Presiden Berharap Jembatan Youtefa Majukan Wisata Bahari Papua

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta agar Jembatan Youtefa setelah diresmikan dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata bahari di Kota Jayapura. "Saya harap masyarakat Jayapura dan pemerintah daerah menjaga jembatan ini, dipercantik dengan lampu dan taman karena sekarang Jembatan Youtefa sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Papua," katanya di Jayapura dikutip dari CNN Indonesia.com.

Menurut Presiden Jokowi, jembatan ini menjadi tonggak sejarah di Tanah Papua, bukan hanya simbol penting yang menyatukan, tetapi lambang kemajuan untuk membangun Bumi Cenderawasih. "Tanah Papua harus maju seperti daerah lainnya di Indonesia, Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi, di mana jika dihitung-hitung saya sudah 13 kali ke Papua," ujarnya.

Dia menjelaskan sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga dan membangun Papua, itulah kenapa pada periode kedua ini, dirinya bersama Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin melakukan kunjungan kerja pertama ke Bumi Cenderawasih. "Yang saya lakukan setelah dilantik adalah mengunjungi Tanah Papua, semua itu untuk memastikan Bumi Cenderawasih dibangun dan tidak dilupakan," katanya.

Dia menambahkan waktu periode pertama, pihaknya sudah mengunjungi pedalaman-pedalaman Indonesia timur, dan di situlah dilihat ada ketimpangan infrastruktur antara wilayah Indonesia barat, tengah dan timur yang belum tersentuh oleh pembangunan. "Jika dibiarkan akan menyulitkan semua, untuk itu saya selalu mendorong agar pembangunan infrastruktur di Indonesia timur dilakukan dengan cepat," ujarnya.

Jembatan Youtefa mulai dibangun sejak 2015 lalu. Sepanjang 732 meter dengan lebar 21 meter, jembatan ini berdiri di atas Teluk Youtefa, Provinsi Papua. Selama pengerjaannya, jembatan ini juga pernah meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia yakni rekor pemasangan jembatan rangka baja dengan bentuk utuh terpanjang.

Jembatan ini menghubungkan kawasan Holtekamp dengan Hamadi, sehingga bisa memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Distrik Muara Tami, bahkan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang merupakan kawasan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Sebagai contoh, perjalanan dari kawasan pemerintahan menuju Distrik Muara Tami yang berjarak sekitar 35 km biasanya ditempuh selama kurang lebih satu hingga dua jam. Jarak tempuh ini dilalui dengan cara memutar.

Setelah Jembatan Youtefa dibangun, jarak yang ditempuh pun menjadi lebih pendek hanya sekitar 12 kilometer saja dengan waktu tempuh sekitar 15 menit perjalanan. Distrik Muara Tami merupakan kawasan tempat pembangunan Istana Negara yang rencananya akan dibangun di Papua.

Sebelumnya Kepala Balai Besar Pelaksanaan ‪Jalan Nasional XVIII Jayapura, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Osman H Marbun menyebut pembangunan jembatan merah Holtekamp di Jayapura, Papua, dapat memangkas jarak dan waktu tempuh.

Jembatan itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Osman, jembatan itu bisa mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Kota Jayapura ke Perbatasan hingga kurang lebih satu jam. "Manfaat dari jembatan ini sendiri kita lihat menyingkatkan waktu tempuh dari kota ke perbatasan. Ini salah satu tujuan utama dibangun jembatan ini," kata dia.

Jembatan sepanjang 732 meter dengan lebar 21 meter ini berdiri di atas Teluk Youtefa, Provinsi Papua. Jembatan ini menghubungkan Holtekamp dengan Hamadi sehingga bisa memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Distrik Muara Tami bahkan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang merupakan kawasan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Sebagai contoh, kata Osman, perjalanan dari kawasan pemerintahan menuju Distrik Muara Tami yang berjarak sekitar 35 km biasanya ditempuh selama kurang lebih satu hingga dua jam. Jarak tempuh ini dilalui dengan cara memutar. Maka, setelah Jembatan Holtekamp dibangun, jarak yang ditempuh pun menjadi lebih pendek hanya sekitar 12 KM saja dengan waktu tempuh sekitar 15 menit perjalanan.

Selain wisata yang bisa menumbuhkan ekonomi baru dan memperpendek jarak tempuh, Jembatan Holtekamp juga sangat berguna dalam menunjang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di Papua 2020 mendatang. "Di Youtefa nanti ada venue dayung dan Wisma Atlet. Dan ada beberapa cabang olahraga lagi yang akan dilaksanakan di daerah Koya, sehingga jarak tempuh, waktu tempuhnya menjadi lebih singkat dari kota ke tempat-tempat itu," kata dia.

BERITA TERKAIT

Sambut Hari Badak, Ada Konservasi Badak Baru di Lampung

Hari Badak Sedunia di Indonesia akan dimeriahkan dengan acara peresmian Suaka Rhino Sumatera II, yang berlokasi di Taman Nasional Way…

TN Bantimurung Masuk Daftar 'Taman Warisan ASEAN'

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah resmi ditetapkan sebagai sebagai ASEAN Heritage Park. Kepala Balai Taman…

Ini Deretan 'Pekerjaan Rumah' Menpar di Kabinet Indonesia Maju

Wishnutama Kusubandio resmi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Kabinet Indonesia Maju setelah diumumkan di Istana Merdeka oleh Presiden…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Sambut Hari Badak, Ada Konservasi Badak Baru di Lampung

Hari Badak Sedunia di Indonesia akan dimeriahkan dengan acara peresmian Suaka Rhino Sumatera II, yang berlokasi di Taman Nasional Way…

TN Bantimurung Masuk Daftar 'Taman Warisan ASEAN'

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah resmi ditetapkan sebagai sebagai ASEAN Heritage Park. Kepala Balai Taman…

Presiden Berharap Jembatan Youtefa Majukan Wisata Bahari Papua

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta agar Jembatan Youtefa setelah diresmikan dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata bahari di Kota Jayapura.…