Kejar Laba Perusahaan, Nissan Berencana Lepas Merek Datsun

Nissan Motor Co Ltd kemungkinan akan melepas merek Datsun sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan laba perusahaan, demikian pernyataan dua sumber perusahaan dilansir Reuters, yang disalin dari Antara. "Kami perlu memetakan skema pemulihan, tetapi masalahnya justru semakin dalam," kata salah satu sumber tentang masalah yang dihadapi Nissan, pekan lalu.

Pemangkasan merek yang kurang memberikan keuntungan untuk perusahaan itu disebut sebagai "rencana pemulihan kinerja". Pelepasan Datsun juga dianggap sebagai terobosan tajam strategi Nissan untuk mengejar target penjualan di Amerika Serikat dan pasar utama lainnya.

Sumber itu mengatakan Nissan kemungkinan akan menghentikan produksi Nissan Titan versi diesel dan kabin tunggal karena tidak memberikan keuntungan. Sementara, narasumber kedua mengatakan pabrik Datsun di beberapa negara kecuali China, sedang dipantau oleh kantor pusat, dan kemungkinan akan dibatasi produksinya.

Sumber itu juga mengatakan, tidak ada rencana Nissan untuk menutup seluruh pabrik atau menarik operasi mereka dari negara mana pun. "Kami berusaha untuk membersihkan apa yang telah terjadi pada masa lalu," kata salah satu sumber yang menambahkan bahwa di bawah Ghosn, Nissan berusaha memenuhi target penjualan.

Sumber itu mengatakan bahwa tujuan utama rencana pemangkasan merek itu adalah demi memusatkan fokus perusahaan pada pasar Amerika Serikat dan China. Datsun merupakan merek yang dihidupkan kembali pada era Ghosn untuk pasar negara berkembang setelah perusahaan itu menghentikan merek Datsun pada 1980-an. Pusat produksi Datsun tersebar di Indonesia, India, dan Rusia.

Di Indonesia, misalnya, setelah melewati awal yang baik, penjualan Datsun justru memakan penjualan produk utama Nissan. "Kami akhirnya mendorong dua merek utama di dalam sebuah pasar dengan pangsa pasar satu atau dua persen. Anda tidak bisa melakukan itu," kata salah satu sumber yang menambahkan bahwa hasil yang sama diraih di India, Afrika Selatan dan Rusia. Namun, Nissan menolak memberikan berkomentar terkait rencana pelepasan merek Datsun itu.

Sementara itu, Nissan Motor Indonesia mentransformasi empat diler mereka yang berada di wilayah Jabodetabek guna meningkatkan aspek pengalaman pelanggan. "Kami memiliki komitmen yang kuat menyediakan pengalaman diler yang berkualitas tinggi kepada pe|anggan mulai dari penjualan hingga purna jual,” kata Presiden direktur Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi saat meresmikan dealer Nissan Datsun MT Haryono, Puri Indah, Jakarta, disalin dari Antara.

Nissan menyebut transformasi diler ini dengan nama, "Nissan Retail Concept" yang fokus pada penyediaan pembangunan identitas merek yang kuat, “Nissan Drive" untuk memandu pelanggan merasakan pengalaman merek Nissan, penyediaan area konsultasi dengan beragam kebutuhan pelanggan.

BERITA TERKAIT

Hyundai Mobis Akan Investasi US$50 Juta Untuk Teknologi Otonom

Hyundai Mobis Co, pembuat suku cadang terbesar di Korea Selatan akan menginvestasikan sekitar 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) ke…

Demi Dongkrak Penjualan di Korsel, Audi Luncurkan Sedan A6

Audi Korea Selatan pada Rabu (23/10) meluncurkan sedan A6 yang serba baru untuk mendongkrak penjualan yang loyo setelah skandal kecurangan…

Sasar Pembeli Baru, Mercedes Benz A-Class Hadir Dalam Versi Sedan

  Pada kuartal ketiga 2019, Mercedes Benz Indonesia meluncurkan sedan premium new A-Class, untuk menyambut pertumbuhan sedan compact dan menyasar…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Kejar Laba Perusahaan, Nissan Berencana Lepas Merek Datsun

Nissan Motor Co Ltd kemungkinan akan melepas merek Datsun sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan laba perusahaan, demikian pernyataan dua…

Hyundai Mobis Akan Investasi US$50 Juta Untuk Teknologi Otonom

Hyundai Mobis Co, pembuat suku cadang terbesar di Korea Selatan akan menginvestasikan sekitar 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) ke…

Demi Dongkrak Penjualan di Korsel, Audi Luncurkan Sedan A6

Audi Korea Selatan pada Rabu (23/10) meluncurkan sedan A6 yang serba baru untuk mendongkrak penjualan yang loyo setelah skandal kecurangan…