi Setuju MK Diawasi Pihak Eksternal

Calon Hakim Konstitusi Setuju MK Diawasi Pihak Eksternal   NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo…

Kemenkumham Sederhanakan Proses Bisnis Pendirian Badan Usaha

Kemenkumham Sederhanakan Proses Bisnis Pendirian Badan Usaha   NERACA Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akan menyederhanakan proses bisnis (business…