PGE Kelola Energi Panas Bumi dengan Kapasitas 1.887 MW

NERACA

Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha sektor hulu Pertamina Geothermal Energy terus menggenjot produksi energi panas bumi dari 14 wilayah kerja kuasa pengusahaan dan 2 wilayah kerja izin panas bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.877 megawatt (MW).

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu di Jakarta, Selasa (12/11), menjelaskan bahwa dari 14 wilayah kerja tersebut, terdapat 5 area panas bumi yang sudah berproduksi dan 1 proyek yang sudah selesai konstruksi dioperasikan sendiri oleh PGE, 5 area secara joint operation, 3 dalam fase pengembangan proyek panas bumi, dan 3 wilayah kerja panas bumi dalam tahap eksplorasi.

“Dengan total kapasitas terpasang sebesar itu, anak usaha Pertamina ini menduduki posisi ke-6 di antara perusahaan panas bumi terbesar di dunia. Kami optimistis, ke depan akan mencapai target yang lebih besar,” tegasnya. Menurut Dharmawan, dari proyek tersebut, kapasitas terpasang yang dioperasikan sendiri oleh PGE (own operation) sebesar 672 MW dan dilakukan melalui skema upstream project dan total project.

Proyek berada di Area Kamojang Jawa Barat dengan kapasitas terpasang sebesar 235 MW, Area Lahendong Sulawesi Utara (120 MW), Area Karaha – Jawa Barat (30 MW), Area Ulubelu – Lampung (220 MW), Area Sibayak – Sumatra Utara (12 MW), serta Proyek Lumut Balai – Sumatera Selatan dengan pekerjaan konstruksi Unit I (55 MW) dan telah berhasil diselesaikan dengan skema total project.

Di samping itu, lanjutnya, PGE juga melaksanakan pengusahaan Wilayah Kerjanya melalui skema Joint Operation Contract (JOC). Dalam skema ini pembangunan dan pengoperasian lapangan panas bumi yang berada pada WKP PGE tersebut dilaksanakan oleh Kontraktor JOC.

Saat ini ada 5 JOC yang dikelola oleh PGE yaitu JOC Sarulla di Sumatera Utara, JOC Cibeureum Parabakti (Salak) di Jawa Barat, JOC Darajat di Jawa Barat, JOC Pangalengan (Wayang Windu) di Jawa Barat, dan JOC Tabanan di Bali. Secara keseluruhan, total kapasitas terpasang mencapai 1.205 MW. “Hingga saat ini, dari seluruh WKP yang dikelola PGE baik own operation maupun JOC, Pertamina berkontribusi sekitar 91 persen dari total kapasitas terpasang geothermal di Indonesia,” ungkapnya.

Dharmawan menambahkan, dalam skema upstream project, PGE bertindak sebagai penjual panas bumi untuk disalurkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik pembeli, sedangkan dalam skema total project, PGE bertindak sebagai penjual tenaga listrik yang dibangkitkan dari PLTP milik PGE untuk disalurkan ke jaringan transmisi/distribusi milik PT PLN (Persero) sebagai pembeli. “Kami akan terus mendukung pemerintah dan mitra dengan PLN untuk mempercepat target 35 ribu MW kelistrikan nasional,” jelasnya.

Indonesia memiliki 40 persen dari potensi panas bumi di dunia atau setara 29 ribu MW. Namun, saat ini baru sekitar enam persen dari potensinya di Indonesia yang telah digarap. Untuk itu melalui rencana jangka panjang 2021 sampai dengan 2026, Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) akan mengucurkan investasi sebesar 2,68 miliar dolar AS untuk pengembangan wilayah kerja yang ada.

Selain itu, PGE juga akan menggarap dua wilayah kerja baru sehingga kapasitas terpasang own operation PLTP akan melesat hampir dua kali lipat dari 672 MW menjadi 1.112 MW. Dengan demikian PGE optimis dapat meningkatkan cadangan menjadi 2.175 MW dan produksi listrik menjadi 7.455 Gwh. “Sebagai BUMN, Pertamina memiliki peran strategis untuk keberlangsungan suplai energi nasional. Salah satunya dengan terus berupaya menjamin ketersediaan energi baik dari sumber minyak dan gas bumi maupun pengembangan sumber energi baru terbarukan,” katanya.

BERITA TERKAIT

Program Hukum Humaniter Indonesia Didukung Palang Merah Internasional

    NERACA   JENEWA – Pada Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang diselenggarakan pada 9 hingga 12…

Penerimaan Pajak 2019 Diakui DJP Cukup Berat

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menyebutkan pertumbuhan penerimaan pajak 2019 cukup berat…

Pemerintah Pastikan Dorong Pembiayaan dari SBN Domestik di 2020

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman memastikan pemerintah akan mendorong…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Dunia Usaha Berharap Banyak dengan Omnibus Law

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin menyebutkan bahwa para pelaku usaha dan…

Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Menkes Tawarkan Tiga Alternatif

    NERACA   Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menawarkan tiga alternatif untuk mengatasi permasalahan defisit anggaran Badan…

Taiwan Optimis Tingkatkan Penjualan di TIBS 2020

    NERACA   Jakarta - Perhelatan Taiwan International Boat Show (TIBS) akan kembali digelar pada 12-15 Maret 2020 di…