Saham Digital Mediatama Oversubscribed 7,1 Kali

NERACA

Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) dibuka melesat tajam 47,82% ke level Rp340 dari posisi harga perdana senilai Rp230. Penguatan saham DMMX ini merupakan respon positif pelaku pasar disamping dalam penawaran saham perdananya terjadi kelebihan permintaan.

Kata Direktur Utama Kresna Sekuritas, Octavianus Budiyanto menyampaikan bahwa permintaan untuk DMMX mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 7,1 kali.”Kalau dari demand, pada waktu bookbuilding itu permintaan kami 7,1 kali. Artinya itu hampir semua investor asing masuk, tapi karena underwriter dan emiten punya kesepakatan bahwa maksimal yang akan diberikan kepada asing hanya 35%,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Ocky yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyebut bahwa melantainya DMMX di BEI bisa menjadi momentum kebangkitan perusahaan-perusahaan digital Tanah Air. Adapun, DMMX merupakan perusahaan platform digital trade marketing dan pengiklanan berbasis cloud yang menyediakan berbagai jasa end-to-end seperti pengelolaan konten, pengiklanan terprogram, dan program akuisisi penjualan.

Per April 2019, layanan cloud ads perseroan telah tersebar di 25 kota di Indonesia di sebanyak 4.600 toko dan 36.000 UMKM. Hingga akhir tahun ini, perseroan akan mengejar kemitraan dengan 7.000 toko peritel modern dan 47.000 toko peritel tradisional. Sampai dengan kuartal III/2019, lanjut Budiasto, layanan DMMX sudah ada di sebanyak 6.000 toko peritel modern. Sementara itu, untuk target peritel tradisional sudah tercapai sebanyak sekitar 47.000 toko.

Sementara Direktur Digital Mediatama Maxima, Supardi mengungkapkan, perseroan menargetkan pendapatan pada akhir tahun ini bakal mencapai Rp100 miliar. Perseroan, lanjutnya, optimis target pendapatan yang dibuat berdasarkan analisis Kresna Sekuritas dan Trimegah Sekuritas pada tahun ini bakal terealisasi.”Berdasarkan data analisis Kresna dan Trimegah, kami yakit dapat mencapai Rp100 miliar untuk pendapatan 2019,”ujarnya.

Adapun dengan pendapatan tersebut, diharapkan laba perseroan menjadi Rp12 miliar pada akhir tahun ini. Pendapatan dan laba tersebut masing-masing tumbuh 70,79% dan 58,52% dari posisi pada akhir tahun lalu yang senilai Rp58,55 miliar dan Rp7,57 miliar. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,69 miliar saham atau setara dengan 35% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, perseroan meraup dana segar hingga Rp619,23 miliar.

Berdasarkan prospektus IPO, dana tersebut akan digunakan sebanyak 75% untuk peningkatan modal kerja, 20% untuk investasi di bidang teknologi informasi, dan 5% untuk pengembangan dan pembinaan SDM. Supardi melanjutkan, sebanyak 75% dari working capital utamanya untuk membiayai model bisnis infrastructure as a service (IAAS) yaitu usaha sistem sewa-pakai infrasktruktur seperti kios digital dan juga penyediaan layanan end-to-end, seperti sistem operasi, pemeliharan infrastruktur dan pengelolaan konten.

BERITA TERKAIT

Danai Pembelian Tanah - Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Perusahaan manufaktur kampas rem, PT Indo Bintang Mandiri Tbk berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MPRO

NERACA Jakarta-Mempertimbangkan karena terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi atas…

Sikapi Investasi Ilegal - BOSS Tidak Ada Hubungan dengan Hanson

NERACA Jakarta –Menyikapi kasus investasi ilegal yang dilakukan PT Hanson International Tbk (MYRX) dan menyeret PT Borneo Olah Sarana Sukses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri Pariwisata Tumbuh - BTN Siap Garap Dana Murah di Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memperkuat strategi bisnisnya di Bengkulu dengan membidik seluruh segmen nasabah pada berbagai produk…

Tingkat Hunian Kamar Naik 9,6% - Eastparc Hotel Raup Laba Rp 5,8 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 5,8…

Berkah Menjadi Sub Holding Gas - PGN Pede Penggunaan Gas Bumi Akan Lebih Optimal

Menyadari luasnya cakupan wilayah Indonesia dan juga besarnya populasi masyarakatnya, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi PT Perusahan Gas Negara (Persero)…