Eastparc Hotel Raup Laba Rp 5,8 Miliar - Tingkat Hunian Kamar Naik 9,6%

NERACA

Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 5,8 miliar, naik 400% dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 1,1 miliar. Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, melesatnya pertumbuhan laba salah satunya didukung peningkatan tingkat hunian kamar sebesar 9,6%.

Selain itu, kata Direktur Utama PT Eastparc Hotel Tbk, Khalid bin Omar Abdat, perseroan juga mencatatkan pendapatan hingga September 2019 tumbuh sebesar 19,26% dibanding periode yang sama pada tahun 2018, yaitu meningkat dari Rp 37,46 miliar menjadi Rp 44,67 miliar. Rata-rata tingkat hunian kamar hingga September 2018 adalah sebesar 72,25% pada periode yang sama di tahun 2019 mencapai 79,15%.

Sedangkan untuk pendapatan perseroan bulan Oktober 2019 adalah sebesar Rp 6,33 miliar, mengalami peningkatan 20,52% dibandingkan pendapatan pada Oktober 2018 yaitu sebesar Rp 5,25 miliar. Tingkat hunian kamar pada bulan Oktober 2019 adalah sebesar 88,02%, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 83,31%. Gross Operating Profit (GOP) pada bulan Oktober 2019 adalah sebesar Rp 3,56 miliar, mengalami peningkatan sebesar 40,89% jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2018 sebesar Rp 2,53 miliar.

Perseroan memproyeksikan pada tahun 2019 dapat membukukan laba sebesar Rp 8 –Rp 10 miliar dengan proyeksi pendapatan 60- 64 miliar, serta proyeksi tingkat hunian kamar pada tahun 2019 sebesar 78%- 82%. Pencapaian dalam periode yang sama pada tahun 2018, Perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp 54.056.436.716, dengan tingkat hunian kamar mencapai 74,91 % dan laba sebelum pajak sebesar Rp 2.175.924.643. Hal ini didukung dengan kontribusi yang baik dari beberapa segmen pasar seperti swasta (corporate) sebesar 35,49%, pemerintah sebesar 25,99%, Online Travel Agent (OTA) sebesar 29,39%, maupun pasar lainnya sebesar 9,13%.

Sebagai informasi, perseroan menargetkan bisa membukukan laba Rp 10 miliar hingga akhir tahun dan pendapatan tumbuh 20%. Sementara total okupansi hingga akhir tahun sebesar 75%-80%. Khalid melanjutkan pihaknya juga akan memaksimalkan segmen MICE dalam menangkap potensi rapat terkait rumusan dan sosialisasi kebijakan dari pemerintah, pada Oktober-Desember 2019. Hal ini menyusul penetapan susunan kabinet 2019-2024. Hal ini ditambah dari sejumlah program nasional dan internasional yang diadakan di Yogyakarta, seperti Tour de Prambanan, Prambanan Jazz, Borobudur Marathon, dan lain-lain. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat mengerek tingkat minat kunjungan tamu ke Yogyakarta, yang menjadi lokasi hotel milik perseroan.

Secara keseluruhan, EAST menargetkan tingkat okupansi sebesar 77,98% sepanjang 2019.Saat ini, perseroan tengah fokus pada proses pembangunan Eastparc Express Hotel dan telah mengajukan Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT). Rencana ekspansi itu dilakukan dalam rangka memperluas pangsa pasar melalui penyediaan jasa hotel bintang empat.

BERITA TERKAIT

Sikapi Kasus Industri Reksadana - APRDI Tekankan Pembinaan Kode Etik

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayarnya keuntungan dari hasil produk investasi Narada Asset Manajemen kepada investor dan juga kasus yang…

Dukung Pengembangan Starup - Telkom dan KB Financial Rilis Centauri Fund

NERACA Jakarta – Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis digitalnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya…

Topang Pertumbuhan Pendapatan - BEEF Diversifikasi Bisnis Logistik di 2020

NERACA Jakarta –Menunjang bisnis utama di pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merambah bisnis baru di sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…