Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham - Danai Pengembangan Bisnis

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham dengan melepas sebanyak 2,7% atau setara 35 juta unit saham. Perseroan menargetkan pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 November 2019.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, perseroan telah menunjuk Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Dimana masa penawaran awal (bookbuilding) dimulai pada Rabu, 23 Oktober hingga 25 Oktober. Perseroan berharap pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 November 2019 dan masa penawaran umum akan dilakukan pada 4 November.

Perseroan menyebutkan, dana hasil IPO sebagian besar akan digunakan untuk menambah modal kerja anak usaha perseroan. Dimana sekitar 80% akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja PT Talenta Bumi (TB), dan sisanya sekitar 20% akan digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja perseroan. Adapun perseroan memiliki tiga entitas anak usaha yaitu Talenta Bumi, Talenta Bumi Energi dan Pelabuhan Talenta Bumi. Dimana dari ketiganya, yang saat ini beroperasi untuk melakukan kegiatan usaha adalah Talenta Bumi yang beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.

Talenta Bumi berlokasi di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yang kepemilikannya dimiliki perseroan sebesar 99,15% sejak 27 Juni 2018. Talenta Bumi menjalankan usaha pertambangan batubara yang meliputi batubara, bitumen padat, batuan aspal dan gambut, termasuk membangun fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan kegiatan pertambangan batubara dan mengoperasikan fasilitas-fasilitas tersebut.

Sebagai informasi, saat ini pemegang saham terbanyak perseroan dimiliki oleh institusi yakni PT Prima Mineral Utama sebanyak 66,53%. Kemudian PT Andhika Raya Semesta sebesar 6,74%, lalu PT Trans Coalindo sejumlah 5,72% dan sisanya dimiliki oleh perorangan. Menilik laporan keuangan perseroan, pada semester I-2019, Dana Brata membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 164,11 miliar, melesat naik dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 13 miliar. Manajemen menyatakan, kenaikan pendapatan usaha sebagian besar ditopang oleh hasil pendapatan anak usaha.

Perseroan mengungkapkan, sebagian besar kenaikan berasal dari konsolidasi pendapatan usaha Talenta Bumi ke dalam laporan keuangan perseroan. Dengan terjadinya konsolidasi tersebut, terdapat tambahan sumber pendapatan baru yang berasal dari kegiatan usaha Talenta Bumi yaitu fasilitas penunjang pertambangan yang terdiri dari jasa pelabuhan dan jasa fasilitas jalan.

Sementara itu perseroan mencatatkan penurunan pada laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp 18 miliar pada semester I-2019, dari sebelumnya sebesar Rp 130,21 miliar. Sedangkan jumlah aset perseroan tercatat sebesar Rp 973 miliar pada 30 Juni 2019, naik 8,35% dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp 898 miliar. Peningkatan aset perseroan di kontribusi dari aset lancar sebesar Rp 228 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp 744 miliar.

Kemudian bersamaan dengan IPO saham, perseroan juga akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Loan (MCL) senilai Rp 274 miliar pada tanggal penjatahan sampai dengan tanggal pencatatan dengan jumlah sebanyak 250 juta unit saham atau setara dengan 20,00% total modal disetor penuh sebelum IPO. Disisi lain, setelah dilaksanakannya IPO saham, Dana Brata juga menjanjikan dividen sebesar 50% dari laba bersih tahun buku yang dimulai sejak tahun buku 2019.

Adapun perseroan memiliki kegiatan usaha yang meliputi aktivitas konsultasi manajemen lainnya, antara lain melakukan penyertaan modal dalam proyek atau perusahaan infrastruktur. (id/bani)

BERITA TERKAIT

Danai Pembelian Tanah - Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Perusahaan manufaktur kampas rem, PT Indo Bintang Mandiri Tbk berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MPRO

NERACA Jakarta-Mempertimbangkan karena terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi atas…

Sikapi Investasi Ilegal - BOSS Tidak Ada Hubungan dengan Hanson

NERACA Jakarta –Menyikapi kasus investasi ilegal yang dilakukan PT Hanson International Tbk (MYRX) dan menyeret PT Borneo Olah Sarana Sukses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri Pariwisata Tumbuh - BTN Siap Garap Dana Murah di Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memperkuat strategi bisnisnya di Bengkulu dengan membidik seluruh segmen nasabah pada berbagai produk…

Tingkat Hunian Kamar Naik 9,6% - Eastparc Hotel Raup Laba Rp 5,8 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 5,8…

Berkah Menjadi Sub Holding Gas - PGN Pede Penggunaan Gas Bumi Akan Lebih Optimal

Menyadari luasnya cakupan wilayah Indonesia dan juga besarnya populasi masyarakatnya, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi PT Perusahan Gas Negara (Persero)…