BI Luncurkan Dua Buku Keuangan Syariah - Kembangkan Khasanah Literatur

NERACA

Surabaya - Bank Indonesia (BI) meluncurkan dua buku yang berkaitan dengan keuangan syariah berjudul "Keuangan Publik dan Sosial Islam: Teori dan Praktik serta Model Bisnis Keuangan Mikro Syariah Indonesia" dalam rangka mengembangkan sistem pendidikan terkait penyediaan SDM berkualitas melalui penyediaan khasanah literatur. “Kali ini Bank Indonesia kembali menambah khasanah literatur ekonomi dan keuangan syariah dengan menerbitkan dua buku penting bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air,” kata Kepala BI Institute Solikin M Juhro di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/11).

Solikin mengatakan kedua buku itu akan melengkapi enam seri buku sebelumnya yang telah diterbitkan sejak 2015 hingga 2018, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mengetahui lebih jauh tentang dinamika praktik keuangan mikro syariah di Indonesia. Ia menuturkan pada kesempatan peluncuran dan bedah buku ekonomi dan keuangan syariah ini Bank Indonesia menunjukan komitmen serta dukungannya terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk juga keuangan mikro syariah di Indonesia.

Ia melanjutkan ada empat tahap yang harus dilalui dalam penyusunan buku-buku tersebut, sehingga bisa mendapatkan hasil yang berkualitas tinggi yaitu pertama adalah studi pustaka dengan mengeksplor informasi terkait topik dan dilanjutkan dengan pemilihan materi yang valid untuk dituliskan. Kedua yaitu melakukan focus group discussion dengan para pakar keuangan syariah dalam mengidentifikasi teori dan filosofi dari tema-tema utama praktik ekonomi syariah serta mengajak praktisi untuk mengklarifikasi bentuk-bentuk aplikasi praktik syariah yang telah diterapkan di lapangan.

Ketiga yakni melakukan in-depth interview pada pihak-pihak terkait dalam mengkonfirmasi tulisan yang ada dan penyusunan rekomendasi pengembangan. Keempat adalah dilakukan quality control oleh pakar sebagai reviewer dan ahli bahasa dalam memastikan kualitas hasil penulisan baik secara isi tulisan maupun secara bahasa.

Di sisi lain, Solikin mengakui bahwa buku tersebut belum mencakup semua fenomena ekonomi syariah yang ada, sehingga diharapkan masyarakat dapat memberi masukan agar semakin bermanfaat bagi sektor keuangan syariah di Indonesia. “Mohon doa agar Bank Indonesia dapat terus berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pengajaran ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, BI Institute telah menerbitkan beberapa buku yaitu yang pertama adalah berjudul Perbankan Syariah di Indonesia: Kelembagaan dan Kebijakan serta Tantangan ke Depan pada 2015. Kedua yaitu Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia pada 2016, dua buku pada 2017 berjudul Memberdayakan Keuangan Mikro Syariah Indonesia dan Masa Depan Keuangan Syariah Indonesia, serta Kebijakan Moneter Syariah dalam Sistem Keuangan Ganda pada 2018.

Tak hanya peluncuran buku, Bank Indonesia melalui BI Institute juga menerbitkan literatur untuk kategori jurnal ilmiah berupa Bulletin of Monetary Economic and Banking (BMEB) dan Journal of Islamic Monetary Economic and Finance (JIMF). “Sedangkan yang baru diluncurkan itu merupakan buku ke-7 dan ke-8 oleh Bank Indonesia dalam kurun waktu empat tahun ke belakang,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

OJK Ungkap Target Inklusi Keuangan 2019 Tercapai

  NERACA   Surabaya - Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada…

Bank NTT Siap Jadi Bank Devisa pada 2021

  NERACA Kupang - Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi menargetkan pada 2021 Bank NTT milik pemerintah Nusa Tenggara…

Cadangan Devisa Naik US$2,4 Miliar

      NERACA   Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2019 tercatat 126,7 miliar dolar AS,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Ungkap Target Inklusi Keuangan 2019 Tercapai

  NERACA   Surabaya - Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada…

Bank NTT Siap Jadi Bank Devisa pada 2021

  NERACA Kupang - Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi menargetkan pada 2021 Bank NTT milik pemerintah Nusa Tenggara…

Cadangan Devisa Naik US$2,4 Miliar

      NERACA   Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2019 tercatat 126,7 miliar dolar AS,…